Kabut Asap Memburuk, Pasien ISPA di RS Haji Medan Meningkat

Juli Rambe • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:33 WIB
Gedung Rumah Sakit Haji Medan.(Dok : Rumah Sakit Haji Medan)
Gedung Rumah Sakit Haji Medan.(Dok : Rumah Sakit Haji Medan)

 

MEDAN, SUMUT POS- Jumlah pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan mengalami peningkatan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut).

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu diagnosis yang paling dominan di antara pasien yang mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit tersebut.

Direktur Rumah Sakit Haji Medan, Yulinda Elvi Nasution, mengatakan peningkatan jumlah pasien sudah mulai terlihat sejak Juli 2026.

Baca Juga: BMKG: Sebaran Asap Masih Berlangsung Hingga Tiga Hari Kedepan

Namun, kenaikan yang lebih terasa terjadi dalam dua hari terakhir, seiring dengan memburuknya kondisi kabut asap yang berdampak terhadap kualitas udara.

Menurut Yulinda, pihak rumah sakit melihat adanya peningkatan pasien yang membutuhkan perawatan. Meski demikian, untuk memastikan besaran kenaikan dalam bentuk persentase maupun jumlah kasus secara terperinci, pihaknya masih perlu melakukan pemeriksaan terhadap data pelayanan rumah sakit.

“Memang ada peningkatan jumlah pasien sejak adanya kabut asap. Namun, untuk mengetahui berapa persen kenaikannya, kami harus melihat data terlebih dahulu,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah pasien sebenarnya telah terlihat sejak beberapa bulan lalu, tepatnya mulai Juli. Saat itu, kondisi kabut asap belum separah yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Akan tetapi, dalam dua hari terakhir, peningkatan tersebut semakin terasa. Kondisi ini menjadi perhatian karena kabut asap dapat memengaruhi kualitas udara dan berpotensi memperburuk gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

Yulinda menyebutkan, kasus ISPA termasuk diagnosis yang paling banyak ditemukan di antara pasien yang mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit Haji Medan. Meski demikian, ia menegaskan tidak seluruh pasien yang datang atau menjalani perawatan di rumah sakit tersebut mengalami ISPA.

“Kalau untuk jumlah pasien, rata-rata sekitar 300 pasien rawat inap setiap hari. Namun, tentu tidak semuanya ISPA. Kasus ISPA memang menjadi salah satu yang paling dominan,” katanya.

Ia menambahkan, angka rata-rata tersebut belum dapat dijadikan sebagai jumlah pasti pasien ISPA akibat kabut asap. Sebab, diperlukan pemilahan data berdasarkan diagnosis penyakit serta perbandingan jumlah kasus sebelum dan sesudah kondisi kabut asap memburuk.

Dengan demikian, belum dapat dipastikan berapa banyak pasien ISPA yang secara langsung berkaitan dengan paparan kabut asap. Data yang lebih terperinci diperlukan untuk mengetahui perkembangan kasus sekaligus mengukur besarnya peningkatan yang terjadi selama periode tersebut.

Peningkatan pasien di tengah kondisi kabut asap ini menjadi perhatian bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Kualitas udara yang memburuk berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Sumut. Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, maupun iritasi pada saluran pernapasan perlu diperhatikan, terutama apabila keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik.

Di sisi lain, data yang lebih lengkap dari rumah sakit dan instansi kesehatan terkait diperlukan untuk memantau perkembangan kasus ISPA selama kabut asap berlangsung. Pemantauan tersebut penting agar peningkatan kasus dapat diketahui secara lebih akurat dan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Hingga saat ini, pihak Rumah Sakit Haji Medan memastikan adanya peningkatan jumlah pasien, dengan kasus ISPA termasuk diagnosis yang dominan. Namun, besaran kenaikan secara persentase maupun jumlah pasti pasien ISPA yang berkaitan dengan kabut asap masih memerlukan verifikasi berdasarkan data rumah sakit. (san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
kasus ispa RS Haji