sumutpos.jawapos.com - Makanan pedas yang mengandung capsaicin, seperti cabai, ternyata dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, jadi tidak sekadar sensasi rasa semata.
Melansir Real Simple, Senin (28/9/2026), beberapa penelitian bahkan menemukan hubungan antara konsumsi cabai secara rutin dan risiko kematian akibat penyakit tertentu yang lebih rendah.
Capsaicin sendiri merupakan senyawa aktif utama yang memberikan sensasi pedas pada cabai.
Senyawa ini diketahui berhubungan dengan sejumlah proses di dalam tubuh, mulai dari metabolisme, kesehatan jantung, hingga respons peradangan.
Baca Juga: Pemkab Nias Selatan Profiling 550 ASN untuk Memperkuat Sistem Merit
Sejumlah penelitian populasi menemukan hubungan antara konsumsi cabai dan kesehatan kardiometabolik yang lebih baik.
Namun, penting dicatat bahwa hubungan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa makanan pedas dapat membuat seseorang hidup lebih lama.
Berikut beberapa mekanisme yang diduga berperan dan menjadi alasan kenapa makan pedas kerap berpotensi bikin umut panjang:
1. Berpotensi mendukung kesehatan jantung
Capsaicin diketahui dapat memengaruhi pembuluh darah.
Senyawa ini dapat merangsang produksi nitric oxide yang membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melebar.
Baca Juga: Polres Binjai Ungkap Tiga Kasus Narkotika dengan Empat Tersangka
Mekanisme tersebut berpotensi membantu menjaga tekanan darah.
Konsumsi cabai juga dikaitkan dengan profil lemak darah yang lebih baik dalam sejumlah penelitian.
Capsaicin diduga dapat membantu melindungi kolesterol LDL dari oksidasi, salah satu proses yang berperan dalam pembentukan plak pada pembuluh darah.
Salah satu penelitian terhadap hampir 23 ribu orang menemukan bahwa konsumsi cabai empat kali atau lebih dalam sepekan berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit jantung yang lebih rendah.
Dalam penelitian tersebut, konsumsi cabai juga dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik dan stroke.
Baca Juga: Babak I Indonesia vs Malaysia Masih 0-0, Thom Haye Kena Kartu Merah
Meski demikian, hasil penelitian semacam ini menunjukkan korelasi, bukan bukti bahwa cabai secara langsung menyebabkan seseorang terhindar dari penyakit jantung atau stroke.
2. Membantu meningkatkan metabolisme
Capsaicin juga banyak diteliti karena potensinya dalam memengaruhi metabolisme tubuh.
Salah satu mekanismenya adalah termogenesis, yakni proses ketika tubuh menghasilkan panas dan menggunakan energi.
Capsaicin dapat meningkatkan aktivitas proses tersebut sehingga tubuh membakar lebih banyak energi.
Senyawa ini juga diduga dapat memengaruhi jaringan lemak cokelat atau brown adipose tissue.
Berbeda dari lemak putih yang terutama menyimpan energi, jaringan lemak cokelat berperan dalam menghasilkan panas dengan membakar energi.
Baca Juga: PK Amry KS Pelawi Dikabulkan, Terpidana Korupsi Profil Desa dan Website Karo Divonis Bebas
Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan capsaicin berpotensi memengaruhi nafsu makan dan jumlah energi yang dikonsumsi.
Namun, efek tersebut tidak berarti makanan pedas bisa menggantikan pola makan sehat atau menjadi solusi tunggal untuk menurunkan berat badan.
3. Berpotensi membantu mengendalikan peradangan
Hubungan antara makanan pedas dan kesehatan juga semakin banyak dikaji melalui mikrobioma usus.
Beberapa penelitian menunjukkan capsaicin dapat memengaruhi komposisi bakteri di dalam usus. Senyawa ini diduga dapat mendukung bakteri yang menghasilkan short-chain fatty acids (SCFA), termasuk butirat.
SCFA berperan penting dalam menjaga kesehatan lapisan usus. Salah satu manfaatnya adalah membantu mempertahankan fungsi penghalang usus sehingga zat-zat yang berpotensi memicu peradangan tidak mudah masuk ke aliran darah.
Baca Juga: BRI Money Changer Beri Solusi Penukaran Valas Mudah, Cepat, dan Kurs Kompetitif
Dengan demikian, capsaicin berpotensi memengaruhi peradangan sistemik melalui interaksi antara makanan, saluran pencernaan, dan mikrobioma usus.
Meski menjanjikan, penelitian mengenai hubungan capsaicin, mikrobioma, dan peradangan masih terus berkembang.
Karena itu, belum tepat jika menyimpulkan bahwa memperbanyak makanan pedas saja dapat mencegah peradangan atau penyakit kronis. (lin)
Editor : Redaksi