Jangan Anggap Sepele! Charger Panas Bisa Jadi Tanda Bahaya, Kenali 6 Cirinya

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 09:15 WIB
Ilustrasi, kepala charger atau pengisi daya ponsel adalah benda yang sangat penting, namun cenderung sering tertinggal. (pexels.com)
Ilustrasi, kepala charger atau pengisi daya ponsel adalah benda yang sangat penting, namun cenderung sering tertinggal. (pexels.com)

 

Sumutpos.jawapos.com-Adaptor pengisi daya atau charger ponsel dan laptop yang terasa hangat saat digunakan bukan selalu pertanda kerusakan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena adaptor bekerja mengubah arus listrik dari stopkontak menjadi daya yang dibutuhkan perangkat.

Namun, pengguna perlu waspada jika charger terasa sangat panas, mengeluarkan bau terbakar, menimbulkan percikan api, atau menunjukkan tanda kerusakan fisik. Gejala tersebut bisa mengindikasikan gangguan yang berisiko menyebabkan korsleting hingga kebakaran.

Karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara panas yang masih wajar dan kondisi yang mengharuskan charger segera dihentikan penggunaannya.

Baca Juga: Kalahkan Bunut, Medan Falcons Juara SIVOT 2026

Dilansir dari RBC Ukraine, panas pada charger perlu dinilai berdasarkan karakteristik perangkat, kondisi fisik, serta gejala lain yang menyertainya. Tidak ada satu batas suhu permukaan yang berlaku untuk semua jenis charger karena setiap model memiliki desain dan spesifikasi berbeda.

Mengapa Charger Bisa Menjadi Panas?

Saat proses pengisian daya berlangsung, adaptor mengubah arus bolak-balik (AC) dari stopkontak menjadi arus searah (DC) yang digunakan perangkat elektronik. Dalam proses tersebut, sebagian energi berubah menjadi panas sehingga bodi charger dapat terasa hangat.

Samsung menjelaskan bahwa peningkatan suhu pada ponsel maupun adaptor selama pengisian daya dapat terjadi dalam kondisi normal.

Panas juga dapat meningkat ketika perangkat menggunakan pengisian cepat atau ketika charger bekerja dengan beban tinggi. Suhu lingkungan, sirkulasi udara, dan kondisi perangkat turut memengaruhi tingkat panas yang dihasilkan.

Meski demikian, panas yang masih wajar berbeda dari suhu ekstrem yang disertai bau menyengat, perubahan bentuk, atau gangguan kelistrikan.

Jika ponsel mengalami panas berlebihan, sistem perlindungan perangkat tertentu dapat memperlambat atau menghentikan pengisian daya untuk sementara.

6 Tanda Charger Panas yang Perlu Diwaspadai

Electrical Safety First, organisasi keselamatan kelistrikan Inggris, menyarankan pengguna memeriksa kondisi charger, steker, dan stopkontak secara berkala.

Berikut sejumlah tanda yang tidak boleh diabaikan.

1. Charger terasa sangat panas

Charger yang hanya terasa hangat belum tentu bermasalah. Namun, jika panasnya tidak biasa, semakin meningkat, atau disertai gejala lain, pengguna perlu menghentikan pengisian daya.

Baca Juga: Kitchenette Goes Pink, Ajak Warga Medan Peduli Kanker Payudara

Jangan sengaja menyentuh adaptor untuk menguji suhunya jika sudah terlihat tanda kerusakan, asap, atau percikan api.

2. Muncul bau terbakar

Bau plastik terbakar atau aroma menyengat dari adaptor, kabel, maupun stopkontak dapat menandakan komponen mengalami panas berlebihan atau kerusakan.

Jika hal ini terjadi, hentikan penggunaan segera. Jangan kembali memakai charger hanya karena baunya menghilang setelah perangkat dingin.

3. Muncul percikan api atau suara berderak

Percikan yang berulang, suara berderak, atau bunyi tidak biasa ketika charger digunakan dapat menunjukkan adanya masalah pada sambungan listrik.

Apple menjelaskan bahwa percikan kecil sesaat pada kontak steker ketika pertama kali dihubungkan ke stopkontak terkadang dapat terjadi. Namun, percikan yang berulang saat perangkat beroperasi, muncul di luar titik kontak, atau disertai kerusakan harus dianggap serius.

4. Bodi charger retak atau berubah bentuk

Casing yang pecah, meleleh, menggembung, atau mengalami perubahan bentuk merupakan tanda bahwa adaptor tidak lagi berada dalam kondisi aman.

Kerusakan fisik dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan. Charger dengan kondisi tersebut sebaiknya tidak digunakan kembali.

5. Muncul noda gosong pada steker atau stopkontak

Perubahan warna menjadi cokelat atau hitam, bekas terbakar, dan plastik yang meleleh perlu diwaspadai.

