MEDAN, SUMUTPOS.CO - Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara (Sumut) berbagi kasih untuk yatim piatu dan kaum dhuafa pada beberapa daerah di Sumut.
Pada kegiatan sosial tersebut, REI Sumut membagikan 1.000 paket sembako yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, teh dan mie instan yang disebar ke panti-panti asuhan yatim piatu di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan.
Ketua DPD REI Sumut, Ir. Andi Atmoko Panggabean, mengatakan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan DPD REI Sumut. Dimana dalam setahun, ada tiga kegiatan sosial yang dilakukan, yakni perayaan ulang tahun REI, perayaan Idul Fitri, serta perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Selain agenda rutin itu, kita juga ada melakukan kegiatan bedah rumah yang tidak layak huni," ucap Atmoko didampingi Sekjen DPD REI Sumut, Ir. H Reza Sirait MAP dan Ketua Panitia Ramadan Bayu Pratomo S. Kom kepada wartawan di kantor DPD REI Sumut Jl. Kapten Muslim Kompleks Plaza Milenium Medan, Selasa (2/4/2024).
Menurut Atmoko, untuk seribu paket sembako yang diberikan tersebut, merupakan sumbangan dari anggota REI Sumut. Sumbangan tersebut sebagai tanda kasih dan kebahagiaan dalam menyambut hari raya Idul Firi 1445 H.
"Kita menyadari yang kita berikan ini tidak seberapa nilainya ditengah-tengah kenaikan harga sembako. Tapi begitupun, kita sangat berharap bantuan sembako ini bermanfaat dan mengurangi beban masyarakat, khususnya kaum dhuafa. Selain itu kita ingin REI Sumut ini dikenal masyarakat luas, karena REI bukan hanya perkumpulan pebisnis developer saja, tapi juga memiliki kegiatan sosial yang membantu masyarakat," tuturnya.
Sementara ditanya terkait permintaan rumah subsidi di Sumut, Atmoko mengakui masih stabil bahkan beberapa asosiasi perumahan lainnya kesulitan memenuhi kebutuhan produksi rumah.
"Bisnis perumahan di Sumut masih stabil, bahkan dengan kepemimpinan baru, pasca Pemilu ini diprediksi akan terjadi peningkatan ekonomi yang membawa dampak kemampuan masyarakat untuk membeli rumah," katanya.
Diakuinya, kebutuhan rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih tinggi, yakni mencapai 600 ribu unit rumah pertahun. Namun REI dan asosiasi perumahan lainnya hanya bisa mensuplai sebanyak 100 ribu unit rumah pertahun karena terkendala ketersediaan lahan.
"REI Sumut menargetkan produksi rumah subsidi di tahun ini sebanyak 20 ribu unit dengan harga rumah sekitar Rp166 juta per unit atau naik dibanding tahun sebelumnya sekitar Rp 162 juta per unit. Tapi kenaikan ini tidak terlalu memberatkan karena masa kredit rumah bisa mencapai 20 tahun," pungkas Atmoko. (map)
Editor : Redaksi