sumutpos.jawapos.com - Bukan rahasia lagi kalau wortel punya banyak manfaat bagi tubuh. Nanum, kini perlu hati-hati mengonsumsinya.
Pasalnya, penelitian menyebutkan kalau wortel adalah sayuran yang paling tercemar mikroplastik.
Melansir Super Age, Rabu (1/7/2926), menurut studi yang diterbitkan di Environmental Research pada 2020, peneliti menemukan wortel adalah sayuran yang paling tercemar mikroplastik.
Studi menunjukkan paparan mikroplastik dapat dikaitkan dengan kanker, serangan jantung, masalah reproduksi, dan ancaman kesehatan lainnya.
Baca Juga: Mahasiswa SAMPAL Desak PLN Tertibkan Kabel Wi-Fi Ilegal
Ya, mikroplastik atau potongan plastik sepanjang 5 mm rasanya memang tidak dapat dihindari.
Setiap tahun sekitar 10-40 juta metrik ton partikel ini dilepaskan ke lingkungan.
Tak hanya makanan yang diwadahi plastik, mikroplastik juga ditemukan pada hasil pertanian salah satunya sayuran.
Dan, rata-rata terdapat 97.800 partikel mikroplastik per gram wortel atau kira-kira 14,7 juta partikel per wortel.
Selain itu, studi mencatat mikroplastik pada produk pertanian ukurannya seringkali di bawah 10 mikrometer.
Baca Juga: DPR: Tak Ada Evidence Base, Data BPKN Soal Usia Galon Dipertanyakan
Di dunia sayuran, wortel paling tercemar mikroplastik, sedangkan di dunia buah, apel yang menduduki peringkat serupa.
Namun tenang, mikroplastik nyatanya bisa dihindari atau diminimalisir. Anda sebaiknya memilih produk pertanian tanpa kemasan.
Pun, jika memungkinkan, beli dari sumber lokal dengan praktik pertanian yang transparan.
Jangan lupa cuci sayuran secara menyeluruh. Serta, kupas wortel jika perlu.
Wortel memang jadi sayuran paling tercemar mikroplastik. Begitupun, ada sejumlah pangan lain yang tercatat tinggi cemaran mikroplastiknya juga.
Baca Juga: Sengketa Lahan PT Bridgestone dan Kerajaan Nagur Bolag Belum Temui Titik Terang
Bahan pangan itu antara lain garam laut, bir, air dalam kemasan plastik, kerang-kerangan, beras, dan teh celup.
Pada teh celup, ada lebih dari 11,6 juta partikel mikroplastik terlepas dari satu kantong teh saat diseduh.
Kemudian beras yang sekilas bersih, nyatanya membawa begitu banyak mikroplastik.
Studi yang diterbitkan di Journal of Hazardous Materials menemukan polyethylene, polypropylene, dan PET dalam 95 persen sampel beras yang dibeli di pasaran.
Setidaknya, ada sebanyak 13 miligram mikroplastik per 100 gram beras instan atau 3-4 miligram mikroplastik per 100 gram beras yang sudah dicuci.(lin)
Editor : Redaksi