Baca Juga: Asap Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan di Indonesia, Sumut hingga Aceh Terdampak

Sumber masalahnya bisa berasal dari steker, stopkontak, atau sambungan listrik. Hentikan penggunaan dan mintalah teknisi listrik yang kompeten memeriksanya.

6. Pemutus arus listrik berulang kali terputus

Jika pengisian daya berulang kali menyebabkan pemutus arus atau circuit breaker bekerja, jangan terus mencoba menyalakan kembali aliran listrik.

Kondisi tersebut dapat menandakan adanya gangguan kelistrikan yang membutuhkan pemeriksaan profesional.

Jangan Mengisi Daya di Atas Kasur atau di Bawah Selimut

Kebiasaan meletakkan charger di atas kasur, sofa, atau menutupinya dengan pakaian bisa menghambat pelepasan panas.

Padahal, adaptor membutuhkan sirkulasi udara yang memadai agar panas selama pengoperasian dapat dilepaskan dengan baik.

Google melalui panduan keselamatan adaptornya juga menekankan pentingnya menempatkan charger dan perangkat yang sedang diisi daya di area dengan ventilasi baik.

Untuk mengurangi risiko, letakkan charger di permukaan yang keras, datar, dan terbuka sesuai petunjuk produsen. Hindari menaruhnya di bawah bantal, selimut, handuk, atau benda lain yang menutupi bodi adaptor.

Ponsel maupun laptop juga sebaiknya tidak diisi daya di tempat yang terpapar sinar matahari langsung atau berdekatan dengan sumber panas.

Periksa Kabel dan Port Pengisian Daya

Charger yang panas tidak selalu mengalami kerusakan pada bagian adaptor. Kabel yang rusak atau port pengisian daya yang bermasalah juga dapat menjadi penyebab gangguan.

Sebelum mengisi daya, periksa apakah kabel memiliki isolasi yang terkelupas, retakan, atau bagian yang memperlihatkan kawat di dalamnya.

Pastikan konektor terpasang dengan baik dan tidak perlu digoyangkan terus-menerus agar pengisian daya berjalan. Jika pengisian sering terputus atau konektor terasa longgar, hentikan penggunaan dan periksa penyebabnya.

Baca Juga: Sarang Narkoba di Desa Mencirim Digerebek, Pistol dan Sajam Disita

Pengguna juga perlu memperhatikan kondisi port. Jika ponsel memberikan peringatan adanya kelembapan, cabut kabel dan jangan menghubungkannya kembali sebelum port serta konektor benar-benar kering.

Jangan memasukkan benda ke dalam port atau mencoba memperbaiki sambungan listrik sendiri jika tidak memiliki keahlian yang sesuai.

Gunakan Charger yang Kompatibel

Tidak semua adaptor cocok untuk setiap ponsel, tablet, dan laptop. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan spesifikasi daya, standar pengisian, serta rekomendasi produsen perangkat.

USB Power Delivery (USB-PD), misalnya, memungkinkan perangkat yang kompatibel dan adaptor menyesuaikan parameter daya sesuai kebutuhan.

Artinya, charger dengan daya tinggi tidak otomatis berbahaya bagi perangkat yang kompatibel. Namun, kesesuaian spesifikasi dan kualitas produk tetap menjadi faktor penting.

Pilih charger dari produsen tepercaya atau penjual resmi. Periksa informasi mengenai merek, model, spesifikasi teknis, dan standar keselamatan yang relevan.

Hindari penggunaan adaptor tanpa identitas yang jelas atau produk dengan kualitas yang meragukan, terlebih jika menunjukkan panas berlebihan atau gangguan saat digunakan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Charger Terlalu Panas?

Jika charger terasa jauh lebih panas daripada biasanya, hentikan pengisian daya dan putuskan sambungan listrik apabila aman dilakukan.

Biarkan adaptor mendingin secara alami di tempat terbuka. Jangan menyiramnya dengan air, memasukkannya ke lemari pendingin, atau mencoba membongkar komponennya.

Jika muncul asap, percikan api, bau terbakar, atau tanda meleleh, jangan menyentuh adaptor maupun stopkontak. Putuskan aliran listrik dari panel pemutus jika dapat dilakukan dengan aman.

Baca Juga: Sebaran Asap di Sumut Mulai Menurun, Jarak Pandang Masih Terbatas hingga Tiga Hari

Charger yang menunjukkan tanda kerusakan sebaiknya tidak digunakan kembali. Hubungi pusat servis atau ganti adaptor dengan produk yang sesuai spesifikasi perangkat.

Jika terjadi kebakaran listrik, jangan menggunakan air untuk memadamkannya. Segera menjauh dari lokasi apabila api atau asap menyebar, peringatkan orang di sekitar, dan hubungi layanan darurat.(net/han)

Editor : Johan Panjaitan
charger panas berbahaya terbakar