Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Debrik Dua Kali Bobol Tahanan

Admin-1 Sumut Pos • Rabu, 17 Mei 2017 | 10:29 WIB
Photo
Photo
Kapolres Binjai AKBP Rendra Salipu

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Devi Piliang alias Debrik diduga sebagai aktor utama dalam kaburnya 19 tahanan Polres Binjai, Sabtu (13/5) lalu. Bahkan, dia sudah dua kali menjebol tahanan Mapolres Binjai.


Menurut informasi, Debrik merupakan residivis narkoba yang sudah 4 kali keluar masuk penjara. Debrik sudah pernah kabur dari tahanan Polres Binjai pada Oktober 2015. Kala itu, Kasat Narkoba Polres Binjai di bawah komando AKP PS Simbolon. Namun, Debrik berhasil diringkus kembali setelah beberapa hari kemudian.


Terakhir, Debrik diringkus pada 3 April 2017 lalu sekira pukul 20.15 WIB. Saat akan ditangkap, Debrik berusaha kabur. Sayang, usaha yang dilakukannya sia-sia lantaran Polisi bertindak sigap. Namun pada Sabtu (13/5) lalu, Debrik kabur lagi bersama 18 tahanan lainnya.


Dalam peristiwa yang menghebohkan warga Sumut bahkan Tanah Air ini, warga Jalan Aiptu Radiman, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota ini disebut-sebut sebagai salah satu otak pelaku. Sebab, menurut informasi, Debrik juga mengajak tahanan lainnya untuk kabur sebelum aksi melarikan diri itu.


Menurut pengakuan Bambang Syahputra alias Bembeng yang menyerahkan diri didampingi istrinya, kemarin (15/5), lubang yang menjadi akses tahanan kabur itu sudah ada beberapa hari sebelumnya. Selama ini, lubang itu ditutupi kertas bertuliskan “Jagalah kebersihan”. Dia menduga, lubang tempat mereka kabur itu sudah lama dikerjakan oleh seorang tahanan yang telah melarikan diri.


"Saya baru tahu kalau di balik kertas itu ada lubang yang sudah dibuat untuk melarikan diri," kata warga Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jati Karya, Binjai Utara itu.


Selama ini, Bembeng mengaku tidak pernah mengetahui jika di balik kertas yang ditempel itu ada lubang. Sebab, tidak semua tahanan pernah menggunakan kamar mandi di blok yang dihuni Devi Piliang alias Debrik itu. Dia menduga, saat tahanan tengah menunaikan salat, dinding itu dilubangi. "Debrik tak pernah salat," ujarnya.


Sementara, wajah Kapolres Binjai AKBP Rendra Salipu tampak lebih segar dari sebelumnya ketika ditemui wartawan koran ini, Selasa (16/5) petang. Dengan mengenakan pakaian dinas dan sandal di kakinya, Rendra menyatakan, Polres Binjai sudah melakukan pembenahan pascakaburnya para tahanan yang saat ini masih menyisakan 8 lagi belum ditangkap.


Menurut Kapolres, CCTV di sel tahanan ditambah. "Semula ada 4 CCTV, sekarang sudah menjadi 8 CCTV semuanya. Juga ada 2 CCTV yang dipasang di luar," ujar Rendra di Mapolres Binjai.

Menurut dia, tim yang sudah dibentuk sudah mulai menyisir ke luar Kota Rambutan. Seperti Langkat, Medan hingga ke Aceh. "Tapi di Kota (Binjai) tetap terus dilakukan (pencarian)," ujar perwira menengah dengan pangkat dua melati emas di pundaknya ini.


Tak hanya penambahan CCTV, Polres Binjai melakukan pembenahan pada sel rumah tahanan polisi (RTP). Kini, sel tahanan Sat Res Narkoba sudah menyatu dengan RTP Polres Binjai. Diketahui sebelumnya, kalau RTP Polres Binjai berdiri sendiri di Satreskrim, meski kedua Satuan itu berada di gedung serupa.


"Saat ini sedang dilakukan perombakan. Sebelumnya RTP dan sel tahanan Narkoba dipisahkan oleh dinding meski berdiri di satu gedung. Tapi sekarang sudah disatukan," ujar Rendra.


