Jangan Langsung Dipotong! Kesalahan Sepele Saat Makan Semangka Ini Bisa Sebabkan Keracunan Makanan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:20 WIB
ilustrasi buah semangka. (Freepik.com)
ilustrasi buah semangka. (Freepik.com)

 

Sumutpos.jawapos.com – Semangka dikenal sebagai buah yang menyegarkan, terutama saat cuaca panas. Namun, ada satu kebiasaan sederhana yang masih sering diabaikan banyak orang, yakni langsung memotong semangka tanpa mencuci kulitnya terlebih dahulu.

Dilansir dari RBC.ukraina, para ahli Kesehatan mengatakan, kesalahan kecil tersebut dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri yang berujung pada keracunan makanan.

Bakteri Bisa Masuk Lewat Pisau

Meski bagian dalam semangka terlindungi kulit yang tebal, permukaan luarnya dapat menjadi tempat menempelnya berbagai bakteri, kotoran, hingga residu dari proses distribusi.

Baca Juga: UHN Medan Gelar NO FEST 2026, Dewa 19, Ello, Virzha dan Marsada Band Siap Guncang Panggung

Saat semangka dipotong tanpa dicuci, pisau berpotensi membawa bakteri dari kulit ke bagian daging buah yang siap dikonsumsi.

Bakteri seperti Salmonella dan Escherichia coli (E. coli) termasuk yang paling dikhawatirkan karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan serius, seperti diare, muntah, kram perut, hingga demam.

Risiko tersebut semakin besar apabila potongan semangka kemudian dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang sehingga bakteri berkembang biak dengan cepat.

Kontaminasi Bisa Terjadi Sejak di Kebun

Para ahli menjelaskan, semangka sangat rentan terpapar bakteri karena tumbuh langsung di atas permukaan tanah.

Selama proses panen, pengangkutan, penyimpanan di supermarket, hingga berada di dapur rumah, kulit semangka dapat bersentuhan dengan tanah, troli belanja, meja dapur, maupun permukaan lain yang tidak steril.

Baca Juga: Manajemen RSU Tanjungselamat Buka Suara soal Gaji Tertunggak 7 Bulan, Sebut Minim Pasien dan Belum Bermitra dengan BPJS Jadi Penyebab

Karena itu, mencuci kulit buah sebelum dipotong menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko perpindahan bakteri.

Cara Mencuci Semangka yang Benar

Sebelum mulai memotong semangka, pastikan tangan telah dicuci menggunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 20 detik, termasuk membersihkan sela-sela jari dan bagian bawah kuku.

Gunakan talenan dan pisau yang bersih. Apabila sebelumnya digunakan untuk memotong daging mentah, ikan, atau ayam, peralatan tersebut harus dicuci menggunakan air panas dan sabun sebelum dipakai kembali agar tidak terjadi kontaminasi silang.

Selanjutnya, bilas semangka utuh di bawah air mengalir sambil memutar seluruh permukaannya.

Apabila terdapat tanah atau kotoran yang menempel, gosok perlahan menggunakan sikat khusus untuk buah dan sayuran, lalu bilas kembali hingga bersih.

Setelah itu, keringkan kulit semangka menggunakan tisu dapur atau kain bersih yang kering sebelum mulai memotongnya.

Cara Memotong yang Lebih Aman

Agar lebih stabil saat dipotong, potong terlebih dahulu sekitar 1–2 sentimeter pada kedua ujung semangka sehingga memiliki permukaan datar.

Baca Juga: Jangan Asal Sarapan! Ternyata Waktu Makan Pagi Berpengaruh pada Kesehatan Jantung

Selanjutnya, semangka dapat diposisikan secara tegak atau mendatar sebelum dibelah sesuai kebutuhan.

Jangan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Setelah dipotong, semangka sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang karena bakteri dapat berkembang lebih cepat.

Simpan potongan semangka di dalam lemari pendingin apabila belum akan langsung dikonsumsi.

Dalam kondisi penyimpanan yang benar, semangka potong umumnya masih aman dikonsumsi selama tiga hingga lima hari.

Mencuci kulit semangka mungkin terlihat sebagai langkah sederhana. Namun, kebiasaan kecil ini dapat menjadi perlindungan penting untuk mencegah kontaminasi bakteri dan menjaga keamanan makanan bagi seluruh anggota keluarga. (net/han)

Editor : Johan Panjaitan
keracunan sepele semangka Kesalahan