BELAWAN,SUMUTPOS.CO - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Medan mengimbau kepada calon penumpang agar tidak membeli tiket kapal dari media sosial (medsos) demi menghindari aksi penipuan terutama selama masa Lebaran 2024 nanti.
"Jangan membeli tiket dari media sosial karena hampir bisa dipastikan itu penipuan," ujar Kepala cabang PT Pelni Medan Biwa Abi Laksana, Selasa (12/03/2024).
Biwa Abi Laksana mengungkapkan, pihaknya (Pelni) tidak pernah menjual tiket kapal melalui media sosial, apalagi bertransaksi dari media sosial.
Dia pun menganjurkan masyarakat atau calon penumpang untuk membeli tiket Pelni dari wadah resmi, yaitu aplikasi Pelni Mobile, laman Pelni, agen perjalanan mitra Pelni, dan di toko-toko retail modern yang sudah bekerja sama dengan Pelni.
Biwa juga mengingat para calon penumpang untuk memesan tiket dari jauh hari, terutama untuk keberangkatan pada periode Lebaran 2024.
Pelni memperkirakan masa puncak libur (peak season) Lebaran 2024 pada H-15 sampai H+15. Lebaran diprediksi jatuh pada 11 atau 12 April 2024 mendatang.
"Kemudian, untuk penumpang, jangan lupa membawa KTP, paspor, Kartu Identitas Anak (KIA) supaya kami dapat memastikan identitas penumpang yang berangkat sesuai," ucap Biwa.
Dia menambahkan, selama masa Lebaran 2024, Pelni Medan memberlakukan beberapa aturan khusus untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di Pelabuhan Belawan, salah satunya soal pencetakan "boarding pass".
Pada masa Lebaran 2024, lanjut Biwa Abi, "boarding pass" dapat dicetak 24 jam sebelum keberangkatan. Normalnya hal itu baru dapat dilakukan lima jam sebelum berangkat.
"'Boarding pass' itu dapat dicetak di Pelabuhan Belawan atau di Kantor Pelni Medan," ucapnya.
Pelni Medan memperkirakan ada sekitar 40 ribu penumpang yang naik dan turun di Pelabuhan Bandar Deli Belawan pada periode Lebaran 2024 nanti.(mag-1/han)
Teks Foto : Kepala Pelni Cabang Medan, Biwa Abi Laksana.
Editor : Redaksi