Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Friska, Penderita Gizi Buruk Meninggal Setelah Empat Hari Dirawat

Admin-1 Sumut Pos • Rabu, 21 Juni 2017 | 11:43 WIB
Photo
Photo
Foto:Parlindungan/Sumut Pos
Friska semasa hidup saat mendapat perawatan di RSU H Adam Malik Medan. Kemarin Friska meninggal dunia.

SUMUTPOS.CO - Bayi perempuan penderita gizi buruk, Friska Mawel Harefa (5 bulan), menghembuskan nafas terkahirnya pada Senin (19/6) pukul 17.30 WIB. Friska meninggal pukul 17.30 WIB.


Sebelumnya, Friska sempat mengalami kondisi kritis akibat peradangan kulit hingga infeksi. Terlebih, diperparah dengan gizi buruk. Pasien atas nama Friska Mawel telah meninggal dunia tanggal 19 Juni 2017 pukul 17.30 WIB akibat gagal nafas dan gizi buruk yang diderita," ujar Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Masahadat Ginting, Selasa (20/6).


Semula bayi dari pasangan Marsinus Harefa dan Saurawaty Br Sipayung itumasuk RSUP H Adam Malik pada Jumat (16/6) sekitar pukul 00.53 WIB. Bayi yang tinggal di Jalan Setiabudi, Gang Seroja, Medan Selayang tersebut didignosa mengalami sepsis (infeksi), gizi buruk dan kwasaki (peradangan pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh).


Kemudian, untuk memulihkan penyakit Friska, tim medis RSUP H Adam Malik mengmabil tindakan medis berupa, foto thorax dan abdomen, injeksi obat, infus, menggunakan monitor jantung, pakai O2, kateter dan NGT. Begitu juga denga albumin turut diberi karena karena kadar albumin bayi itu rendah.


"Untuk biaya, awalnya terhitung pasien umum. Namun akhirnya dicover BPJS Kesehatan PBI. Selama dirawat di RSUP H Adam Malik, bayi itu dirawat intensif di ruang HDU Anak di Rindu B, " tandasnya.


Terpisah Kepala Puskesmas Selayang, dr Zainab yang dikonfirmasi, juga mengaku mendapat kabar bayi itu telah meninggal dunia dari Camat Medan Selayang."Sebenarnya, dalam keadaan hamil pun ibunya sudah dipantau. Apa yang harus diberi sudah kita berikan. Namun ibunya tidak menyusui anaknya dengan baik. Macam mana air susunya mau ada, ibunya bukannya makan sayur, malah menyirih pula, " ujar dr Zainab.


Meski demikian, dr Zainab mengaku jika kejadian itu akan menjadi pelajaran bagi pihaknyadengan meningkatkan penyuluhan di Posyandu. Namun, ia tetap berharap agar masyarakat, khususnya ibu hamil, aktif berkunjung ke Posyandu.

"Kita jemput bola kok. Kita berkunjung ke rumah-rumah. Namun masyarakat juga harus aktif. Kita hanya 80 orang untuk melayani 107.000 orang. Bahkan kita kadang datang, orang malah tutup pintu. Moto Kita, mendidik masyarakat untuk hidup sehat, " tandas dr Zainab mengakhiri.


Sebelumnya Suarawaty Br Simatupang yang diwawancarai wartawan mengaku, saat bayinya berusia 4 bulan menderita demam tinggi. Akibat demam itu, tubuh bayinya memerah, sehingga dia mengusapkan bedak ke tubuh bayinya. Namun, setelah diberi bedak itu, tubuh bayinya malah seperti cacar, kemudian luka dan terkelupas. Sejak saat itu, bayinya semakin rewel dan menceret.


Sementara Camat Medan Selayang, Sutan Tolang Lubis ketika diwawancarai Sumut Pos pada Minggu (18/6) sore mengatakan sebelumbya bayi itu sudah ditangani di Posyandu, dengan memberi makanan tambahan. " Kemarin saat kita di Rumah Sakit, kita introgasi bersama Dokternya, ternyata ada diberikan oleh ibunya minyak lampu dicampur kapur barus dan bawang merah, itu digosokkan ke kulit. Itu yang membuat melepuh itu. Kemarin kita juga dengar dari Kepala Puskesmas dan diintrogasi juga langsung sama si Ibunya, itu yang bikin melepuh dan itu juga mungkin yang membuat infeksi, "papar Sutan. (ain/ila)

  Editor : Admin-1 Sumut Pos
#gizi buruk #Friska Mawel Harefa #bayi penderita gizi buruk