India for Health bersama Apollo Hospitals, Buka Akses Transplantasi Liver Hingga Robotic Surgery

Juli Rambe • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Gedung Rumah Sakit India for Health bersama Apollo Hospitals.(Dok : Apollo Hospitals)
Gedung Rumah Sakit India for Health bersama Apollo Hospitals.(Dok : Apollo Hospitals)

 

MEDAN, SUMUT POS - Merespons tingginya kebutuhan akan kesehatan, Apollo Hospitals Hub Indonesia hadir sebagai jembatan resmi yang menghubungkan masyarakat Indonesia khususnya dari Medan dengan jaringan raksasa Apollo Hospitals di India.

Kehadiran hub ini mempermudah akses konsultasi dan rujukan untuk kasus-kasus medis berat, seperti transplantasi organ (liver dan ginjal), penanganan kanker lanjutan, penyakit jantung, hingga tindakan robotic surgery.

Direktur India for Health sekaligus Direktur Apollo Hospitals Hub Indonesia, Ribkah Darmawati, menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap informasi pengobatan berteknologi tinggi semakin membesar seiring terbukanya akses digital.

Baca Juga: Bupati Batu Bara Hadiri Paripurna Istimewa Pidato Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

"Kami melihat ada pilihan lain yang belum banyak diketahui masyarakat Indonesia, yaitu India, khususnya Apollo Hospitals. Kami datang ke Medan agar masyarakat mengetahui bahwa ketika membutuhkan second opinion atau penanganan medis kompleks yang belum bisa dilakukan di sini, ada pilihan yang sangat rasional untuk berkonsultasi dengan dokter-dokter di Apollo," ujar Ribkah, didampingi Sherene Aisya Maharayni, belum lama ini.

Satu hal yang menarik, Medan memegang posisi strategis dalam pemetaan pasien asal Indonesia yang berobat ke Apollo Hospitals. Berdasarkan data pemaparan Apollo Hospitals Hub Indonesia, sekitar 70 persen pasien yang memanfaatkan layanan penghubung ini berasal dari Medan, dengan kasus gangguan fungsi liver serta transplantasi organ sebagai kasus paling dominan.

Angka tersebut menegaskan bahwa masyarakat Medan tidak hanya semakin terbuka terhadap opsi medis internasional, tetapi juga mulai kritis membandingkan pilihan berdasarkan track record rumah sakit, kecanggihan teknologi, estimasi biaya, hingga rasio keberhasilan tindakan hingga 98 persen.

Meski demikian, pihak Apollo Hospitals menekankan bahwa terbukanya akses ini bukan berarti semua penyakit harus diterbangkan ke India. Apabila suatu kondisi medis masih dapat ditangani dengan baik oleh fasilitas kesehatan di Indonesia, tidak ada alasan untuk berobat jauh-jauh. Namun, untuk kasus-kasus yang memerlukan teknologi khusus, ketersediaan donor transplantasi, atau terapi tingkat lanjut, mendapatkan second opinion adalah hak fundamental pasien demi memastikan langkah medis terbaik.

Salah satu fokus utama yang paling banyak dikonsultasikan oleh pasien asal Medan adalah penyakit liver. Penyakit seperti Hepatitis B/C hingga Sirosis sering kali berkembang secara lambat tanpa gejala yang mencolok (silent killer). 

Untuk pasien dengan tingkat kerusakan liver stadium akhir (end-stage liver disease), transplantasi liver menjadi jalan terapi utama setelah melalui evaluasi medis yang ketat. Dalam proses ini, donor dapat berasal dari anggota keluarga yang memenuhi persyaratan kompatibilitas medis. Karena organ liver memiliki kemampuan alami untuk meregenerasi (regrow), sebagian liver dari donor hidup akan tumbuh kembali, baik pada tubuh donor maupun penerima (resipien).

Jaringan rumah sakit ini tercatat telah menangani lebih dari 6.500 tindakan transplantasi liver.

Secara keseluruhan, jaringan Apollo Hospitals mengoperasikan sekitar 78 rumah sakit di berbagai kota besar di India yang ditunjang oleh pusat keunggulan (Centers of Excellence).

Apollo Hospitals Hub Indonesia memaparkan estimasi biaya untuk beberapa tindakan medis besar yang tergolong sangat kompetitif jika dibandingkan dengan negara tujuan berobat lainnya. Jenis tindakan medis estimasi biaya di Apollo Hospitals

Transplantasi Liver berkisar Rp750 Juta – Rp1 Miliar. Mencakup evaluasi donor & perawatan ~21 hari. (Di beberapa negara lain dapat melebihi Rp6 Miliar).

Transplantasi Ginjal ± Rp650 Juta tergantung pada kondisi spesifik pasien & durasi perawatan pasca-operasi.

Kendati menyajikan estimasi angka, Apollo Hub Indonesia mengimbau pasien dan keluarga untuk memahami bahwa biaya medis bukanlah skema tarif tunggal yang berlaku konstan untuk semua orang.

Kepastian diagnosis, komorbiditas (penyakit penyerta), pemeriksaan laboratorium lanjutan, kebutuhan obat-obatan khusus, hingga respons tubuh pasien selama perawatan sangat menentukan total biaya akhir. Angka-angka tersebut hendaknya diposisikan sebagai acuan awal dalam perencanaan finansial keluarga.

Salah satu peran kunci dari Apollo Hospitals Hub Indonesia adalah memangkas ketidakpastian administratif yang sering dihalangi pasien saat hendak berobat ke luar negeri. Pasien tidak disarankan untuk berangkat secara mendadak tanpa koordinasi awal dengan tim medis di negara tujuan.

Melalui hub rujukan ini, seluruh tahapan disusun secara sistematis sebelum pasien memutuskan untuk membeli tiket perjalanan yaitu mengumpulkan rekam medis di rumah sakit terdahulu, dilanjutkan dengan pengiriman dan evaluasi tim medis Apollo (2-3 hari), konsultasi Telemedis via Zoom (gratis), rekomendasi medis dan estimasi biaya lalu proses pengurusan Medical Visa dan keberangkatan.

"Membawa pasien yang berada dalam kondisi sakit serius ke luar negeri tanpa persiapan medis yang matang tentu bukan hal yang bijak. Seluruh kepastian indikasi dan rencana tindakan harus diselesaikan terlebih dahulu di Indonesia," jelas tim operasional hub.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa pasien memang perlu mendapatkan penanganan langsung di India, hub rujukan akan mendampingi proses administrasi perjalanan, mulai dari permohonan Medical Visa, pemesanan tiket penerbangan, hingga reservasi akomodasi penunjang. Setibanya di bandara tujuan di India, tim rumah sakit Apollo akan melakukan penjemputan dan pengawalan medis hingga pasien tiba di fasilitas perawatan. (san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
apollo hospital apollo hospital hub indonesia wisata kesehatan india penyakit liver