Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

ADHD pada Orang Dewasa: Sering Tak Disadari

Redaksi • Selasa, 14 April 2026 | 19:15 WIB
ADHD pada orang dewasa kerap tidak terdiagnosis karena gejalanya lebih halus. (Freepik.com)
ADHD pada orang dewasa kerap tidak terdiagnosis karena gejalanya lebih halus. (Freepik.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Attention Deficit Hyperactivity Disorder (Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD) selama ini identik dengan anak-anak. Padahal, kondisi ini juga bisa berlanjut hingga dewasa, bahkan banyak orang baru menyadarinya ketika sudah bekerja atau menjalani kehidupan sosial yang kompleks. 

Sayangnya, ADHD pada orang dewasa kerap tidak terdiagnosis karena gejalanya lebih halus dan sering disalahartikan sebagai sifat pribadi, seperti pelupa atau tidak disiplin.

Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (14/4/2026), ADHD adalah gangguan perkembangan saraf (neurodevelopmental) yang ditandai dengan pola kesulitan fokus (inatensi), hiperaktivitas, dan impulsivitas yang berlangsung terus-menerus.

Baca Juga: KONI Medan dan Kejari Perkuat Sinergi Majukan Olahraga

Pada orang dewasa, hiperaktivitas tidak selalu terlihat secara fisik, tetapi lebih sering muncul sebagai rasa gelisah atau pikiran yang sulit berhenti.

Kondisi ini dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, hubungan sosial, hingga kesehatan mental jika tidak ditangani dengan baik.

Beberapa tanda yang umum terjadi antara lain: kesulitan fokus dalam waktu lama, sering lupa atau ceroboh terhadap hal kecil, manajemen waktu yang buruk, mudah terdistraksi, bersikap impulsif, dan merasa gelisah dan sulit tenang.

Baca Juga: Bobby Nasution Tinjau Sempadan Sungai Sibuluan, Pastikan Rekonstruksi Tanggul dan Hunian Warga Dipercepat

Gejala ini sering dianggap “kebiasaan buruk”, padahal bisa menjadi tanda ADHD yang tidak disadari. Jika tidak ditangani, ADHD dapat menyebabkan penurunan performa kerja, masalah hubungan sosial, stres dan kecemasan berlebih, serta kepercayaan diri menurun.

Topik ADHD pada orang dewasa ternyata banyak mendapat perhatian di media sosial. Tidak sedikit netizen yang merasa “relate” dengan gejala yang dijelaskan.

“Kirain aku cuma pelupa dan suka nunda kerjaan, ternyata banyak cirinya mirip ADHD," tulis netizen.

Ada juga netizen yang mulai menyadari pentingnya konsultasi. “Kayaknya harus mulai cek ke psikolog deh, soalnya ganggu kerja juga," tambah netizen lain.

Baca Juga: Dua Momen Bahagia Selebriti: Syifa Hadju Bersiap Menikah, Rassya–Cleantha Resmi Bersatu

ADHD pada orang dewasa bukan sekadar “kurang fokus” atau “malas”. Ini adalah kondisi medis yang nyata dan perlu dipahami dengan benar.

Dengan meningkatnya kesadaran, diharapkan semakin banyak orang berani mencari bantuan profesional dan mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga tetap bisa menjalani hidup secara produktif dan seimbang.(lin)

Editor : Redaksi
#ADHD #Gangguan Fokus #psikologi #Kesehatan Mental #overthingking