Jangan Asal Borong saat Diskon! 4 Barang Ini Justru Bisa Bikin Wanita Rugi

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:00 WIB
ILUSTRASI: Belanja masih melihat catatan diyakini memiliki otak tajam. (FREEPIK)
ILUSTRASI: Seorang wanita belanja buah di supermarket. (FREEPIK)

 

Sumutpos.jawapos.com-Diskon besar-besaran kerap menjadi godaan tersendiri bagi wanita yang gemar berbelanja. Label potongan harga yang menggiurkan sering kali membuat seseorang merasa harus segera membeli barang sebelum kehabisan. Padahal, harga murah belum tentu berarti hemat jika barang yang dibeli akhirnya tidak terpakai.

Kebiasaan belanja impulsif juga bisa membuat lemari pakaian semakin penuh, sementara pengeluaran justru membengkak. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan fungsi, kenyamanan, dan kebutuhan sebelum memutuskan membeli sesuatu, meski harganya sedang turun drastis.

Baca Juga: Tiga Lapak Narkoba di Tanjung Morawa Digerebek, 7 Orang Positif Sabu

Melansir The Queen Zone, ada empat kategori barang yang sebaiknya dipertimbangkan kembali sebelum dibeli saat musim diskon. Bukan semata-mata soal harga, tetapi juga manfaat dan risiko yang mungkin muncul setelah pembelian.

1. Pakaian yang Terlalu Kecil dengan Harapan Berat Badan Turun

Membeli celana jins atau gaun dengan ukuran lebih kecil karena berharap suatu hari tubuh akan lebih ramping merupakan salah satu kebiasaan belanja yang perlu dihindari.

Pakaian tersebut mungkin terlihat menarik ketika dipajang, terlebih jika harganya jauh lebih murah. Namun, tidak sedikit yang akhirnya hanya tersimpan di lemari dengan label harga masih menempel.

Perubahan berat badan juga tidak selalu membuat pakaian yang dibeli sebelumnya menjadi pas. Potongan, bahan, dan model pakaian bisa saja tidak lagi sesuai dengan selera atau kebutuhan.

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Pematangsiantar, Jarak Pandang Sekitar 400 Meter

Karena itu, pilihlah pakaian yang nyaman dan pas ketika dicoba. Jika ingin membeli pakaian untuk kebutuhan mendatang, pertimbangkan secara realistis apakah barang tersebut benar-benar akan digunakan.

2. Sepatu Bermerek yang Tidak Nyaman Dipakai

Potongan harga untuk sepatu dari merek ternama memang sulit diabaikan. Apalagi jika modelnya sedang populer dan sebelumnya dijual dengan harga tinggi.

Namun, merek dan harga tidak seharusnya mengalahkan kenyamanan. Sepatu yang terasa sempit, kaku, atau membuat tumit tidak stabil saat dicoba sebaiknya tidak dipaksakan untuk dibeli.

Alas kaki yang tidak sesuai dapat menimbulkan lecet, nyeri, dan ketidaknyamanan saat berjalan. Jika digunakan terus-menerus, sepatu yang tidak pas juga dapat memperburuk keluhan pada kaki.

Sebelum membeli, cobalah berjalan beberapa langkah untuk memastikan ukurannya sesuai dan pijakannya stabil. Jangan sampai harga murah justru membuat pengeluaran bertambah karena harus membeli sepatu pengganti.

3. Barang Tren Musiman yang Cepat Kehilangan Daya Tarik

Barang yang sedang populer sering kali menjadi incaran ketika toko menggelar promosi. Mulai dari pakaian dengan potongan unik hingga aksesori yang ramai digunakan dalam satu musim.

Masalahnya, tren mode dapat berubah dengan cepat. Barang yang terlihat menarik hari ini belum tentu masih ingin dikenakan beberapa bulan kemudian.

Jika pembelian hanya didorong oleh tren, barang tersebut berisiko berakhir sebagai penghuni lemari tanpa pernah digunakan kembali.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, 69 Titik Belum Terbangun

Agar lebih bijak, prioritaskan pakaian dasar dengan model sederhana dan warna netral yang mudah dipadukan. Misalnya, kemeja putih, celana hitam, atau jaket dengan potongan klasik.

Bukan berarti barang yang sedang tren harus dihindari sepenuhnya. Namun, pastikan modelnya sesuai dengan gaya pribadi dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

4. Kosmetik yang Mendekati Tanggal Kedaluwarsa

Diskon besar untuk produk perawatan kulit dan riasan wajah juga perlu disikapi dengan cermat. Salah satu alasan produk kosmetik dijual lebih murah bisa jadi karena masa simpannya sudah mendekati batas akhir.

Membeli produk yang hampir kedaluwarsa berisiko membuat konsumen tidak sempat menghabiskannya sebelum melewati tanggal yang tercantum. Produk yang sudah kedaluwarsa atau mengalami perubahan kondisi juga berpotensi menyebabkan iritasi dan masalah kulit.

Baca Juga: Dinkes Sumut Imbau Warga Periksa Diri saat Merasa Gejala Gangguan Kesehatan

Sebelum membeli, periksa tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta petunjuk masa penggunaan setelah produk dibuka. Jangan membeli dalam jumlah banyak jika produk tersebut belum tentu digunakan secara rutin.

Jika tanggal kedaluwarsanya sudah lewat, sebaiknya jangan digunakan. Produk yang berubah warna, bau, atau tekstur juga perlu diwaspadai, meskipun tanggal kedaluwarsanya belum terlewati. (jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
borong godaan Barang wanita hemat