Kaki Bengkak karena Diabetes, Ini Cara Mengatasinya

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi, kaki juga bisa bengkak akibat penyakit diabetes. (pexels.com)
Ilustrasi, kaki juga bisa bengkak akibat penyakit diabetes. (pexels.com)

 


sumutpos.jawapos.com - Untuk kasus tertentu, diabetes bisa membuat kaki bengkak. Dan, kondisi ini cukup sering terjadi akibat gangguan sirkulasi darah.

Dengan kata lain, kaki bengkak karena kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang merusak pembuluh darah kecil, sehingga membuat aliran darah tidak berjalan optimal.

Melansir Healthline, Rabu (29/7/2026), penumpukan cairan ini dikenal sebagai edema, yaitu pembengkakan yang terjadi akibat cairan berlebih di dalam jaringan tubuh.

Berikut cara mengatasi kaki bengkak karena diabetes:

1. Pakai kaus kaki kompresi
Kaus kaki kompresi dapat membantu memberikan tekanan yang tepat pada kaki dan tungkai sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.

Sebuah penelitian pada 2017 menyebut, tekanan tersebut membantu mencegah penumpukan cairan di kaki dan pergelangan kaki. 

Kaus kaki kompresi biasanya digunakan pada siang hari dan dilepas saat tidur.

2. Mengangkat kaki lebih tinggi 
Mengangkat kaki saat duduk atau berbaring dapat membantu mengurangi penumpukan cairan di bagian bawah tubuh. 

Posisi ini memungkinkan cairan yang terkumpul di kaki kembali mengalir ke bagian tubuh lainnya melalui sistem peredaran darah.

Anda dapat mengganjal kaki dengan bantal saat berbaring atau meletakkan kaki di bangku kecil saat duduk.

3. Rutin berolahraga
Aktivitas fisik dapat memperlancar sirkulasi darah sekaligus menjaga kadar gula darah tetap stabil. 

Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.

Olahraga juga membantu mengurangi risiko pembengkakan yang disebabkan oleh terlalu lama duduk atau tidak bergerak. 

Idealnya, berolahragalah setidaknya 150 menit per minggu atau rata-rata 30 menit per hari.

4. Menjaga berat badan ideal
Menjaga berat badan tetap ideal dapat membantu mengontrol kadar gula darah serta mengurangi tekanan pada pembuluh darah di kaki.

Ketika kadar gula darah berada dalam rentang stabil, risiko kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan gangguan sirkulasi dapat berkurang.

Selain itu, berat badan yang sehat juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan masalah sendi.

5. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
Minum air yang cukup dapat membantu tubuh mengatur keseimbangan cairan. 

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, tubuh justru cenderung menahan cairan lebih banyak, yang dapat memperburuk pembengkakan.

6. Mengurangi konsumsi garam
Konsumsi garam berlebih dapat memperparah penumpukan cairan di dalam tubuh. 

Oleh karena itu, penderita diabetes dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi natrium, seperti makanan olahan, makanan kaleng, serta camilan asin.

Mengganti garam dengan bumbu alami seperti bawang putih, oregano, atau paprika dapat membantu mengurangi asupan natrium dalam makanan.

7. Menghindari duduk terlalu lama
Duduk dalam waktu lama dapat memperlambat aliran darah di kaki dan memicu pembengkakan. 

Untuk mencegahnya, usahakan berdiri atau berjalan singkat setiap satu jam sekali agar sirkulasi darah tetap lancar.

8. Memastikan kebutuhan magnesium tercukupi
Magnesium merupakan mineral yang berperan penting dalam fungsi saraf dan pengaturan kadar gula darah. 

Kekurangan magnesium dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk penumpukan cairan di tubuh.

9. Merendam kaki dengan garam epsom
Merendam kaki dengan air hangat yang dicampur garam Epsom dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman dan mengurangi pembengkakan.

Namun, penderita diabetes perlu berhati-hati karena kerusakan saraf dapat membuat kaki menjadi kurang sensitif terhadap suhu air. 

Pastikan suhu air tidak terlalu panas dan hindari merendam kaki jika terdapat luka terbuka.(lin)

Editor : Redaksi
kesehatan tips sehat kaki bengkak diabetes gula darah