Sumutpos.jawapos.com – Menjaga kesehatan jantung tidak hanya soal memilih makanan sehat dan rutin berolahraga. Apa yang dilakukan sebelum tidur juga dapat memengaruhi kualitas istirahat, tekanan darah, serta kesehatan kardiovaskular dalam jangka panjang.
Sejumlah ahli jantung menyoroti beberapa kebiasaan malam yang sering dianggap sepele, tetapi dapat mengganggu tidur dan membuat tubuh sulit memasuki fase pemulihan secara optimal.
Dilansir dari laman RBC.Ukraina, berikut ini empat kebiasaan yang sebaiknya diperhatikan sebelum beranjak ke tempat tidur.
1. Tidur dan Bangun pada Jam yang Tidak Menentu
Tubuh membutuhkan ritme yang teratur, termasuk dalam hal tidur. Kebiasaan tidur pada waktu yang berbeda-beda setiap malam dapat mengganggu ritme sirkadian dan membuat kualitas tidur menurun.
Ahli jantung Dr. Cynthia Ko menyarankan membangun rutinitas sebelum tidur agar tubuh mendapatkan sinyal bahwa waktunya beristirahat.
Baca Juga: Polda Sumut Akan Penuhi Panggilan Komisi 3 DPR RI Terkait Kasus Dugaan Bunuh Diri Mantan Istri Polis
Mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik yang menenangkan dapat menjadi bagian dari rutinitas tersebut.
Jadwal tidur yang konsisten membantu tubuh mengatur berbagai fungsi biologis, termasuk perubahan alami denyut jantung dan tekanan darah pada malam hari.
Sebaliknya, pola tidur yang berantakan dapat membuat tubuh kesulitan mencapai kondisi istirahat yang optimal.
2. Terlalu Sering Makan Larut Malam
Makan terlalu dekat dengan waktu tidur juga patut diperhatikan, terutama jika menjadi kebiasaan.
Sejumlah penelitian mengaitkan waktu makan yang lebih larut dengan risiko kardiovaskular yang lebih tinggi. Salah satu penelitian terhadap lebih dari 100.000 orang menemukan adanya hubungan antara kebiasaan makan setelah pukul 21.00 dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang menyelesaikan makan malam lebih awal.
Baca Juga: Pemkab Dairi Dapat Tambahan DAU Rp9,8 Miliar, TPP Juni-Juli Segera Cair
Namun, temuan semacam ini menunjukkan hubungan, bukan berarti makan setelah jam tertentu secara otomatis menyebabkan penyakit jantung.
Selain waktu makan, jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi juga penting. Alkohol, kafein, minuman tinggi gula, serta makanan pedas menjelang tidur dapat mengganggu kualitas istirahat pada sebagian orang.
Kafein, misalnya, dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk. Sementara makanan pedas berpotensi memicu rasa tidak nyaman atau refluks pada orang tertentu.
3. Membiarkan Kamar Tidur Tidak Nyaman
Kamar tidur seharusnya menjadi tempat tubuh benar-benar beristirahat. Namun, suhu terlalu panas, suara bising, kasur yang tidak nyaman, atau bantal yang tidak mendukung posisi tidur dapat membuat tubuh terus berada dalam kondisi kurang rileks.
Gangguan tersebut dapat menyebabkan seseorang lebih sering terbangun dan mengurangi kualitas tidur.
Lingkungan kamar yang terlalu panas juga dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mengatur suhu. Dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, termasuk kesehatan jantung.
Baca Juga: Gerebek Sarang Narkoba di Rel KA Tembung, Polisi Tangkap Anggota Geng Motor GPS
Karena itu, kamar tidur idealnya dibuat sejuk, gelap, dan tenang, dengan kasur serta bantal yang mendukung kenyamanan tidur.
4. Terlalu Lama Menatap Layar Sebelum Tidur
Kebiasaan terakhir yang sering sulit ditinggalkan adalah menggunakan ponsel atau menonton televisi menjelang tidur.
Bukan hanya cahaya dari layar yang menjadi persoalan. Konten yang memicu emosi—seperti berita buruk, perdebatan di media sosial, atau film penuh ketegangan—juga dapat membuat otak tetap aktif ketika tubuh seharusnya mulai beristirahat.
Paparan cahaya dari perangkat elektronik pada malam hari juga dapat memengaruhi produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur rasa kantuk dan siklus tidur.
Karena itu, memberikan jeda sekitar satu jam tanpa perangkat elektronik sebelum tidur dapat menjadi kebiasaan yang membantu tubuh memasuki fase istirahat dengan lebih tenang.
Baca Juga: 70 Persen Dana TKD Pemko Binjai Difokuskan untuk Benahi Jalan Rusak
Cobalah mengganti waktu tersebut dengan membaca buku, melakukan peregangan ringan, mandi air hangat, atau sekadar mematikan lampu dan menenangkan pikiran.
Jantung Juga Membutuhkan Waktu untuk Beristirahat
Empat kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi kualitas tidur merupakan bagian penting dari gaya hidup yang mendukung kesehatan jantung.
Yang perlu diingat, tidak ada satu kebiasaan malam yang secara otomatis menentukan seseorang akan terkena atau terhindar dari penyakit jantung. Risiko kardiovaskular dipengaruhi banyak faktor, termasuk pola makan, aktivitas fisik, tekanan darah, kadar kolesterol, kebiasaan merokok, kondisi medis, usia, dan faktor genetik.
Karena itu, menjaga kesehatan jantung sebaiknya dilakukan secara menyeluruh.
Tidur teratur, makan dengan bijak, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, dan memberi jeda dari layar sebelum tidur adalah langkah kecil yang dapat membantu tubuh mendapatkan istirahat lebih berkualitas. Pada akhirnya, menjaga jantung bukan hanya dilakukan saat kita terjaga, tetapi juga melalui bagaimana kita memperlakukannya ketika tubuh bersiap beristirahat. (net/han)
Editor : Johan Panjaitan