sumutpos.jawapos.com - Siapa bilang penderita asma kurang aman berolahaga? Justru, sebaliknya.
Artinya, penderita asma tidak perlu khawatir sesak napasnya kambuh selama mengetahui pemicu dan melakukan persiapan tepat.
Melansir Verywellhealth, Sabtu (22/8/2026), penderita asma malah sangat disarankan untuk berolahraga alih-alih menghindarinya. Olahraga justru sangat penting untuk kesehatan paru-paru.
Olahraga membantu meningkatkan kapasitas paru-paru, sehingga jumlah oksigen yang dihirup dapat maksimal.
Selain itu, olahraga meningkatkan aliran darah ke paru-paru, mendorong aliran darah ke jantung yang memompa oksigen ke seluruh tubuh.
Baca Juga: El Rumi Disebut Terlibat Pelecehan Seksual dan Isap Vape Mengandung THC
Memang, beberapa penderita asma umumnya mengalami gejala sesak napas, dada terasa berat dan sesak, mengi, atau batuk saat olahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat.
Kondisi ini dikenal dengan asma akibat olahraga (exercise-induced asthma) atau bronkospasme akibat olahraga.
Namun, penderita asma tidak perlu membiarkan penyakit ini menghalangi untuk bergerak aktif.
Selama dapat mengelola gejala dan melakukan persiapan yang tepat, kamu dapat melakukan olahraga atau aktivitas apa pun tanpa takut asmanya kambuh.
Baca Juga: Dakota Johnson dan Role .odel Dikabarkan Putus?
Berikut beberapa tips olahraga yang aman untuk penderita asma:
1. Awali dengan pemanasan
Jangan pernah skip sesi pemanasan sebelum berolahraga. Pemanasan tak hanya bertujuan untuk mencegah cedera fisik, tapi juga membantu mengurangi risiko sesak saat olahraga.
Kamu bisa melakukan pemanasan setidaknya 10 menit sebelum mulai olahraga inti.
Tujuannya agar detak jantung dan saluran pernapasanmu tidak kaget ketika intensitas olahraga meningkat.
Pemanasan bisa kamu lakukan dengan peregangan, berjalan santai, atau gerakan sederhana lain.
2. Interval pendek
Olahraga yang melibatkan endurance seperti maraton, hiking, badminton, futsal, sepak bola, aerobik, atau olahraga lain tanpa jeda, dapat memicu gejala asma bagi sebagian orang.
Baca Juga: Rawat Semangat Perjuangan Kemerdekaan, Pemkot Jakut Beri Tali Kasih 100 Veteran
Sebab, olahraga ini menuntut tubuh terus bergerak sehingga napas menjadi lebih berat.
Maka, penderita asma sebaiknya tidak memaksakan diri untuk bermain dalam durasi yang lama. Selalu beri jeda untuk bernapas dan beristirahat.
Alternatif lain, kamu bisa memilih olahraga dengan pola interval pendek, seperti jalan cepat, berenang, bersepeda ringan, pilates, atau yoga.
Yang penting, selingi dengan istirahat agar napas tidak terasa berat.
3. Jauhi pemicu
Penderita asma juga perlu memperhatikan kondisi tempat atau lingkungan berolahraga.
Tempat dengan kualitas udara buruk atau berpolusi dapat memicu reaksi saluran napas dan meningkatkan risiko sesak.
Selain itu, berolahraga di tempat yang terlalu dingin, kering, berasap, berdebu, juga dapat menjadi pemicu asma bagi sebagian penderita.
4. Selalu bawa obat
Terkadang, munculnya gejala asma sulit diprediksi. Maka, selalu bawa inhaler atau obat lain yang diresepkan dokter untuk membantu menjaga saluran napas tetap terbuka.
Dengan begitu, inhaler bisa segera digunakan ketika sesak atau gejala asma muncul sewaktu-waktu.(lin)
Editor : Redaksi