Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Polisi Serahkan Teknis Dugaan Malpraktik ke IDI

Admin-1 Sumut Pos • Selasa, 31 Maret 2015 | 13:25 WIB
Photo
Photo
Foto: Gibson/PM
Jenazah Maruli Silalahi saat masih di RS Mitra Sejati Medan, Senin (23/3/2015). Pihak keluarga menuding ada malpraktik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Dugaan malpraktik dr Herry yang dianggap salah satu penyebab kematian Maruli Silalahi (33), pasien BPJS kelas II di RS Mitra Sejati Medan, belum menemukan terang. Polresta Medan mengaku tak mau gegebah.


Senin (30/3) siang, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram mengaku, untuk saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik Mabes Polri cabang Medan. Pasalnya, dalam kasus ini Polresta Medan tidak mau gegabah untuk menetapkan tersangka. "Kita belum bisa berbuat apa-apa. Soalnya, kita masih menunggu hasil labfor," ucapnya.


Lebih lanjut, perwira berpangkat melati satu dipundaknya ini, mengenai secara teknis untuk mengungkap kasus tersebut pihaknya telah akan menyerahkannya kepada pihak IDI. "Nanti IDI yang menangani secara teknisnya," tungkasnya.


Dikatakannya, untuk mengungkap kasus seperti ini pihaknya merasa tidak mau tergesa-gesa. Pasalnya, dalam pengungkapan ini pihaknya membawa nama Polri.  "Nanti kayak kasus dokter Ayu yang di Manado. Makanya kita gak bisa tergesa-gesa," pungkasnya.


Sekedar mengingatkan, Bungaria Simbolon (55) warga Menteng VII Gang Serasi Kec. Medan Denai bersama keluarnya mendatangi Polresta, Senin (23/3) siang. Dia tak terima kematian putranya pasca operasi usus buntu di RS Mitra Sejati Medan.


Sebab, Kamis (19/3) korban dalam kondisi demam tinggi dibawa ke RS Mitra Sejati. Setelah diperiksa dokter RS, korban didiagnosa mengalami sakit Usus Buntu. Oleh dokter rumah sakit, korban disarankan untuk dioperasi. Dengan ketakutan, korban pun menjalani operasi, Jumat (20/3) siang dan selesai di malam hari.


Esok harinya, Sabtu (21/3) korban tak kunjung membaik malah terus muntah mengeluarkan cairan. Ironisnya lagi, dokter yang melakukan operasi tidak perduli dan enggan memeriksa kondisi pasien BPJS tersebut. Korban akhirnya, Senin (23/3) tewas tanpa ada penanganan dari dokter.


"Dokternya hanya menunjukkan hasil laboratorium, lalu katanya anak saya sakit usus buntu, awalnya dari rumah anak saya sakit demam, tapi setelah operasi anak saya tidak dilayani lagi, mungkin karena anak saya pasien BPJS," ujar Ibu korban, Bungaria Br Simbolon saat ditemui di Polresta Medan.




Terpisah, Erwinsyah Dimyati Lubis SH MH selaku Humas RS Mitra Sejati didampingi dr. Ari menjelaskan, pihaknya sudah melakukan tugas dengan baik. Kalau pihak keluarga pasien merasa keberatan silahkan menempuh jalur hukum. "Kami sudah menanyakan kepada dokternya, dan jawabannya sudah ada," tandasnya, Senin (23/3) lalu.


Lanjutnya, setelah korban masuk ke rumah sakit, pihaknya langsung memberikan tindakan medis dengan merawat dan melakukan pemeriksaan dan korban harus dioperasi. Setelah dilakukan persetujuan, operasipun berlangsung dan berhasil. Selanjutnya, korban mendapatkan perawatan kembali.


“Nah, kalau mengenai penyakit korban, dia mengalami penyakit usus buntu dan darahnya sudah terinfeksi oleh kuman. Sehingga seluruh tubuhnya mendapat gangguan (Sepsis). Korban mengalami Sepsis, sehingga kesehatannya terus menurun," tegasnya.


Ditanya mengenai perawatan dan tidak hadirnya dokter sewaktu dipanggil pihak keluarga, dr. Ari menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan cek kepada setiap pasien. “Begitu juga yang dilakukan oleh dr. Harry Butar-butar, dia selalu menanyakan kepada dokter jaga mengenai kesehatan pasiennya, termasuk Maruli. Dokter jaga bilang kesehatan pasiennya tidak ada yang gawat,” tambahnya.


“Karena itu, ketika dipanggil, dokter Harry tidak berada di tempat. Namun, karena keluarga pasien panik, sehingga mereka ribut di sini (RS Mitra Sejati, red) dan kita juga merasa terganggu. Namun, kami sudah memanggil pihak keluarga untuk membicarakan hal ini supaya tidak ada persepsi lain,” paparnya.


“Kami akan bertanggung jawab sesuai dengan hukum yang berlaku. Jadi, yang dikatakan malpraktik itu yang mana? Makanya, kami juga punya hak untuk melakukan pembelaan. Pembuktian bersalah di pengadilan," pungkasnya.(ind/trg) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#medan #Maruli Silalahi meninggal usai dioperasi usus buntu #dugaan malpraktik di RS Mitra Sejati