Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

BAAS Jadi Solusi Penurunan Stunting di Sumut

Admin SP • Rabu, 27 Maret 2024 | 09:15 WIB
BERSAMA: Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Munawar Ibrahim bersama Duta Bapak Asuh Anak Stunting Provinsi Sumut, di Hotel Emerald Garden, Jalan KL Yos Sudarso Medan, Selasa (26/3). Dewi Syahruni Lubis.
BERSAMA: Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Munawar Ibrahim bersama Duta Bapak Asuh Anak Stunting Provinsi Sumut, di Hotel Emerald Garden, Jalan KL Yos Sudarso Medan, Selasa (26/3). Dewi Syahruni Lubis.

MEDAN,SUMUTPOS.CO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan temu kerja stakeholder dan mitra kerja dalam konvergensi pelaksanaan program Bangsa Kencana dan percepatan penurunan stunting, di Hotel Emerald Garden, Jalan KL Yos Sudarso Medan, Selasa (26/3/2024).

Acara dihadiri, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Munawar Ibrahim, Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto, Pj Gubernur Sumut, Hassanudin, Forkopimda Sumut, serta BAAS se-Sumut. Turut hadir Kadis PPPA dan KB Pemprov Sumut Sri Suriani Purnamawati dan Direktur RS Haji Rehulina Ginting, serta OPD terkait lainnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Munawar Ibrahim menyampaikan, rasa optimisnya jika Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) menjadi solusi penurunan stunting di Sumut. Dan ini dilakukan bukan hanya di tingkat provinsi saja, tetapi juga di Kabupaten/Kota se- Sumut.

"Semua kita libatkan dalam percepatan penurunan stunting untuk mencapai target 14 persen, yang diprioritaskan kepada ibu hamil dan bayi dua tahun (Baduta)," ujarnya kepada sejumlah wartawan usai acara.

Munawar berjanji akan segera mendata para ibu hamil (bumil) dan anak baduta di Sumut.

"Misalnya, bumil dari keluarga banyak anak, bumil yang dari kurang gizi, balita yang tiap datang ke Posyandu berat badannya datar saja, baduta yang datang ke posyandu (berat badannya) malah turun, baduta yang kurang gizi dan baduta stunting. Nah, prioritas-prioritas inilah ke depannya yang akan kita fokuskan, sehingga pada Oktober 2024 nanti, ketika tim penilai dari Kemenkes RI datang ke Sumut, stunting ini bisa turun signifikan," bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto menekankan, penanganan stunting tidak hanya bisa dilakukan Pemerintah saja, namun harus ada keterlibatan pihak lain, seperti dunia usaha, dalam gerakan BAAS.

"Peran swasta, dunia usaha, media, akademisi sangat penting dalam percepatan penurunan stunting. Bersama Pemerintah harus bisa saling bergotong royong, misalnya saya mengangkat 5 anak asuh. Mereka saya jamin memberikan asupan berkesiambungan, contohnya selama 6 bulan. Itulah gotong royong yang akan memberikan dampak dalam percepatan penurunan stunting," ujar Tavip.

Ia menjelaskan, stunting tidak bisa diintervensi sesaat, tapi tiap hari harus beruntun dilakukan pemberian asupan gizinya. "Gerakan ini kan kayak kita mengundang stakeholder para pengusaha, mereka ini kan punya dana namanya CSR.

Nah melalui CSR, harapannya kemudian perusahaan bisa ngambil 100 anak asuh, ada yang 300 anak asuh. Jadi spiritnya itu, mengkampanyekan. Karena itu akan memberikan efek yang berarti terhadap penurunan stunting di Sumatera Utara," katanya. (dwi/han)

Editor : Redaksi
#BAAS #bkkbn