sumutpos.jawapos.com - Tangan berkeringat biasanya identik dengan rasa cemas atau masalah emosional, nyatanya hal itu juga muncul karena penyakit.
Ragam penyakit yang bisa memunculkan tangan berkeringat, malah kondisi medis itu cenderung berbahaya.
Melansir Very Well Health, Rabu (21/1/2026), telapak tangan berkeringat merupakan hasil dari kelenjar keringat ekrin yang terlalu aktif dan itu bisa mengartikan penyakit tertentu.
Berbahaya atau tidaknya tangan berkeringat ditentukan berdasarkan kondisi yang mendasarinya.
Dalam banyak kasus, tangan berkeringat disebabkan oleh kondisi medis tertentu.
Secara umum stres, rasa cemas, dan gugup dapat membuat tangan berkeringat. Emosi yang kuat dapat memicu asetilkolin ke dalam aliran darah.
Kondisi ini merangsang saraf postganglionik secara berlebih yang menyebabkan pelepasan keringat secara spontan.
Namun, gangguan tertentu juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memicu produksi asetilkolin berlebih.
Asetilkolin merupakan neurotransmitter yang diproduksi oleh otak, yang bertindak sebagai hormon endrokrin.
Dalam kondisi ini, saraf postganglionik akan terpacu dan memicu keringat berlebih.
Beberapa masalah endokrin yang bisa memicu tangan berkeringat seperti diabetes, menopause, gula darah rendah, maupun kehamilan.
Bisa juga disebabkan oleh neurologis. Artinya, gangguan neurologis tertentu dapat mengganggu pengiriman sinyal ke sel-sel saraf.
Kondisi ini dapat memicu hiperhidrosis palmaris. Untuk kasus ini, beberapa masalah neurologis yang bisa memicu tangan berkeringat seperti penyakit parkinson.
Selain itu karena cedera saraf tulang belakang, stroke, dan gangguan nyeri kronis.
Tumor, baik yang bersifat kanker maupun non-kanker, pun dapat memengaruhi sistem saraf dan endokrin.
Akibatnya, tumor bermanifestasi dengan sejumlah kelainan fisioligis lainnya, termasuk hiperhidrosis palmaris.
Beberapa jenis tumor yang memicu tangan berkeringat seperti tumor sistem saraf pusat dan lainnya. (lin)
Editor : Redaksi