Kemarin siang, Kapolres sempat melihatnya jalannya perombakan sel tahanan tersebut. Menurut dia, proses rombak sel tahanan yang sudah menyatu dengan RTP Polres Binjai akan rampung pada Rabu (17/5).


Dia menambahkan, penjagaan tetap dilakukan seperti biasa. 10 personel termasuk perwira di dalamnya selalu siaga. Namun, 10 personel ini menjaga ada beberapa titik. Seperti di SPKT.


"Belum ada (diperiksa Propam). Tapi itu akan terus berlanjut," ujar Kapolres saat disinggung apakah dirinya sudah diperiksa oleh Bidang Propam Poldasu atau belum.


Sebelum mengakhiri, dia sebut, tim gabungan sudah mengidentifikasi titik persembunyian daripada para tahanan yang sudah ditetapkan sebagai DPO ini. Namun dia enggan merincikan lebih jauh. Bahkan saat disinggung siapa dugaan sementara otak pelaku yang melubangi dinding kamar mandi itu, Kapolres enggan menanggapinya.


"Kami kembali menyebarkan foto-foto DPO di Kota Binjai. Tapi belum sampai ke luar daerah. Untuk pengejaran, sudah mulai dilakukan hingga ke luar daerah," tandas Rendra.

180 Napi Tanjunggusta Dipindah

Sementara, sebanyak 60 narapidana dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta Medan dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, Selasa (16/5) dini hari. Pemindahan ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama Bulan Ramadan. Apalagi, Rutan Tanjunggusta sudah sangat overkapasitas.


Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Tanjunggusta Medan, Nimrot Sihotang kepada Sumut Pos mengatakan, pemindahan 60 narapidana ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Iya benar, ada 60 orang napi kasus kriminal umum dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Pematangsiantar. Oleh Polri dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Selain itu, semakin sedikit wargabinaan, maka semakin kecil kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban," ungkap Nimrot Sihotang, kemarin siang.


Pemindahan juga dilakukan sesuai dengan arahan Kementerian Hukum dan HAM RI. Meski pemindahan napi itu, ke rutan dan lapas yang juga overkapasitas. Namun, Rutan Tanjunggusta Medan sangat overkapasitas hingga 300 persen.


"Ini juga menindaklanjuti perintah Menkumham yaitu distribusi wargabinaan ke Lapas dan Rutan yang ada di Sumut, yang masih sanggup menampung napi," tuturnya.


Nimrot juga mengatakan, sebelumnya ada 90 napi dipindahkan ke Lapas Kelas IA Tanjunggusta Medan 30 orang. Kemudian, Rutan Kelas II B Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, berjumlah 30 orang.


Selanjutnya, 30 orang napi juga dipindahkan ke Lapas Kelas II B Tebingtinggi. Kemudian pada Rabu (17/5) dini hari, mereka juga melakukan pemindahan 30 napi lagi. "Ke-30 orang napi akan dipindahkan malam ini (tadi malam, red) ke Lapas Binjai," ungkapnya.


Pemindahan ini, bekerjasama dengan Polda Sumatera Utara untuk pengamanan selama proses perjalan menuju lapas yang dimaksud. Meskipun telah dilakukan pemindahan napi hingga 180 orang, namun tidak mengurangi overkapasitas di Rutan Tanjunggusta. Saat ini, jumlah napi penghuni Rutan Tanjunggusta sebanyak 3.696 orang dari kapasitas hunian hanya 1.281 orang.


"Menurut saya, kejahatan terus meningkat di Kota Medan. Karena saat saya baru setahun berdinas di sini dan pertama kali bertugas di Medan, isi rutan hanya 2.800 orang. Jadi dalam setahun, bertambah 1.000 orang tahanan," jelasnya.


Kemudian Nimrot melakukan analisis penyebab tingginya angka kejahatan dan jumlah tahanan. Salah satunya faktor ekonomi dan tidak ada lapangan pekerjaan yang cukup kepada masyarakat. "Dari hasil wawancara saya kepada beberapa napi dan tahanan, mereka menyebutkan minimnya lapangan kerja membuat mereka melakukan tindakan kejahatan. Dari kondisi ini, marilah kita semua masyarakat Medan agar saling peduli satu sama lain," tuturnya. tandasnya.(ted/gus/adz) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#polres binjai #tahanan polres binjai kabur #tahanan kabur