Sumutpos.jawapos.com-Selama puluhan tahun, dunia sains dan medis lebih banyak meneliti tubuh pria. Dari uji coba obat hingga penelitian pola makan dan olahraga, mayoritas data didasarkan pada tubuh laki-laki. Padahal, tubuh perempuan punya hormon, metabolisme, dan siklus biologis yang berbeda.
Akibatnya, banyak standar kesehatan justru tidak cocok — bahkan berbahaya — untuk perempuan. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Stacy Sims, seorang peneliti, fisiolog olahraga, sekaligus ahli gizi yang khusus mempelajari tubuh perempuan.
Dilansir enam “health hack” populer Dr. Sims justru merusak tubuh perempuan:
1. Intermittent Fasting (Puasa Intermiten)
Meski populer untuk menurunkan berat badan, puasa intermiten bisa mengacaukan siklus haid, hormon, hingga kesehatan tiroid pada perempuan aktif. Fasting juga meningkatkan stres tubuh dan kadar kortisol, yang justru bisa memicu kecemasan dan kenaikan berat badan.
Saran: Sarapan segera setelah bangun, terutama sebelum olahraga.
2. Cold Plunges (Rendam Air Es)
Banyak yang percaya rendaman air dingin mempercepat pemulihan otot. Namun, tubuh perempuan lebih sensitif terhadap suhu rendah. Air yang terlalu dingin bisa memicu “fight or flight” tanpa manfaat metabolik.
Saran: Gunakan air sejuk (sekitar 13°C), bukan air es ekstrem.
3. Olahraga Kardio Berjam-Jam
Terlalu banyak cardio justru melemahkan otot dan tulang perempuan, sekaligus meningkatkan stres.
Saran: Fokus pada latihan beban dan sprint singkat. Otot yang kuat penting untuk menjaga metabolisme, kesehatan tulang, hingga mencegah risiko penyakit kronis.
4. Menghitung Kalori Secara Ketat
Model “calories in, calories out” terlalu sederhana bagi tubuh perempuan. Diet rendah kalori bisa membuat tubuh masuk ke mode kelaparan, memperlambat metabolisme, dan meningkatkan lemak tubuh.
Saran: Utamakan kualitas makanan — protein, serat, karbohidrat utuh — daripada sekadar angka kalori.
5. Mengabaikan Protein
Banyak perempuan masih kurang konsumsi protein karena takut “berotot” atau khawatir soal kesehatan ginjal. Padahal, protein penting untuk menjaga otot, tulang, hingga fungsi otak.
Saran: Perempuan aktif sebaiknya konsumsi 1 gram protein per 0,5 kg berat badan per hari, dibagi rata sepanjang hari.
6. Menghilangkan Karbohidrat
Diet rendah karbo sering dianggap ampuh untuk menurunkan berat badan. Namun, bagi perempuan, kurang karbohidrat bisa menyebabkan energi drop, suasana hati tidak stabil, dan gangguan hormon.
Saran: Pastikan 40% kebutuhan energi harian berasal dari karbohidrat sehat, seperti buah, sayur, dan biji-bijian.(han)
Editor : Johan Panjaitan