sumutpos.jawapos.com - Beberapa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele dapat memberi tekanan berulang ternyata bisa memicu saraf kejepit.
Artinya, saraf kejepit tak selalu dipicu oleh aktivitas berat, seperti mengangkat beban atau cedera saat berolahraga.
Melansir Mayo Clinic, Rabu (16/9/2026) saraf kejepit (pinched nerve) terjadi ketika saraf mendapat tekanan dari jaringan di sekitarny seperti tulang, otot, tendon, atau bantalan tulang belakang.
Kondisi ini dapat mengganggu fungsi saraf dan menimbulkan keluhan seperti nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan otot.
Baca Juga: DPM Goes to Campus, 160 Mahasiswa USU Dalami Tambang Bawah Tanah
Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu saraf kejepit:
1. Membungkuk
Postur tubuh yang buruk juga menjadi salah satu kebiasaan yang sering luput disadari.
Posisi tubuh yang statis dan postur yang kurang baik dapat meningkatkan tekanan pada saraf secara langsung, membuat otot memendek, hingga menimbulkan ketidakseimbangan otot yang akhirnya ikut menekan saraf.
Contohnya seperti kebiasaan menunduk terlalu lama saat bermain ponsel (text neck), membungkuk ketika bekerja di depan laptop, atau posisi tidur yang terus memberi tekanan pada satu sisi tubuh.
Baca Juga: Penjual Nasi Goreng di Tuasan Ditangkap!
Meski tidak selalu menimbulkan keluhan secara langsung, tekanan yang terjadi berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya kompresi saraf.
2. Lama di posisi yang sama
Duduk berjam-jam di depan komputer, berbaring dengan posisi yang sama, atau sering menyilangkan kaki terlalu lama dapat memberi tekanan terus-menerus pada saraf.
Mempertahankan satu posisi tubuh dalam waktu lama merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kompresi saraf.
Tekanan yang terjadi terus-menerus membuat saraf lebih mudah terjepit, terutama jika tubuh jarang digerakkan.
Baca Juga: Jessica Mila Hamil Anak Kedua, Feby Putri Menanti Buah Hati Pertama
Karena itu, disarankan untuk rutin mengubah posisi, berdiri, atau melakukan peregangan setiap beberapa waktu, terutama jika pekerjaan mengharuskan duduk dalam waktu lama.
3. Gerakan berulang
Gerakan yang sama dilakukan terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko saraf kejepit.
Aktivitas seperti mengetik, menggunakan mouse, bekerja di lini produksi, hingga olahraga dengan gerakan berulang dapat memberikan tekanan berulang pada saraf.
Risikonya akan semakin besar jika aktivitas tersebut dilakukan tanpa jeda yang cukup.
Memberikan waktu istirahat singkat dan melakukan peregangan dapat membantu mengurangi tekanan pada otot dan saraf.(lin)
Editor : Redaksi