JAKARTA, Sumutpos.Jawapos.com – Panjang umur bukan semata ditentukan oleh faktor genetik. Gaya hidup sehari-hari ternyata memiliki peran yang jauh lebih besar dalam menentukan seberapa lama dan seberapa sehat seseorang menjalani hidup.
Temuan tersebut diperkuat melalui penelitian berskala besar yang dilakukan ilmuwan di Inggris terhadap lebih dari 260.000 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa menerapkan delapan indikator kesehatan utama secara konsisten dapat menurunkan risiko kematian dini lebih dari 20 persen, sekaligus meningkatkan harapan hidup hingga sekitar satu dekade.
Temuan ini dipublikasikan dan dikutip oleh Daily Mail, yang mengulas konsep Life's Essential 8, delapan indikator kesehatan yang dikembangkan American Heart Association (AHA) sebagai panduan hidup sehat.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Bersiap Tinggalkan Timnas Portugal, Laga Melawan Wales Jadi Penutup?
Delapan Kebiasaan yang Menentukan Panjang Umur
Para ahli menjelaskan, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan rutin berolahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Delapan aspek kesehatan harus dijaga secara bersamaan agar memberikan manfaat maksimal bagi tubuh.
Delapan indikator tersebut meliputi:
Tidur berkualitas selama 7–9 jam setiap malam.
Menerapkan pola makan sehat dan seimbang.
Melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit setiap pekan.
Tidak merokok atau menggunakan produk nikotin.
Menjaga berat badan tetap ideal.
Mengontrol kadar kolesterol.
Menjaga kadar gula darah tetap normal.
Mengendalikan tekanan darah.
Menurut para peneliti, setiap indikator saling berkaitan dan bersama-sama berkontribusi terhadap kesehatan jantung, pembuluh darah, serta fungsi organ tubuh secara keseluruhan.
Tambahan Usia Hingga Belasan Tahun
Hasil penelitian menunjukkan, orang yang mampu mencapai skor ideal pada seluruh indikator Life's Essential 8 berpotensi memperoleh tambahan harapan hidup rata-rata hampir 12 tahun dibandingkan mereka yang memiliki skor kesehatan rendah.
Sementara itu, mereka yang belum mampu mencapai kondisi ideal tetap memperoleh manfaat signifikan. Perbaikan sederhana dalam pola hidup sehari-hari dapat memperpanjang usia hingga sekitar delapan tahun.
Baca Juga: Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Dengan kata lain, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan dalam jangka panjang.
Manfaat Juga Terasa bagi Penderita Penyakit Kronis
Menariknya, manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh individu yang sehat. Penelitian juga menemukan bahwa orang yang hidup dengan diabetes maupun penyakit jantung kronis tetap memperoleh peningkatan harapan hidup apabila mampu memperbaiki skor kesehatan mereka.
Hal ini menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup tetap memberikan efek positif, bahkan setelah seseorang didiagnosis mengidap penyakit tertentu.
Tak Hanya Memperpanjang Usia
Para peneliti menegaskan, tujuan hidup sehat bukan sekadar menambah jumlah tahun kehidupan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup.
Orang yang memiliki skor tinggi dalam Life's Essential 8 diketahui memiliki risiko lebih rendah mengalami berbagai penyakit degeneratif, termasuk demensia dan kanker, saat memasuki usia lanjut.
Selain itu, penelitian menemukan bahwa peserta dengan skor kesehatan terbaik memiliki usia biologis rata-rata enam tahun lebih muda dibandingkan usia kronologis mereka.
Baca Juga: BGN Bersih-Bersih Program MBG, 261 Pegawai Dipecat dan 833 Dapur Ditutup Sementara
Artinya, meski berusia 60 tahun secara kalender, kondisi tubuh mereka dapat menyerupai seseorang yang berusia sekitar 54 tahun.
Temuan ini semakin menegaskan bahwa menjaga pola hidup sehat bukanlah investasi jangka pendek, melainkan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan, kualitas hidup, dan peluang menikmati usia yang lebih panjang.
Delapan indikator Life's Essential 8
Tidur 7–9 jam setiap malam.
Konsumsi makanan bergizi seimbang.
Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.
Hindari rokok dan produk nikotin.
Pertahankan berat badan ideal.
Jaga kadar kolesterol tetap normal.
Kendalikan kadar gula darah.
Pertahankan tekanan darah dalam batas sehat. (net/han)