sumutpos.jawapos.com - Meski terkesan sepele, ada beberapa kebiasaan pagi yang ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.
Seperti diketahui, jantung merupakan salah satu organ vital yang harus dijaga kesehatannya.
Gangguan pada jantung dapat mengancam nyawa. Karena itu, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat, termasuk melalui rutinitas pagi yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Melansir Real Simple, Selasa (25/8/2026), tak hanya pola makan sehat dan aktivitas fisik, kebiasaan sehari-hari yang dilakukan tanpa sadar juga bisa memengaruhi kondisi jantung.
Baca Juga: Per Selasa, Korban Gempa NTT Menjadi 103 Meninggal Dunia, 1.666 Luka- luka
Berikut sejumlah kebiasaan pagi yang bisa merusak jantung:
1. Bangun tidur langsung cek ponsel
Langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur dapat membuat otak langsung masuk ke kondisi reaktif sebelum sempat merasa tenang.
Kondisi ini bisa memicu stres dan kecemasan. Semua kondisi tersebut diketahui menjadi faktor risiko penyakit jantung.
2. Tidak sarapan
Melewatkan sarapan sering kali membuat seseorang makan atau ngemil berlebihan pada sore hingga malam hari.
Selain memicu kenaikan berat badan, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan kadar gula darah.
Baca Juga: Dukung Turnamen Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna 2026, Panitia Apresiasi Rahmat Shah
Gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat memicu diabetes, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.
3. Sarapan tinggi natrium
Asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu risiko gagal jantung.
Studi dalam jurnal Nutrients tahun 2020 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi natrium memiliki risiko 19 persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang menjalani pola makan rendah natrium.
Kelebihan natrium juga dapat mengganggu sistem pengatur tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
4. Malas berjemur
Kurangnya paparan sinar matahari di pagi hari juga dapat berdampak pada kesehatan jantung.
Baca Juga: Irianto Juara Tenis Meja Ikafensy Sumut
Kurang paparan sinar matahari dapat menyebabkan defisiensi vitamin D yang dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
5. Malas olahraga
Gaya hidup sedentari atau minim gerak dapat memicu kenaikan berat badan, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Karena itu, penting untuk tetap aktif bergerak dan rutin berolahraga agar kesehatan jantung tetap terjaga.(lin)
Editor : Redaksi