Sumutpos.jawapos.com-Kurang tidur bukan sekadar membuat tubuh terasa lemas keesokan harinya. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu fungsi otak, menurunkan produktivitas, hingga memengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh sebenarnya telah memberikan sinyal ketika membutuhkan istirahat. Sayangnya, tanda-tanda tersebut kerap dianggap sepele dan baru disadari setelah kondisi semakin memburuk.
Mengutip Health, berikut lima tanda yang menunjukkan tubuh dan otak Anda mungkin mengalami kelelahan akibat kurang tidur.
1. Sulit Fokus saat Membaca atau Menonton
Pernah membaca satu halaman buku berulang kali tetapi tetap tidak memahami isinya? Atau menonton film tanpa benar-benar mengikuti alur ceritanya?
Baca Juga: Mau Rumah Beraroma Hotel? Coba Tips Ini
Kondisi ini bisa menjadi pertanda otak kekurangan waktu istirahat.
Saat tidur, otak memproses dan menyimpan informasi yang diterima sepanjang hari. Jika waktu tidur tidak mencukupi, kemampuan otak untuk berkonsentrasi dan membentuk memori jangka pendek akan menurun sehingga Anda lebih mudah kehilangan fokus.
2. Emosi Mudah Berubah
Kurang tidur juga berdampak langsung pada kestabilan emosi.
Seseorang yang kurang tidur cenderung lebih mudah marah, sedih, cemas, atau tersinggung meski menghadapi masalah kecil. Hal ini terjadi karena otak menjadi kurang efektif dalam mengendalikan stres dan mengolah emosi.
Perubahan suasana hati bahkan bisa muncul setelah beberapa malam tidur yang tidak berkualitas, dan akan semakin terasa jika pola tersebut terus berlanjut.
3. Sering Melakukan Kesalahan Sepele
Kesalahan sederhana, seperti salah mengetik email, lupa mengirim dokumen, atau keliru menghitung angka, dapat menjadi tanda menurunnya konsentrasi akibat kurang tidur.
Dalam situasi tertentu, dampaknya bahkan bisa jauh lebih serius, misalnya ketika mengemudi, mengoperasikan mesin, atau menjalankan pekerjaan yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi.
Karena itu, kurang tidur bukan hanya persoalan rasa kantuk, tetapi juga menyangkut keselamatan.
Baca Juga: Mengenal Soft Living, Gaya Hidup Kalem dan Antiruwet
4. Lebih Pelupa dari Biasanya
Jika akhir-akhir ini Anda sering lupa meletakkan kunci, melewatkan janji, atau kesulitan mengingat informasi yang baru diterima, jangan buru-buru menyalahkan usia.
Kurang tidur dapat menghambat proses pembentukan memori. Saat tidur, otak mengatur dan menyimpan informasi agar mudah diingat kembali. Ketika waktu istirahat berkurang, proses tersebut tidak berjalan optimal sehingga daya ingat pun menurun.
5. Sulit Menemukan Kata atau Mengikuti Percakapan
Kelelahan juga dapat memengaruhi kemampuan berkomunikasi.
Orang yang kurang tidur sering kali kesulitan mengingat nama seseorang, mencari kata yang tepat saat berbicara, atau kehilangan fokus ketika mendengarkan lawan bicara.
Meski terlihat sederhana, kondisi ini menunjukkan fungsi kognitif sedang menurun karena otak belum mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.
Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal?
Menurut American Academy of Sleep Medicine, orang dewasa dianjurkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam untuk menjaga kesehatan tubuh dan fungsi otak.
Selain memperhatikan durasi, kualitas tidur juga penting. Tidur dapat dikatakan cukup baik apabila:
Anda dapat tertidur dalam waktu sekitar 30 menit setelah berbaring.
Anda merasa segar, waspada, dan berpikir jernih dalam waktu sekitar 30 menit setelah bangun tidur.
Jika berbagai tanda di atas mulai sering muncul, jangan abaikan. Memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup bukan hanya membantu memulihkan energi, tetapi juga menjaga konsentrasi, kestabilan emosi, daya ingat, serta kesehatan secara menyeluruh dalam jangka panjang.(net/han)
Editor : Johan Panjaitan