sumutpos.jawapos.com - Selama ini kanker lambung identik dialami oleh orang lanjut usia alias lansia. Namun, kini sepertinya berubah.
Pasalnya, ada penelitian yang menemukan kalau kanker lambung ternyata sudah mengincar kaum muda.
Melansir News Medical, Jumat (10/4/2026), dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, para peneliti menganalisis 238 sampel jaringan lambung normal dari 30 orang di Hong Kong, AS, dan Inggris, termasuk pasien dengan dan tanpa kanker lambung.
Hasilnya, hampir 10 persen jaringan lambung pada usia 60 tahun sudah dipenuhi mutasi yang disebut driver mutation, jenis mutasi yang bisa mendorong pembentukan kanker.
Baca Juga: Galaxy A37 5G: Andalkan Nightography & AI untuk Temani Ngonten Seharian
Yang mencengangkan, perubahan genetik ini juga ditemukan pada jaringan yang masih tampak normal secara mikroskopis.
Artinya, proses karsinogenesis atau perubahan menuju kanker bisa dimulai jauh sebelum kanker terdeteksi.
Satu temuan yang paling menggelitik dalam studi ini adalah trisomi, yakni sel-sel lambung pada beberapa individu memiliki tiga salinan kromosom. Fenomena ini belum pernah ditemukan pada jaringan tubuh lain.
Para peneliti menduga adanya paparan zat dari luar (mutagen) yang hanya dialami oleh sebagian individu. Paparan inilah yang mungkin memicu terjadinya trisomi secara lokal di lambung.
Baca Juga: Warung Polri Presisi: Polisi Hadir Lewat Sepiring Kepedulian
Meski belum diketahui zat spesifiknya, ini bisa menjadi petunjuk penting dalam melacak faktor lingkungan atau gaya hidup yang turut meningkatkan risiko kanker lambung.
Pola hidup modern yang banyak dijalankan oleh generasi muda saat ini memang berisiko memicu kanker lambung.
Faktor-faktor seperti pola makan tinggi garam dan makanan instan, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, serta infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) menjadi pemicu utama kanker lambung.
Di Inggris, infeksi H. pylori bahkan bertanggung jawab atas 40 persen kasus kanker lambung.
Baca Juga: Siswi Asal Riau Tembus 7 Kampus Internasional, Bukti Mimpi Besar Dimulai dari Langkah Kecil
Gen Z yang lahir di era makanan cepat saji, stres kronis, dan kurang tidur menghadapi kombinasi risiko yang tidak ringan.
Ditambah dengan paparan potensial terhadap mutagen yang belum dikenal, tak heran jika kanker lambung kini tak lagi menunggu usia senja untuk menyerang.
Ini menjadi sinyal peringatan bagi generasi muda yang kerap mengabaikan gejala maag kronis atau sakit lambung berkepanjangan.
Sebagai informasi, selama hidup, tubuh manusia mengalami mutasi genetik yang disebut mutasi somatik. Mutasi ini biasanya tidak disadari dan menumpuk perlahan seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: Bupati Labura Bangunkan Rumah Layak untuk Ibu Empat Anak
Tapi kini, dengan kemajuan teknologi sekuensing DNA, para ilmuwan bisa menelusuri mutasi ini jauh lebih awal, bahkan sebelum munculnya gejala kanker.
Deteksi dini terhadap mutasi genetik memang belum tersedia untuk umum, tapi gaya hidup sehat bisa menjadi pertahanan pertama yang sangat efektif.
Menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi garam adalah langkah awal yang bisa dilakukan.(lin)
Editor : Redaksi