Sumutpos.jawapos.com-Banyak orang menganggap konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sebagai bagian dari gaya hidup sosial. Namun, para ahli neurologi dan ahli gizi memperingatkan, bahwa setelah mencapai usia tertentu, bahkan sedikit alkohol pun bisa menjadi berbahaya.
Menurut laporan dari National Library of Medicine mengungkapkan, kemampuan tubuh memetabolisme alkohol menurun seiring bertambahnya usia, sehingga efek racunnya meningkat.
Kapan Alkohol Harus Dihindari
Menurut para pakar, setelah usia 65 tahun, tubuh memproses alkohol jauh lebih lambat. Akibatnya, konsumsi minuman beralkohol dapat:
-Mengganggu koordinasi dan meningkatkan risiko jatuh.
-Menyebabkan pusing dan lemas karena tulang yang makin rapuh.
-Merusak sel saraf (neuron) dan memperburuk daya ingat, meningkatkan risiko demensia.
-Bereaksi negatif dengan berbagai obat, mulai dari penurun tekanan darah hingga obat penenang.
Karena itu, dokter menyarankan agar orang berusia lanjut menghindari alkohol sepenuhnya atau hanya mengonsumsinya pada kesempatan yang sangat jarang. Sebagai gantinya, disarankan untuk fokus pada pola makan sehat seperti diet Mediterania, olahraga teratur, dan menjaga asupan cairan tubuh.
Alkohol dan Remaja: Seteguk Pun Berbahaya
Bagi anak-anak dan remaja, alkohol benar-benar tidak dianjurkan sama sekali. Antara usia 15 hingga 17 tahun, otak masih dalam tahap perkembangan, dan konsumsi alkohol—meski hanya sesekali—dapat:
Baca Juga: AC Milan vs Pisa SC: Allegri Waspadai “Jebakan Gila” Gilardino di San Siro
1. Memperlambat perkembangan otak.
2. Mengganggu daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar.
3. Mengacaukan keseimbangan hormon dan kestabilan emosi.
4. Lebih jauh lagi, paparan alkohol di usia muda meningkatkan risiko kecanduan di masa dewasa.(han)
Editor : Johan Panjaitan