Sumutpos.jawapos.com-Mandi seharusnya menjadi rutinitas sederhana untuk membersihkan tubuh sekaligus memberikan rasa segar setelah beraktivitas. Namun, tanpa disadari, sejumlah kebiasaan saat mandi justru bisa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.
Mulai dari air yang terlalu panas, durasi mandi yang terlalu lama, hingga penggunaan sabun yang kurang sesuai dapat memengaruhi lapisan pelindung kulit. Akibatnya, kulit bisa terasa kering, kasar, tertarik, gatal, bahkan lebih mudah mengalami iritasi.
Bukan hanya apa yang digunakan saat mandi, tetapi juga cara dan kebiasaan setelahnya ikut menentukan kondisi kulit.
Dilansir English Jagran, berikut enam kesalahan saat mandi yang sebaiknya dihindari agar kulit tetap terjaga kelembapannya.
1. Mandi dengan Air Terlalu Panas
Mandi dengan air panas memang terasa menenangkan, terutama setelah tubuh lelah menjalani aktivitas seharian. Sensasi hangatnya bisa membuat tubuh lebih rileks.
Namun, air dengan suhu terlalu tinggi dapat mengikis minyak alami yang berperan menjaga kelembapan kulit. Jika lapisan minyak tersebut terlalu banyak hilang, kulit dapat terasa kering, kasar, dan seperti tertarik.
Baca Juga: Reza Arap Bangun 27 Sekolah di NTT, Sebut Seluruh Dana Berasal dari Pribadi
Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat disertai kemerahan atau rasa gatal.
Karena itu, gunakan air hangat dengan suhu yang nyaman. Hindari air yang terasa terlalu panas ketika menyentuh kulit, terutama jika kulit memang cenderung kering atau sensitif.
2. Terlalu Lama di Bawah Pancuran
Mandi terlalu lama mungkin terasa menyenangkan, tetapi bukan berarti semakin lama tubuh terkena air akan semakin baik untuk kulit.
Paparan air dalam waktu panjang, terlebih jika menggunakan air panas, dapat berkontribusi terhadap hilangnya kelembapan alami kulit. Risiko tersebut bisa semakin besar ketika tubuh juga terus-menerus terkena produk pembersih.
Mandi secukupnya sudah cukup untuk membersihkan tubuh. Tidak perlu berlama-lama di bawah pancuran hanya demi mendapatkan sensasi rileks.
Jika kulit mulai terasa kering atau tertarik setelah mandi, durasi mandi dan suhu air menjadi dua hal yang patut diperhatikan.
3. Menggunakan Sabun yang Terlalu Keras
Sabun dengan aroma kuat dan busa melimpah memang dapat memberikan sensasi bersih dan segar. Namun, tidak semua produk pembersih cocok untuk setiap jenis kulit.
Pembersih yang mengandung deterjen kuat atau pewangi tertentu dapat membuat sebagian orang mengalami kulit kering dan iritasi, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif.
Jika kulit mudah kering, pilih produk pembersih yang lebih lembut dan sesuai dengan kondisi kulit. Fokus utama sabun adalah membersihkan tubuh, bukan membuat kulit terasa kesat berlebihan.
Baca Juga: Asian Games 2026 Resmi Dibuka!
Sebab, rasa kesat setelah mandi tidak selalu berarti kulit menjadi lebih bersih. Bisa jadi, minyak alami yang sebenarnya dibutuhkan kulit ikut terangkat terlalu banyak.
4. Melewatkan Pelembap Setelah Mandi
Selesai mandi lalu langsung berpakaian tanpa menggunakan pelembap menjadi kebiasaan yang cukup umum. Padahal, tahap setelah mandi juga memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan kulit.
Mengoleskan pelembap dapat membantu mempertahankan kadar air pada lapisan kulit. Produk yang digunakan bisa berupa losion, krim, atau pelembap lain yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Waktu penggunaannya juga penting. Pelembap sebaiknya diaplikasikan ketika kulit masih sedikit lembap setelah mandi. Cara tersebut membantu mempertahankan kelembapan sebelum air di permukaan kulit menguap sepenuhnya.
5. Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi
Eksfoliasi memang memiliki manfaat untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga permukaan kulit terasa lebih halus.
Namun, terlalu sering melakukannya justru dapat menjadi bumerang.
Penggunaan scrub atau produk eksfoliasi secara berlebihan berpotensi mengganggu lapisan pelindung kulit. Akibatnya, kulit dapat menjadi lebih sensitif, kering, kemerahan, atau mudah mengalami iritasi.
Baca Juga: Rekomendasi Laptop Flagship Tipis Ringan di Bawah 1 Kg untuk Eksekutif
Frekuensi eksfoliasi sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit serta petunjuk penggunaan produk. Jangan menjadikan kulit terasa sangat kesat sebagai ukuran bahwa eksfoliasi berhasil.
Setelah melakukan eksfoliasi, gunakan pelembap untuk membantu menjaga kelembapan dan kenyamanan kulit.
6. Terlalu Sering Mandi dalam Sehari
Mandi beberapa kali sehari tidak selalu menjadi masalah. Dalam kondisi tertentu, seperti setelah berolahraga atau ketika tubuh banyak berkeringat, mandi memang diperlukan untuk membersihkan tubuh.
Persoalan muncul ketika frekuensi mandi terlalu sering disertai penggunaan air panas dan sabun yang kuat. Kombinasi tersebut dapat membuat minyak alami kulit lebih cepat hilang.
Jika harus mandi beberapa kali dalam sehari, gunakan air dengan suhu yang nyaman dan pilih pembersih yang lembut. Tidak semua sesi mandi juga harus menggunakan sabun secara berlebihan pada seluruh bagian tubuh.
Setelah mandi, jangan lupa mengaplikasikan pelembap, terutama pada area kulit yang mudah kering.
Kebiasaan Kecil yang Menentukan Kondisi Kulit
Menjaga kulit tetap lembap sebenarnya tidak selalu membutuhkan rutinitas yang rumit. Beberapa perubahan sederhana saat mandi sudah dapat membantu mengurangi kebiasaan yang berpotensi membuat kulit semakin kering.
Perhatikan suhu air, batasi durasi mandi, gunakan pembersih yang sesuai, jangan berlebihan melakukan eksfoliasi, dan biasakan menggunakan pelembap setelah mandi.
Namun, kulit kering tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan mandi. Faktor lain seperti cuaca, usia, jenis kulit, produk perawatan, hingga kondisi kesehatan tertentu juga dapat berpengaruh.
Baca Juga: Jepang Kembangkan Pod Apung untuk Perlindungan Darurat Saat Tsunami
Jika kulit terus-menerus terasa sangat gatal, pecah-pecah, meradang, atau muncul ruam yang tidak kunjung membaik, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele. Konsultasikan dengan dokter kulit untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang sesuai.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan