Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kepling Jangan Banyak Nongkrong

Admin-1 Sumut Pos • Senin, 24 Juli 2017 | 10:12 WIB
Foto: Triadi Wibowo/Sumut pos Diskusi masalah banjir di graha Pena Medan, Kamis (6/10)
Foto: Triadi Wibowo/Sumut pos Diskusi masalah banjir di graha Pena Medan, Kamis (6/10)
Photo
Photo
Foto: Triadi Wibowo/Sumut pos
Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Kinerja kepala lingkungan (Kepling) se-Kota Medan tengah dalam sorotan Wali Kota Dzulmi Eldin. Sebab selama ini, kepling lebih suka 'nongkrong' di kantor kelurahan ketimbang memperhatikan wilayah dan masyarakatnya. Terutama, soal kebersihan lingkungan dari sampah.


Hal ini diakui Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat berbincang dengan Sumut Pos, akhir pekan kemarin. "Saya sudah minta izin Pak Wali, bahwa seluruh kepling harus digenjot kerjanya untuk lebih peduli dengan warga dan lingkungannya, daripada banyak duduk di kantor lurah. Pak Wali sudah setuju dan seluruh camat sudah saya instruksikan mengingatkan seluruh keplingnya soal ini, melalui Kabag Tapem," katanya.


Akhyar mengungkapkan, hal mendasar yang perlu ditekankan camat terhadap seluruh kepling adalah persoalan kebersihan lingkungan. Kepling diwajibkan lebih peduli dengan menyediakan wadah sampah di setiap lingkungan, atau bahkan di depan rumah warga.


"Persoalan sampah di Kota Medan sudah pelik. Jangan lagi ditambahi dengan lingkungan yang kotor. Harus ada wadah yang bisa dikreasikan oleh kepling untuk menaruh sampah, sehingga tidak berserakan," tegasnya.


Wadah sampah sementara ini, lanjutnya, penting disegerakan kepling sebelum diangkut petugas kebersihan setiap hari. "Kan bisa menggunakan keranjang tempat sayuran kol. Atau dikreasikan seperti apa agar sampah tidak berserak. Karena kalau sampai sampah sudah berserakan, selain menimbulkan bau tak sedap juga bisa masuk ke parit. Alhasil parit menjadi tersumbat dan menyebabkan genangan air," katanya.


Menurut politisi PDIP ini, sebenarnya jumlah armada pengangkut sampah yang dimiliki Pemko mencukupi, namun kritis. Untuk itu dibutuhkan koordinasi dan sinergitas dari unsur kecamatan, sebelum petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan datang mengangkut sampah ke seluruh lingkungan. "Wadah yang saya sebutkan tadi kan tidak membutuhkan biaya besar. Masak camat tidak bisa mengupayakan itu saja," ujarnya.


Dirinya juga menegaskan, akan memberi waktu sampai awal Agustus mendatang. Bahkan, mulai minggu ini akan lebih sering memantau seluruh wilayah menyangkut kebersihan lingkungan. "Kalau saya lihat belum ada perubahan, maka saya langsung ambil tindakan tegas di tempat. Kepling tersebut akan dicopot. Jadi ini tidak main-main. Waktu 2,5 tahun sudah cukup lama," kata Akhyar.

Kesadaran warga juga dibutuhkan guna mewujudkan kebersihan lingkungan dari sampah. Akhyar mengakui prilaku membuang sampah sembarangan ini masih melekat pada mindset warga Medan. "Ya, warga lebih rela menenteng sampah hingga 2 kilometer dari rumahnya, dan membuang di sembarang tempat. Mereka lebih baik begitu daripada membayar retribusi Rp15 ribu kepada petugas. Hal ini harus menjadi perhatian bersama," pungkasnya.


Sekaitan hal ini, Ketua Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsuria Sitepu mendukung kebijakan Pemko Medan. Menurutnya, kepling sebagai perpanjangan tangan Pemko sudah sepatutnya membantu segala program yang sudah dicanangkan, termasuk persoalan sampah.


"Sudah sepatutnya kepling lebih peduli dengan warga dan wilayahnya. Sebab tangan Pemko Medan tidak bisa menjangkau sampai ke lapisan bawah. Bagi kepling-kepling yang tidak bisa bekerja, kami mendukung agar dicopot saja," tegasnya.


Politisi Golkar ini juga mengatakan, masalah tak kalah penting yakni narkoba. Kepling diingatkan lebih proaktif terhadap wilayahnya, agar pemberantasan narkoba benar-benar bisa diwujudkan. "Yang tahu dan paham akan wilayah tersebut kan kepling. Jadi bagi kepling yang tidak mau tahu dengan itu, ya segera saja dicopot. Tidak perlu dipertahankan orang yang tidak mampu bekerja," katanya. (prn/ila)

 

  Editor : Admin-1 Sumut Pos
#kinerja kepling #kepala lingkungan #kepling