sumutpos.jawapos.com - Banyak cara memakai parfum, namun tidak semuanya benar. Ini soal aroma yang cepat hilang dan risiko kesehatan yang mungkin muncul.
Artinya, memakai parfum tidak sembarangan semprot atau usap di bagian tertentu, ada langkah tertentu agar optimal.
Melansir Real Simple, Selasa (21/7/2026), pakar wewangian Bettina O'Neil mengatakan, kunci utama ketahanan parfum terletak pada lokasi yang hangat dan cenderung berkeringat.
Untuk ketahanan lebih lama, semprotkan di rambut, pusar, tengkuk, belahan dada, belakang lutut, dan pergelangan tangan. Ini karena aroma akan aktif kembali saat berkeringat.
Menyemprot parfum ke pusar memang terdengar tidak lazim. Namun, area ini hangat dan sedikit cekung sehingga membantu 'menjebak' aroma dan melepaskannya perlahan sepanjang hari.
Efek serupa juga terjadi pada kain. Menyemprotkan parfum pada syal atau pakaian dapat membuat aroma bertahan lebih lama.
Meski demikian, tetap berhati-hati agar tidak meninggalkan noda pada bahan tertentu.
Selain memilih lokasi yang tepat, hindari beberapa kesalahan berikut agar aroma parfum tetap optimal:
1. Menggosok pergelangan tangan
Kebiasaan ini justru tidak disarankan. Gesekan dapat merusak top notes parfum dan mengganggu perkembangan aromanya.
2. Mengaplikasikan pada kulit kering
Kulit kering membuat wangi lebih cepat hilang karena tidak mampu menahan aroma sebaik kulit yang lembap. Gunakan losion ringan sebelum menyemprot.
3. Menyemprot di leher bagian depan
Area ini lebih tipis dan sensitif. Selain lebih cepat memudar karena terpapar udara dan gerakan, risiko iritasi juga lebih tinggi.
4. Menyimpan di tempat panas atau lembap
Panas dan kelembapan dapat merusak komposisi kimia parfum sehingga aromanya berubah atau melemah.
Simpan parfum di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung untuk memperpanjang masa simpannya.
5. Hanya menyemprot di satu titik
Parfum bekerja lebih baik saat diaplikasikan di dua atau tiga titik agar aromanya menyebar merata.
Jika hanya di satu area, wangi bisa memudar lebih cepat.(lin)
Editor : Redaksi