Rahasia Wanita Tetap Bugar, 7 Teh Herbal Ini Punya Khasiat yang Jarang Diketahui

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:15 WIB
Seorang wanita minum teh herbal yang diyakini berdampak bagi kesehatan tubuh. (ilustrasi/Freepik)
Seorang wanita minum teh herbal yang diyakini berdampak bagi kesehatan tubuh. (ilustrasi/Freepik)

 

Sumutpos.jawapos.com-Menjaga kesehatan dan kebugaran tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kebiasaan sederhana, seperti menikmati secangkir teh herbal, bisa menjadi bagian dari rutinitas harian untuk membantu menjaga tubuh tetap nyaman dan rileks.

Sejumlah jenis teh herbal mengandung senyawa alami yang berpotensi mendukung kesehatan, mulai dari membantu meredakan ketidaknyamanan saat menstruasi hingga meningkatkan kualitas tidur. Meski demikian, manfaatnya berbeda-beda dan tidak semua klaim kesehatan telah didukung bukti ilmiah yang kuat.

Baca Juga: Asap Karhutla Kepung Dairi, Jarak Pandang Tinggal 100 Meter, Sekolah Mulai Terapkan PJJ

Dilansir dari Health, terdapat tujuh jenis teh herbal yang dapat dipertimbangkan wanita untuk melengkapi pola hidup sehat. Konsumsi teh herbal bukan jaminan membuat seseorang awet muda, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan merawat kesehatan tubuh.

Berikut tujuh jenis teh herbal beserta potensi manfaatnya.

1. Teh Daun Raspberry, Pilihan untuk Masa Menstruasi

Teh daun raspberry dikenal sebagai salah satu minuman herbal yang kerap dikaitkan dengan kesehatan reproduksi wanita.

Minuman ini secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi ketidaknyamanan selama menstruasi. Namun, bukti ilmiah mengenai kemampuannya meredakan gejala sindrom pramenstruasi (PMS) maupun kram menstruasi masih terbatas.

Baca Juga: Sekretariat DPRD Sumut Bagikan Masker ke Masyarakat

Karena itu, wanita yang mengalami nyeri menstruasi berat sebaiknya tidak hanya mengandalkan teh herbal, tetapi juga berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika keluhan terus berulang atau mengganggu aktivitas.

2. Teh Sage, Berpotensi Membantu Meredakan Gejala Menopause

Perubahan hormon menjelang dan selama menopause dapat memicu berbagai keluhan, seperti sensasi panas mendadak atau hot flashes, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati.

Teh sage menjadi salah satu pilihan herbal yang menarik untuk diperhatikan. Sejumlah penelitian awal terhadap sage menunjukkan potensi membantu mengurangi beberapa gejala menopause, meskipun bukti yang tersedia masih terbatas dan belum cukup untuk memastikan efektivitas teh sage secara khusus.

Wanita yang sedang menjalani terapi hormon atau mengonsumsi obat rutin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya secara teratur.

3. Teh Daun Jelatang, Kenali Potensinya untuk Asupan Zat Besi

Kelelahan, tubuh terasa lemas, dan sulit berkonsentrasi dapat menjadi tanda berbagai kondisi kesehatan, termasuk kekurangan zat besi.

Daun jelatang (nettle) dikenal dalam pengobatan tradisional dan mengandung sejumlah zat gizi. Namun, kandungan zat besi dalam daun tidak serta-merta membuat teh jelatang menjadi sumber zat besi yang efektif, karena jumlah mineral yang larut dalam seduhan dapat bervariasi.

Wanita yang mengalami anemia perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Jika kekurangan zat besi telah dipastikan, penanganan sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan, bukan menggantikan terapi dengan teh herbal.

4. Teh Jahe dan Lemon, Minuman Hangat yang Menyegarkan

Perpaduan jahe dan lemon menawarkan rasa segar sekaligus menghangatkan tubuh. Jahe mengandung senyawa bioaktif yang telah diteliti terkait mual dan sejumlah keluhan pencernaan.

Sementara itu, lemon memberikan cita rasa asam dan mengandung vitamin C, meskipun jumlah vitamin yang masuk ke dalam seduhan bergantung pada bahan dan cara pembuatannya.

Baca Juga: Pertolongan Pertama saat Digigit Anjing, dari Jangan Panik hingga Vaksin Virus Rabies

Teh jahe dan lemon dapat menjadi alternatif minuman harian, terutama jika digunakan untuk menggantikan minuman tinggi gula. Namun, minuman ini tidak secara langsung terbukti memperlambat penuaan atau meningkatkan kekebalan tubuh secara signifikan.

5. Teh Kembang Sepatu, Berpotensi Mendukung Tekanan Darah

Teh kembang sepatu atau hibiscus tea memiliki warna merah rubi yang khas dengan rasa asam menyegarkan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hibiscus berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada sebagian orang. Meski demikian, efeknya tidak selalu sama pada setiap individu dan tidak dapat menggantikan obat hipertensi yang diresepkan dokter.

Orang yang memiliki tekanan darah rendah atau menggunakan obat penurun tekanan darah perlu berhati-hati karena konsumsi teh ini berpotensi menambah efek penurunan tekanan darah.

6. Teh Lemon Balm, Bantu Tubuh Lebih Rileks

Lemon balm merupakan tanaman herbal dari keluarga mint yang dikenal memiliki aroma segar dan menenangkan.

Teh lemon balm kerap dikonsumsi untuk membantu relaksasi setelah menjalani aktivitas padat. Beberapa penelitian awal menunjukkan potensi manfaatnya terhadap stres, kecemasan, dan kualitas tidur, tetapi bukti klinisnya masih terbatas.

Menikmati teh lemon balm tanpa tambahan gula berlebihan dapat menjadi bagian dari rutinitas malam yang menenangkan. Kebiasaan ini juga dapat dipadukan dengan mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur dan menjaga jadwal istirahat teratur.

7. Teh Lavender, Teman untuk Rutinitas Sebelum Tidur

Lavender dikenal karena aromanya yang khas dan sering digunakan dalam praktik relaksasi.

Teh lavender dapat menjadi pilihan minuman hangat untuk menemani waktu istirahat. Aroma lavender juga banyak dimanfaatkan dalam aromaterapi, meskipun bukti mengenai manfaat teh lavender untuk mengatasi gangguan tidur masih terbatas.

Bagi wanita yang ingin memperbaiki kualitas tidur, konsumsi teh herbal sebaiknya disertai kebiasaan tidur yang konsisten, membatasi kafein pada sore dan malam hari, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman.

Teh Herbal Bukan Jalan Pintas untuk Awet Muda

Meski menawarkan beragam potensi manfaat, teh herbal tidak bisa menjadi satu-satunya andalan untuk menjaga kesehatan dan memperlambat tanda-tanda penuaan.

Baca Juga: Bobby Nasution Imbau Pembelajaran Jarak Jauh, Upayakan Modifikasi Cuaca

Pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, perlindungan kulit dari paparan sinar matahari, serta pengelolaan stres tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.

Wanita yang sedang hamil atau menyusui, memiliki penyakit tertentu, maupun mengonsumsi obat rutin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan teh herbal sebagai konsumsi harian. Beberapa tanaman dapat menimbulkan efek samping atau berinteraksi dengan obat. (jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
lavender teh herbal jahe awet muda wanita