sumutpos.jawapos.com - Penelitian modern menunjukkan bahwa stres memang memiliki hubungan erat dengan kesehatan usus, artinya perut.
Maksudnya, itulah sebab masalah perut seperti kembung, mual, mulas, hingga sulit buang air besar sering kali muncul ketika tubuh sedang berada dalam tekanan.
Melansir Healthine, Kamis (20/8/2026), di balik sistem pencernaan manusia, terdapat triliunan bakteri baik yang tidak hanya membantu mencerna makanan, tetapi juga berperan dalam mengatur respons tubuh terhadap stres.
Artinya, bakteri-bakteri ini bekerja mengikuti ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur, rasa lapar, metabolisme, hingga energi sepanjang hari.
Baca Juga: Ini Teknik Mencuci Pakaian agar Bahan dan Warna Tetap Awet, Pahamilah
Dengan kata lain, ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Hormon ini sebenarnya penting untuk membantu tubuh tetap waspada.
Namun, jika kadarnya terus tinggi dalam jangka panjang, dampaknya bisa mengganggu sistem pencernaan.
Kortisol dapat memperlambat atau justru mempercepat pergerakan usus, memicu peradangan, serta mengubah keseimbangan mikrobioma usus.
Akibatnya, sistem pencernaan menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami gangguan.
Baca Juga: Benny Sinomba Dimutasi ke Pemprov Sumut, Kini Berstatus Staf
Tak hanya itu, stres juga sering memengaruhi kualitas tidur. Padahal, tidur merupakan waktu penting bagi tubuh untuk melakukan pemulihan, termasuk bagi sistem pencernaan.
Sebuah studi menjelaskan bahwa begadang, jadwal makan yang berantakan, kerja shift, hingga kebiasaan menatap layar sebelum tidur adalah beberapa faktor yang membuat jam biologis tubuh tidak sinkron.
Ketika ritme sirkadian terganggu, bakteri baik di usus juga ikut terdampak. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan, gangguan gula darah, hingga peradangan kronis.
Padahal, menjaga kesehatan usus sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Salah satunya adalah menjaga pola makan tetap teratur.
Baca Juga: Medan DigiFest Perkuat QRIS dengan Program MaxRide Go Digital Rp81/Trip
Selain pola makan, hidrasi memegang peran besar dalam kesehatan usus. Air membantu hampir seluruh proses pencernaan, mulai dari pembentukan air liur hingga membantu pergerakan sisa makanan dalam usus.
Segelas air di pagi hari sebelum makan pertama dapat membantu 'membangunkan' sistem pencernaan sekaligus memberi sinyal pada jam biologis tubuh untuk mulai aktif.
Sementara itu, kualitas tidur juga sangat menentukan kondisi usus. Sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk melambat dan beristirahat, sama seperti otak.
Karena itu, mengonsumsi makanan berat, tinggi lemak, terlalu manis, atau minuman berkafein menjelang tidur sebaiknya dihindari.
Baca Juga: Kadis PKPCKTR John Ester Lase Tegaskan Tambahan Anggaran untuk Pembebasan Lahan RTH
Sebagai gantinya, aktivitas ringan seperti membaca buku, peregangan lembut, atau minum teh herbal dapat membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(lin)
Editor : Redaksi