Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Usai Joget May Day, Kelompok Buruh di Medan Ricuh

Admin-1 Sumut Pos • Senin, 2 Mei 2016 | 13:50 WIB
Photo
Photo
Foto: Sabam/PM
Dua kelompok buruh ricuh saat unjuk rasa Mau Day 1 Mei di Medan, Minggu (1//5/2016).

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Peringatan May Day yang digelar ratusan buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Seluruh Indonesia (GAPBSI), di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo, Medan Timur berakhir ricuh, Minggu (1/5) sore. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 25 orang ditangkap polisi.

Sebelum kericuhan pecah, ratusan buruh berjoget ria ditemani 2 biduan cantik. Namun tak lama berselang, kemeriahan itu berubah pasca puluhan buruh yang tergabung dalam Aliansi BBM (Buruh Bersatu Menggugat) berunjukrasa di lokasi.

Mengetahui hal itu, massa GAPBSI yang merasa acaranya diganggu pun menemui para pengunjuk rasa. Alhasil, aksi saling dorong antar kelompok buruh pun tak terelakkan. Akibat peristiwa tersebut, seorang buruh dari Aliansi BBM bernama Linda, terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat karena terluka akibat terkena lemparan botol air mineral.

Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung turun ke lokasi dan membubarkan secara paksa acara tersebut. Bukan itu saja, puluhan massa yang diduga sebagai pemicu keributan turut diamankan dan diboyong ke Polresta Medan. Para massa yang diamankan tersebut terdiri dari beberapa serikat buruh, diantaranya Serikat Buruh Sosial Demokrat ada 10 orang, yakni Jhon Peteri Girsang (45), Ricky Ahmad Ridho (23), Ahmad Iqbal (36), Irwan Sahat Parulian Manalu (36), Rosen Jaya Sinaga (42), Joko Purwanto (22), Wijarahman (31), M. Ikhwan (43), Hendrik (26), dan Faisal (27).

Kemudian dari Gerakan Mahasiswa Nasional Unimed/GMNU ada 6 orang, yakni
Yosef Lion, Tesalonik Sinaga, Abed Silaban, Rio MT. Pasaribu, Amrin Pandiangan, dan Dheo Darwin. Lalu Kelompok Komiks Revolusi Agraria ada 3 orang, yakni Johan Merdeka, Idris Sardi Tarigan dan Martua Sirait. Kemudian dari Persatuan Pedagang Buku Bekas Lapangan Merdeka ada 2 orang, yakni Abdullah Halim Haris dan Zul Ikhsan.


Photo
Photo
Foto: Sabam/PM
Demo buruh saat May Day di Medan, seorang buruh perempuan terluka kena lemparan botol mineral, Minggu (1/5/2016).

Bukan hanya itu saja, dari Serikat Pekerja Tally Pelabuhan ada 2 orang, yakni M. Reza Hamdani dan Hembiyonto Arifin Sihombing. Lalu, dari Kelompok Demokrasi Untuk Negeri Indonesia ada 1 orang, yakni Ustad Syafrizal.


Sementara dari Masyarakat (tanpa kelompok) diamankan 1 orang bernama Hendra Utama (28). Ida, orator Aliansi BBM yang ditemui kru koran ini mengatakan, pihaknya menilai perayaan hari buruh yang digelar pemerintah merupakan wujud pengkotak-kotakan buruh di Sumut. "Acara buruh di Gelanggang Remaja sebagai wujud pemecah belah buruh di Sumut," ungkapnya.

BURUH KIM GELAR SYUKURAN
Peringatan May Day di Kawasan Industri Medan (KIM), tak terlalu banyak menghadirkan massa. Pasalnya, sejumlah perusahaan memilih meliburkan pekerjanya. Para pengumpul massa buruh hanya menemukan pabrik-pabrik yang telah kosong, Minggu (1/5) kemarin.

Dari amatan kru koran ini, ratusan buruh yang mengendarai mobil pick-up serta sepedamotor tampak berkonvoi. Pabrik-pabrik di KIM maupun di luar dari kawasan industri digedor para pengumpul massa. Tapi yang ada hanya sejumlah petugas keamanan pabrik, bahkan beberapa perwakilan pengunjukrasa dipersilahkan mengecek ke dalam area pabrik.

"Libur, tidak ada buruh yang bekerja. Silahkan lihat saja ke dalam," ucap Satpam pabrik. Konvoi iring-iringan massa buruh berlangsung tertib, tidak ada
perdebatan antara pengunjukrasa dengan petugas keamanan, maupun polisi yang melakukan pengawalan. Setelah melihat pabrik tidak beroperasi, massa lalu meninggalkan kawasan industri Medan menuju ke pusat kota Medan.

Sedangkan sebagian massa buruh diantaranya dari SBSI 1992 dan
organisasi lainnya yang tergabung dalam wadah Gabungan Serikat Pekerja Seluruh Indonesi (GSPSI) merayakan may day dengan menggelar syukuran dan joget bersama dengan diiringi alat musik organ tunggal. Acara tersebut digelar di Kawasan Industri Medan (KIM) I."Hari ini, kami tidak melakukan aksi demo, karena memang pabrik di KIM pada libur. Kegiatan may day kami lakukan dengan acara syukuran," kata, Adi Jhon Sitanggang, Ketua DPC SBSI 1992 Kota Medan. Meski larut dalam suka cita, buruh juga tetap menyampaikan aspirasi mereka yakni, hapuskan sistem kerja outsorcing, efektifkan kinerja kepengawasan, tolak upah murah dan segera diselesaikan berbagai kasus ketenagakerjaan.

BURUH TKBM TETAP KERJA
Di tengah kegembiraan ribuan buruh di KIM merayakan libur hari buruh sedunia. Namun tidak bagi para buruh nelayan maupun buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Belawan. Mereka tetap bekerja seperti hari biasa.

Sahrial (39), salah seorang buruh TKBM menuturkan, meski mengetahui 1 Mei merupakan hari buruh, tapi dia dan rekan-rekannya sesama buruh tidak ikut merayakan karena harus tetap bekerja sesuai giliran. "Buruh di pelabuhan tidak ada yang ikut May Day, semuanya harus melaksanakan giliran kerja," ungkapnya. Public Ralation PT Pelindo I Cabang Belawan, Roswita saat dihubungi mengatakan, aktifitas bongkar muat barang dari kapal ke truk-truk pengangkutan di dermaga Pelabuhan Belawan atau sebaliknya, tetap berlangsung normal."Bongkar muat di Pelabuhan Belawa tetap lancar, semuanya berjalan seperti biasa," kata Roswita.

Suasana yang sama juga terpantau di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Gabion Belawan. Para buruh nelayan yang bekerja di kapal-kapal penangkap ikan milik pengusaha perikanan ini mengaku jika mereka meliburkan diri atau tidak berangkat melaut, maka mereka akan dipecat."Kami libur pada saat hari raya, dan kalau cuaca di laut lagi buruk. Selebihnya tetap bekarja," ungkapnya.(riz/rul/deo) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#Hari Buruh di Medan #May Day di Medan