Bukan Cuma Minum Air Putih! Ini Makanan dan Minuman Terbaik agar Tubuh Tetap Kuat Saat Cuaca Panas Ekstrem

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 12:30 WIB
ILUSTRASI: kekurangan minum air putih bisa mengakibatkan berbagai penyakit. (FREEPIK)
ILUSTRASI: kekurangan minum air putih bisa mengakibatkan berbagai penyakit. (FREEPIK)

 

Sumutpos.jawapos.com-Cuaca panas ekstrem bukan lagi sekadar membuat tubuh tidak nyaman. Ketika suhu udara terus meningkat hingga mendekati 37 derajat Celsius, risiko gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga serangan panas (heat stroke) ikut meningkat.

Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi tidak cukup hanya dengan memperbanyak minum air putih. Pola makan, asupan elektrolit, hingga cara melindungi tubuh dari paparan sinar matahari juga memegang peranan penting.

Dilansir dari RBC. Ukraina, seorang ahli  gizi Oksana Skytalinska menjelaskan, tubuh membutuhkan strategi yang tepat agar mampu bertahan saat cuaca sangat panas.

Panas Ekstrem Jadi Ancaman Kesehatan

Cuaca panas kini menjadi salah satu tantangan kesehatan global. Berdasarkan laporan terbaru The Lancet Countdown, suhu ekstrem menyebabkan sekitar satu kematian setiap menit di seluruh dunia.

Saat suhu lingkungan meningkat, tubuh akan mengeluarkan keringat sebagai mekanisme alami untuk mendinginkan diri. Namun, proses ini juga membuat tubuh kehilangan banyak cairan sekaligus mineral penting, terutama natrium dan kalium atau yang dikenal sebagai elektrolit.

Baca Juga: Tak Butuh Waktu Lama! Ini 12 Zodiak yang Paling Mudah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Elektrolit berfungsi menjaga irama jantung tetap normal, mendukung kerja sistem saraf, serta mempertahankan keseimbangan cairan di dalam sel. Jika tidak segera diganti, tubuh akan lebih mudah mengalami dehidrasi dan gangguan fungsi organ.

Air Putih Saja Tidak Selalu Cukup

Banyak orang mengira segelas air dingin sudah cukup untuk mengatasi rasa haus. Padahal, ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat akibat beraktivitas di luar ruangan, air putih tidak selalu mampu menggantikan elektrolit yang hilang.

Dalam kondisi tersebut, air mineral yang mengandung mineral alami atau larutan rehidrasi oral dapat menjadi pilihan yang lebih efektif. Mengonsumsi makanan yang mengandung sedikit garam juga membantu mengganti natrium yang hilang melalui keringat.

Cara sederhana mengetahui apakah tubuh kekurangan cairan adalah dengan memperhatikan warna urine. Warna kuning muda menandakan tubuh terhidrasi dengan baik, sedangkan warna yang lebih gelap bisa menjadi sinyal awal dehidrasi.

Baca Juga: Satpol PP Binjai Disorot, Dinilai Berhasil Tertibkan Fasum dan Amankan Aset Daerah

Selain itu, teh hijau hangat atau dingin dengan seduhan ringan dapat membantu menyegarkan tubuh. Sementara bagi pencinta kopi, disarankan menambah konsumsi air putih setelah minum kopi agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.

Sebaliknya, minuman bersoda atau tinggi gula sebaiknya dihindari. Kandungan gula yang tinggi justru dapat meningkatkan rasa haus tanpa membantu menggantikan elektrolit yang dibutuhkan tubuh.

Pilih Makanan Ringan dan Kaya Elektrolit

Jenis makanan yang dikonsumsi juga memengaruhi kemampuan tubuh menghadapi cuaca panas.

Makanan berlemak dan berat membutuhkan energi lebih besar untuk dicerna. Proses tersebut menghasilkan panas tambahan di dalam tubuh sehingga rasa gerah menjadi semakin meningkat.

Karena itu, hidangan berbahan dasar daging lebih baik dikonsumsi pada malam hari ketika suhu udara mulai turun.

Sebaliknya, saat siang hari pilih makanan yang kaya kalium seperti tomat, seledri, sayuran hijau, alpukat, kiwi, aprikot, melon, dan aneka kacang-kacangan.

Menu berkuah dingin, seperti gazpacho khas Spanyol atau sup sayuran dingin, juga bisa menjadi pilihan untuk membantu tubuh terasa lebih segar.

Sementara itu, makanan atau minuman yang mengandung mint maupun mentol memang tidak benar-benar menurunkan suhu tubuh. Namun, kandungan tersebut mampu merangsang reseptor dingin di mulut sehingga memberikan sensasi sejuk.

Lindungi Tubuh dari Panas Matahari

Selain menjaga asupan makanan dan minuman, perlindungan dari paparan sinar matahari juga tidak kalah penting.

Usahakan menghindari aktivitas di luar ruangan pada pukul 11.00 hingga 17.00, saat intensitas sinar matahari berada pada puncaknya.

Baca Juga: Kadisdik Langkat Mundur Mendadak, Isu Tekanan Mencuat

Jika harus keluar rumah, kenakan pakaian longgar berwarna terang berbahan katun agar sirkulasi udara lebih baik. Jangan lupa memakai topi atau membawa payung untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.

Menjaga kulit tetap lembap juga dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman. Semprotkan air ke wajah, leher, dan tangan, atau tempelkan kain bersih yang dibasahi air di bagian belakang leher. Area tersebut berperan penting dalam membantu tubuh melepaskan panas.

Di rumah, mandi menggunakan air sejuk juga dianjurkan. Namun, hindari air yang terlalu dingin karena dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga tubuh justru lebih sulit melepaskan panas.

Tak kalah penting, pastikan waktu tidur tetap cukup setiap malam. Tidur berkualitas membantu tubuh menjaga sistem pengaturan suhu sehingga lebih siap menghadapi cuaca panas keesokan harinya.(net/han)

Editor : Johan Panjaitan
air putih minuman Panas Ekstrem makanan