sumutpos.jawapos.com - Secara medis hamil anggur disebut mola hidatidosa, yakni kondisi kehamilan yang unik namun berisiko.
Disebut berisiko karena hamil anggur berarti janin tidak jadi bayi dan efeknya bisa memicu penyakit berat seperti kanker.
Yang jelas, hamil anggur bukanlah fenomena baru, melainkan komplikasi kehamilan yang memerlukan penanganan medis segera.
Melansir Mayo Clinic, Rabu (12/8/2026), hamil anggur terjadi akibat pertumbuhan sel-sel trofoblas yang tidak wajar.
Baca Juga: Pemprov Sumut Dorong Penguatan Kolaborasi Antarprovinsi se-Sumatera
Sel-sel ini seharusnya berkembang menjadi plasenta yang memberi makan janin, namun dalam kasus mola, mereka justru berubah menjadi sekumpulan kista berisi cairan yang bentuknya menyerupai untaian buah anggur.
Terdapat dua kategori utama hamil anggur yang bisa dialami perempuan produktif.
Pertama, hamil anggur komplet. Ini merujuk pada kondisi di mana sel telur yang dibuahi 'kosong' atau tidak memiliki materi genetik dari ibu.
Akibatnya, tidak ada janin yang terbentuk, yang ada hanya jaringan plasenta abnormal yang membengkak.
Baca Juga: Danantara Kucurkan Rp225 Triliun, 37.833 Lapangan Kerja Baru Bakal Dibuka
Kedua, hamil anggur parsial. Pada jenis ini, materi genetik ibu tetap ada, namun sperma yang membuahi berjumlah dua atau tiga, sehingga terjadi kelebihan kromosom (biasanya 69 kromosom, bukan 46).
Janin mungkin sempat terbentuk, namun tidak akan bisa bertahan hidup dan biasanya berakhir dengan keguguran di awal kehamilan.
Secara biologis, kehamilan normal bermula dari pertemuan sel telur dan sperma yang masing-masing menyumbang 23 kromosom. Namun, pada hamil anggur, terjadi kegagalan sistematis.
Dengn kata lain, hamil anggur terjadi karena telurnya kosong lalu dibuahi dua atau tiga sperma.
Baca Juga: LaLiga 2026–2027 Kickoff Akhir Pekan Ini, Mourinho dan Cholo Kembali Panaskan Derbi Madrileno
Kondisi ini bukanlah penyakit genetik atau keturunan. Jika seseorang pernah mengalaminya, hal itu bukan berarti ia membawa 'bakat' keturunan, melainkan murni kesalahan proses pembuahan pada saat itu.
Berikut gejala-gejala spesifik hamil anggur yang harus segera dikonsultasikan ke dokter:
1. Pendarahan Vagina
Biasanya berwarna cokelat tua hingga merah terang pada trimester pertama.
2. Mual dan Muntah Hebat
Gejala morning sickness yang jauh lebih parah dari biasanya.
3. Keluarnya Kista
Munculnya jaringan berbentuk seperti butiran anggur dari vagina.
Baca Juga: Musim Penghujan, BPBD Medan Fokus Mitigasi Bencana dan Penanggulangan
4. Nyeri Panggul
Adanya tekanan atau rasa sakit di area panggul.
5. Pertumbuhan Rahim yang Cepat
Ukuran perut terlihat jauh lebih besar dibandingkan usia kehamilan yang seharusnya.
6. Kadar HCG Sangat Tinggi
Sel plasenta abnormal menghasilkan hormon beta HCG dalam jumlah sangat besar, bahkan bisa mencapai jutaan. (lin)