Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Hoaks Bikin Orang Tua Ragu Vaksin Campak Anak, Menkes: Edukasi Harus Lebih Masif

Redaksi • Rabu, 11 Maret 2026 | 18:25 WIB

Ilustrasi anak divaksin. (Freepik.com)
Ilustrasi anak divaksin. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih adanya orang tua di Indonesia yang ragu memberikan vaksin campak kepada anaknya. Keraguan tersebut dinilai banyak dipengaruhi oleh hoaks dan disinformasi yang beredar di media sosial.

Menurut Budi, seperti yang dilansir dari Instagram @pandemictalks, Rabu (11/3/2026), maraknya informasi menyesatkan membuat sebagian masyarakat tidak memahami bahaya penyakit campak serta pentingnya imunisasi untuk mencegahnya. Ia mengatakan hoaks yang beredar seringkali menimbulkan ketakutan hingga membuat orang tua menolak vaksinasi.

“Banyak hoaks dan disinformasi di media sosial,” kata Budi. Ia menambahkan masih cukup banyak orang tua yang belum memahami bahwa campak merupakan penyakit berbahaya yang bisa berakibat fatal, padahal dapat dicegah melalui vaksinasi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan dampak serius dari rendahnya cakupan imunisasi. Dalam periode 2025–2026, tercatat sekitar 72 anak di Indonesia meninggal dunia akibat campak.

Campak sendiri merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus morbillivirus dan sangat mudah menular melalui udara, seperti percikan batuk atau bersin. Satu orang yang terinfeksi bahkan bisa menularkan penyakit ini hingga kepada 18 orang lainnya.

Selain itu, campak juga dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru-paru yang menyebabkan gagal napas, radang otak yang memicu kejang, hingga dehidrasi berat. Dalam kondisi tertentu, komplikasi tersebut dapat berujung pada kematian.

Karena itu, pemerintah menilai edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat agar orang tua memahami pentingnya imunisasi bagi anak. Budi menegaskan penyampaian informasi yang benar harus dilakukan secara luas agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks terkait vaksin.

“Edukasi orang tua harus lebih masif,” tegasnya.

Pemerintah pun terus mendorong program imunisasi campak-rubella (MR) untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak serta mencegah munculnya kasus baru di berbagai daerah.

Di media sosial, pernyataan Menteri Kesehatan tersebut langsung menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar netizen menilai hoaks memang masih menjadi masalah serius yang memengaruhi keputusan orang tua terkait vaksinasi anak.

“Hoaks soal vaksin ini memang bahaya. Banyak orang tua jadi takut padahal vaksin justru melindungi anak,” tulis seorang netizen.

Netizen lain juga mengingatkan pentingnya mencari informasi kesehatan dari sumber terpercaya agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya.

“Sekarang informasi gampang didapat, tapi harus pintar menyaring. Jangan sampai anak jadi korban karena percaya hoaks,” komentar pengguna media sosial lainnya.

Namun, ada pula warganet yang meminta pemerintah lebih aktif melakukan edukasi langsung kepada masyarakat, terutama di daerah yang akses informasinya masih terbatas.

“Edukasi harus sampai ke desa-desa. Banyak orang tua yang belum paham manfaat vaksin,” tulis netizen lainnya.

Perdebatan mengenai vaksin sendiri masih sering terjadi di media sosial, terutama karena banyaknya informasi yang tidak terverifikasi yang beredar secara luas.(lin)

Editor : Redaksi
#hoaks kesehatan #vaksin anak #imunisasi #kemenkes #campak