Jangan Asal Minum! 10 Minuman Ini Punya Peran untuk Menjaga Kesehatan Usus

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 10:08 WIB
Air kelapa merupakan salah satu minuman yang bisa melndungi pencernaan usus. (Freepik)
Air kelapa merupakan salah satu minuman yang bisa melndungi pencernaan usus. (Freepik)

 

Sumutpos.jawapos.com-Menjaga kesehatan usus tidak cukup hanya dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Pilihan minuman sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung sistem pencernaan tetap bekerja dengan baik.

Usus memiliki peran penting dalam mengolah makanan dan menyerap zat gizi. Organ ini juga berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Di dalam saluran pencernaan terdapat mikrobioma, yakni kumpulan mikroorganisme yang hidup dan berinteraksi dengan tubuh.

Keseimbangan mikrobioma tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga fungsi pencernaan. Karena itu, selain mencukupi kebutuhan cairan, beberapa jenis minuman dapat dipertimbangkan untuk melengkapi pola hidup yang mendukung kesehatan usus.

Baca Juga: Nama Shin Tae Yong Bergema, Kevin Diks: Tidak Baik untuk Pemain

Dilansir dari NDTV, berikut 10 minuman yang dapat menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan.

1. Buttermilk

Buttermilk merupakan produk susu yang dibuat melalui proses fermentasi. Minuman ini mengandung probiotik dan kalsium yang dapat mendukung fungsi pencernaan sekaligus membantu menjaga keberadaan bakteri baik di dalam usus.

Pada sebagian orang, konsumsi buttermilk juga disebut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman seperti kembung.

2. Teh Jahe

Jahe sudah lama digunakan sebagai bahan alami untuk membantu memberikan rasa nyaman pada sistem pencernaan. Kandungan senyawa di dalamnya juga dikenal memiliki sifat anti-inflamasi.

Secangkir teh jahe dapat menjadi pilihan ketika perut terasa tidak nyaman atau saat mengalami mual ringan. Sensasi hangatnya juga membuat minuman ini cocok dikonsumsi sebagai bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan pencernaan.

3. Teh Hijau

Teh hijau bukan hanya populer sebagai minuman kaya antioksidan. Minuman ini mengandung katekin, senyawa yang berperan membantu melindungi sel dari stres oksidatif.

Baca Juga: Leo Rolly Carnando: Medali Ini untuk Semua Atlet

Konsumsi teh hijau dalam jumlah yang wajar juga dikaitkan dengan dukungan terhadap keseimbangan mikrobioma dan kesehatan saluran pencernaan.

4. Air Rendaman Biji Adas

Biji adas secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan keluhan pencernaan, termasuk gas dan perut kembung.

Salah satu senyawa yang terdapat dalam biji adas adalah anetol. Air rendaman biji adas dapat dikonsumsi sebagai minuman herbal yang membantu membuat perut terasa lebih nyaman sekaligus mendukung proses pencernaan.

5. Kefir

Kefir merupakan minuman hasil fermentasi yang mengandung mikroorganisme hidup. Karena karakter tersebut, kefir kerap dipilih oleh orang yang ingin menambahkan produk fermentasi ke dalam pola makan.

Selain dikaitkan dengan kesehatan pencernaan, kefir juga mengandung sejumlah nutrisi, antara lain vitamin B, vitamin K2, dan berbagai mineral.

6. Air Kelapa

Air kelapa dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Minuman ini mengandung elektrolit dan sejumlah mineral, termasuk kalium.

Baca Juga: Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel akan Menikah, Tegaskan Acara di Bali

Hidrasi yang cukup penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem pencernaan. Dengan rasa yang menyegarkan, air kelapa bisa menjadi alternatif untuk memenuhi asupan cairan sehari-hari.

7. Kombucha

Kombucha merupakan teh yang melalui proses fermentasi. Minuman ini kemudian populer sebagai salah satu pilihan bagi mereka yang ingin mengonsumsi produk fermentasi untuk mendukung keseimbangan mikrobioma usus.

Kombucha juga mengandung asam organik dan senyawa antioksidan. Namun, kandungan gula pada setiap produk dapat berbeda. Karena itu, penting memperhatikan label sebelum memilih dan mengonsumsinya.

8. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel kerap dikaitkan dengan kesehatan pencernaan karena mengandung asam asetat. Namun, minuman ini tidak sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk pekat.

Cuka sari apel perlu diencerkan terlebih dahulu. Konsumsi yang terlalu pekat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Karena itu, penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan.

9. Teh Herbal

Teh herbal seperti peppermint dan chamomile juga dapat menjadi pilihan untuk memberikan sensasi menenangkan.

Senyawa tertentu dalam tanaman tersebut kerap digunakan untuk membantu membuat saluran pencernaan terasa lebih nyaman. Secangkir teh herbal hangat bisa menjadi pilihan ketika perut terasa kurang nyaman.

10. Air Putih

Di tengah banyaknya pilihan minuman, air putih tetap menjadi bagian paling mendasar dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Asupan cairan yang cukup membantu berbagai proses fisiologis, termasuk pencernaan. Namun, kebutuhan cairan setiap orang tidak selalu sama karena dipengaruhi aktivitas, kondisi lingkungan, usia, dan berbagai faktor lainnya.

Karena itu, pastikan tubuh memperoleh cairan yang cukup sepanjang hari.

Kesehatan Usus Tak Hanya Bergantung pada Minuman

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis minuman yang menjadi penentu tunggal kesehatan usus. Pilihan minuman sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola hidup secara keseluruhan.

Baca Juga: Willie Salim Ternyata Sudah Mualaf sejak 2 Tahun Lalu

Pola makan seimbang, asupan serat yang cukup, aktivitas fisik, tidur yang memadai, serta kebiasaan hidup sehat tetap menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi sistem pencernaan.

Dengan begitu, menjaga kesehatan usus bukan sekadar soal apa yang diminum, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan sehari-hari yang konsisten. (jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
\air putih percernaan minuman herbal usus