Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dokter Menyerah, Bocah Penderita Kanker Otak Pulang ke Rumah

Admin-1 Sumut Pos • Rabu, 4 November 2015 | 14:54 WIB
Photo
Photo
Foto: Wiwin/PM
Saskia Khairunisa (4), bocah penderita kanker otak saat masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Saskia Khairunisa (4), terbaring lemah di kasur kamar rumah di Jalan Brigjen Hamid, Gang Perak, Medan Johor. Selasa (3/11), bocah cilik itu pulang pasca dirawat selama 11 hari di Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Medan.

Saskia masih sering muntah-muntah dan sakit kepala, namun orangtuanya berinisiatif membawa pulang ke rumah, karena perawatan medis yang selama ini diberikan kepada putri bungsunya belum maksimal.

“Sebenarnya Saskia sudah disarankan untuk menjalani laser ke rumah sakit di Tangerang, namun tidak ditanggung BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Di rumah sakit hanya diberi perawatan sesuai standar. Dokter pun sudah menyerah, jadi kami bawa pulang. Padahal sudah sekitar Rp50 juta biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan anak saya,” ujar ayah Saskia, Dody Effendy, Selasa (3/11).

Dituturkannya, penyakit kanker otak yang diderita Saskia mulai tampak saat November 2014 lalu. Bocah cilik ini merasakan sakit pada bagian kepalanya dan muntah-muntah. Orangtuanya pun berinisiatif membawa Saskia berobat di RS Mitra Sejati Medan. Setelah dirawat selama 8 hari dengan biaya pribadi, dokter menyarankan agar Saskia dirujuk ke RS Siloam Jakarta untuk laser.

“Karena biayanya cukup besar mencapai Rp200 juta, kami tidak punya uang. Jadi Saskia kami bawa pulang,” jelasnya.

Namun, sehari setelah dibawa pulang, kondisi Saskia drop (menurun). Lalu langsung dibawa ke Klinik Teratai dekat rumah, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan. Sayangnya, seminggu dirawat, tidak ada tindakan medis apapun yang dilakukan, dokter cuma melakukan pemeriksaan saja.

“Padahal kami berobat pakai biaya pribadi karena kartu BPJS Kesehatan belum aktif. Jadi seminggu dirawat, kami langsung minta pulang,” jelasnya.

Atas saran kerabatnya dan berbekal kartu BPJS Kesehatan, Dody kemudian meminta rujukan ke RS Murni Teguh Medan. Namun mereka harus menelan kekecewaan karena ditolak dengan alasan tak ada kamar.

Saskia pun dibawa ke Rumkit Putri Hijau Medan. Bak gayung bersambut, rupanya dokter yang menangani Saskia juga praktik di RS Murni Teguh, yang kemudian membantu memuluskan jalan Saskia menjalani rawat inap di rumah sakit yang berada di Jalan Jawa itu.

“Setelah dua bulan jalani penyinaran, sebulan rawat inap di sana (RS Murni Teguh), dan rawat jalan selama sebulan, Saskia dinyatakan sembuh Januari 2015,” ujarnya.


Betapa bahagianya Dody dan keluarga, meski bulan Maret 2015 baru bisa berjalan, namun Saskia sudah bisa beraktivitas seperti anak-anak lainnya. Juli 2015, Saskia pun sekolah di TPA (Taman Pendidikan Alquran) di dekat rumahnya. Tapi kebahagiaan yang dirasakan tidak lama. Agustus 2015, penyakit Saskia kambuh lagi.

“Kata dokternya harus dilaser baru hilang, dan ini butuh biaya,” jelasnya.

Kembalilah dara manis ini harus menjalani terapi pengobatan medis dan operasi di RS Murni Teguh. Tiga minggu dirawat, kondisi Saskia dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang. Sebelas hari lalu, Saskia kembali harus menjalani rawat inap karena kondisi tubuhnya kembali memburuk. Dan dokter-dokter yang didatangi untuk perawatan menyatakan Saskia harus menjalani terapi laser agar sembuh.

“Karenanya, sejak dua bulan lalu, kami cari alternatif dengan pengobatan herbal. Alhamdulillah, kondisi Saskia membaik, mulutnya sudah normal,” terangnya.

Karena pengobatan herbal lebih efektif, Saskia pun kini tak berobat medis. Sejak minum obat herbal Rp2 juta per bulan, mulut Saskia yang miring sebelah kini kembali normal. Meski sudah berobatan medis, karyawan swasta produk pembersih mobil di Jalan Krakatau Medan ini sebenarnya masih berharap anaknya bisa mendapatkan terapi laser. Berbagai langkah pun dilakukannya diantaranya mendatangi Yayasan Budha Tzu Chi untuk meminta bantuan biaya.

“Sekarang kita masih menunggu uluran tangan untuk membantu. Kami akan sangat senang sekali jika ada yang mau mengulurkan tangannya membantu untuk pengobatan Saskia. Sehingga dapat memenuhi keinginan Saskia, saat sembuh nanti mau jalan-jalan naik kereta api dan mau berenang,” ujarnya. (win) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#medan #Penderita Kanker Otak #Saskia Khairunisa