Cuma 30 Detik, Tes Sederhana Ini Bisa Jadi Sinyal Kebugaran Tubuh Mulai Menurun

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:38 WIB
Tes kebugaran. (Ilustrasi/Freepik)
Tes kebugaran. (Ilustrasi/Freepik)

 

Sumutpos.jawapos.com-Bangkit dari kursi mungkin terlihat seperti gerakan sederhana. Namun, ketika aktivitas itu mulai terasa berat, tubuh bisa jadi sedang memberi sinyal bahwa kekuatan otot dan kemampuan fisik perlu mendapat perhatian.

Perubahan tersebut kerap dianggap wajar seiring bertambahnya usia. Padahal, kemampuan duduk dan berdiri juga dapat menjadi salah satu petunjuk untuk menilai kebugaran tubuh, termasuk kekuatan otot kaki dan kemampuan menjaga keseimbangan.

Ada cara sederhana untuk memantau kemampuan tersebut, yakni 30-second chair stand test atau tes duduk berdiri selama 30 detik. Tes ini tidak memerlukan peralatan khusus dan dapat dilakukan di rumah menggunakan kursi yang kokoh.

Meski sederhana, hasilnya perlu dipahami secara tepat. Tes ini bukan alat untuk mendiagnosis penyakit ataupun memastikan kondisi kesehatan seseorang, melainkan salah satu cara untuk mengamati kemampuan fisik.

Baca Juga: KAI Sumut Salurkan Bantuan Rp313 Juta untuk Fasilitas Sosial Warga Sekitar Rel

Melansir YourTango, Selasa (13/10), tes duduk berdiri selama 30 detik digunakan dalam layanan klinis dan komunitas, terutama untuk menilai fungsi fisik pada kelompok lanjut usia. Hasilnya dapat membantu memberikan gambaran tentang kekuatan tubuh dan kemampuan melakukan gerakan sehari-hari.

Cara Melakukan Tes Duduk Berdiri 30 Detik

Sebelum memulai, pastikan kondisi ruangan aman dan kursi tidak mudah bergeser. Jika memiliki gangguan keseimbangan atau kesulitan berdiri, jangan memaksakan diri.

Berikut langkah-langkah melakukan tes tersebut:

  1. Siapkan kursi kokoh tanpa sandaran lengan dan stopwatch pada ponsel. Letakkan kursi di permukaan datar agar tidak bergeser.

  2. Duduk di bagian tengah kursi dengan kedua kaki menapak rata di lantai. Tegakkan punggung dan silangkan tangan di dada, masing-masing tangan menyentuh bahu yang berlawanan.

  3. Mulai hitung waktu selama 30 detik. Berdirilah hingga tubuh tegak sepenuhnya, kemudian duduk kembali secara terkendali.

  4. Ulangi gerakan tersebut sebanyak mungkin selama waktu yang tersedia. Catat jumlah berdiri yang berhasil dilakukan dengan benar. Jika pada akhir waktu Anda sudah lebih dari setengah jalan menuju posisi berdiri penuh, gerakan itu dapat dihitung sebagai satu pengulangan sesuai protokol tes.

Lakukan gerakan dengan kecepatan yang tetap dan utamakan keselamatan, bukan sekadar mengejar jumlah pengulangan.

Baca Juga: Udara Medan Memburuk, Warga Diminta Waspadai Ancaman PM2.5

Jangan Abaikan Perubahan Kemampuan Tubuh

Jumlah pengulangan dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan fisik. Namun, hasilnya tidak boleh dinilai secara terpisah dari usia, kondisi kesehatan, riwayat cedera, maupun kemampuan seseorang sebelum tes dilakukan.

Sejumlah penelitian mengaitkan performa fisik yang rendah pada tes duduk berdiri dan tes kebugaran serupa dengan kondisi kesehatan yang kurang baik serta peningkatan risiko masalah kesehatan tertentu. Meski demikian, hubungan tersebut tidak berarti hasil tes 30 detik dapat digunakan untuk meramalkan usia harapan hidup seseorang.

Karena itu, hal yang tak kalah penting adalah memperhatikan perubahan kemampuan dari waktu ke waktu. Jika sebelumnya mudah bangkit dari kursi, tetapi belakangan membutuhkan tenaga lebih besar, kondisi tersebut layak dicermati.

Baca Juga: Hendra Cipta Minta Pemerintah Berikan Masker ke Masyarakat

Perhatian serupa diperlukan ketika seseorang mulai kesulitan menaiki tangga, berjalan dalam jarak pendek, atau melakukan aktivitas harian yang sebelumnya terasa ringan. Jika perubahan berlangsung terus-menerus, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya.

Utamakan Keselamatan Saat Melakukan Tes

Tes duduk berdiri tidak harus dilakukan oleh semua orang. Mereka yang mengalami gangguan keseimbangan, nyeri sendi berat, riwayat jatuh, atau kesulitan berdiri dengan aman sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Hentikan tes jika muncul nyeri, pusing, sesak napas yang tidak biasa, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan. Jangan memaksakan gerakan hanya demi memperoleh jumlah pengulangan yang lebih tinggi.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
tes duduk kekuatan otot kaki Kebugaran fisik