MEDAN, SUMUTPOS.CO –Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada empat hotspot atau titik panas di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Keempat titik panas itu diketahui berada di Kabupaten Labuhanbatu dan Padanglawas Utara (Paluta).
Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi (Datin) BMKG Wilayah I Medan, Syahnan menyebutkan, titik panas itu terpantau berdasarkan amatan satelit terkait adanya udara panas di wilayah Sumut. Namun, kata Syahnan, titik panas yang terpantau itu belum tentu terjadi kebakaran hutan di kawasan tersebut. “Itukan pantauan satelit, jadi ada persentase tingkat kepercayaannya. Nah, untuk itu ada tingkat presentasenya antara 51 sampai 100 persen,” ujar Sahnan kepada Sumut Pos, Senin (30/7).
Untuk itu, dia mengimbau kepada instansi terkait untuk memantau juga, apa sebenarnya yang terjadi di sana, apakah udara panas saja atau memang ada terjadi kebakaran hutan. “Jadi dua titik di Labuhanbatu, sementara dua titiknya lagi di Paluta. Sejauh ini kita belum mendengar apakah kawasan itu ada terjadi kebakaran atau hanya udara panas. Seperti yang saya katakana tadi, ada persentase tingkat kepercayaan terkait titik panas tadi dan itu yang harus diperhatikan,” sebutnya.
Dia juga mengatakan, saat ini mulai terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Meski di Sumut terus turun hujan, tapi tetap ada daerah lain yang mengalami kemarau hebat. “Makanya satelit memantau ada empat titik panas. Informasi ini akan terus kita koordinasikan dengan instansi terkait seperti BPBD Sumut atau daerah lain,” terangnya.
Kepada masyarakat, dia mengimbau agar tetap hati-hati, khususnya di Kota Medan. Soalnya, cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi masih akan terus terjadi beberapa hari ke depan. Menurutnya, pada Juli ke Agustus tengah terjadi peralihan musim. “Jadi kita sekarang ini menghadapi peralihan musim, makanya hampir tiap hari meski masih musim kemarau terjadi hujan dengan intensitas sedang ke tinggi. Nanti puncak musim penghujan terjadi di bulan Oktober,” katanya.
Camat dan Lurah Diminta Siaga
Menyikapi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung mengumpulkan seluruh camat se-Kota Medan, Senin (30/7). Selain hujan deras yang menimbulkan genangan air, cuaca ekstrem tak jarang diikuti dengan angin kencang yang merusak atap rumah warga serta menumbangkan pohon.
Apalagi sejumlah kawasan di Kota Medan digenangi air sehingga mengganggu aktivitas warga menyusul hujan deras mengguyur Kota Medan, Minggu (29/7) mulai petang hingga malam. Karenanya, Dzulmi Eldin meminta kepada seluruh camat dan lurah agar siaga dan tanggap bencana di wilayahnya masing-masing. "Saya minta tidak ada camat dan lurah yang meninggalkan wilayahnya di saat cuaca ekstrem, terutama ketika melihat cuaca mendung. Camat dan lurah harus tanggap serta siaga menghadapi bencana. Segera lakukan langkah-langkah antisipasi sebelum terjadi bencana seperti banjir maupun angin kencang," tegas Eldin.
Selanjutnya, tegas Eldin, camat dan lurah juga harus turun langsung ke lokasi begitu wilayahnya diterpa bencana baik banjir maupun angin kencang. Selain melakukan evakuasi, juga mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk melayani masyarakat yang mengalami musibah. “Saya tidak mau camat dan lurah hanya main perintah kepada bawahan, mereka harus turun dan berada di lokasi apabila terjadi musibah. Layanilah masyarakat yang menjadi korban bencana dengan sebaik-baiknya. Lalu laporkan langsung kepada saya upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan melalui foto, saya akan terus pantau," ujarnya.
Di samping itu, tambah Eldin lagi, camat dan lurah pun harus peka dengan kondisi yang terjadi di wilayahnya. Apabila melihat ada genangan air yang terjadi pasca hujan deras turun sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas, Wali Kota minta camat dan lurah turun tangan mengatasinya. “Jangan biarkan air menggenangi ruas jalan sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Lakukan upaya untuk mengeringkan genangan air bersama dengan kepala lingkungan serta Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU). Jika membutuhkan peralatan, segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum,” tandasnya.
Kemudian Eldin juga minta kepada camat dan lurah untuk terus berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang serta Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan upaya-upaya membantu warga, termasuk tindakan antisipatif lainnya.
“Begitu wilayahnya diterpa bencana baik banjir maupun angin kecang, lakukan koordinasi dengan OPD terkait. Dengan kebersamaan, insha Allah semuanya dapat kita atasi dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana,” pesannya. (dvs/ris) Editor : Admin-1 Sumut Pos