sumutpos.jawapos.com - Sejumlah suplemen melabeli diri sebagai suplemen kecantikan yang nutrisinya memang fokus untuk mendukung kesehatan rambut, kulit, dan kuku.
Nyatanya, perlu diketahui ada potensi efek samping yang perlu diwaspadai akibat mengonsumsi suplemen tersebut.
Melansir Everyday Health, Jumat (17/7/2026), ada penelitian menemukan suplemen zat besi yang berpotensi merangsang pertumbuhan rambut dan memperbaiki masalah kulit dan kuku
Baca Juga: Industri Kosmetik Desak Penundaan Sertifikasi Halal
Ini berkaitan dengan kekurangan nutrisi. Dengan kata lain, risiko lebih besar ketimbang manfaatnya.
Peneliti menyebut banyak suplemen kecantikan tidak diatur dan diuji kualitasnya sehingga dosis nutrisi yang tinggi bisa berbahaya.
Nah, berikut beberapa efek samping suplemen untuk rambut, kulit, dan kuku yang perlu diketahui:
1. Overdosis nutrisi
Dalam sebuah riset, banyak suplemen mengandung dosis sangat tinggi bahkan 200 persen lebih tinggi dari jumlah yang direkomendasikan.
Baca Juga: Iihantam PHK, Kemenperin Buka Jalur Kerja ke Eropa Timur
Kelebihan dosis nutrisi bisa memicu efek samping berupa kerusakan saraf, gangguan pencernaan, vasodilatasi hingga penurunan tekanan darah, dan sindom milk-alkali yang memicu cedera ginjal akibat kadar kalsium berlebihan.
2. Gangguan pencernaan
Efek samping suplemen rambut, kuku, dan kulit bisa berupa gangguan pencernaan.
Suplemen yang mengandung zat besi, misal, bisa memicu sembelit dan sakit perut.
3. Reaksi alergi
Riset oleh Dermatology Practical & Conceptual menemukan banyak bahan pada suplemen rambut, kulit, dan kuku bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang.
Reaksi alergi timbul akibat kolagen ikan, diindolylmethane, pewarna dan pengawet.
Gejala alergi berupa gatal-gatal, radang kulit, sampai anafilaksis atau reaksi alergi ekstrem yang mengancam nyawa.
4. Mengganggu tes laboratorium
Konsumsi biotin terlalu tinggi dalam suplemen kecantikan bisa membuat hasil tes laboratorium jadi tidak akurat.
Penelitian menunjukkan konsumsi biotin tinggi membuat pemeriksaan fungsi tiroid dan jantung membuahkan hasil kurang akurat.
Hasil pemeriksaan yang kurang akurat dapat menyebabkan kesalahan diagnosis dan pengobatan tidak tepat.
5. Kerontokan rambut
Pada beberapa orang, konsumsi suplemen dengan dosis tinggi selenium, vitamin A, dan vitamin E dapat menyebabkan kerontokan rambut. (lin)
Editor : Redaksi