MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pesta demokrasi yang digelar 14 Februari lalu, benar-benar menyita tenaga dan pikiran segenap elemen bangsa. Panasnya dinamika politik selama pelaksanaan Pemilu serentak 2024, tak luput dari pemberian media di dalam maupun luar negeri.
"Gesekan-gesekan yang timbul pada Pemilu lalu, sudah saatnya kita akhiri. Apalagi dengan momentum Bulan Syawal ini, mari kita semua saling memaafkan dan saling membuka diri agar tercipta kerukunan persatuan dan persaudaraan yang selama ini sudah baik," ajak anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PKS, Tifatul Sembiring saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Deliserdang, Minggu (5/5).
Menurut Tifatul, para founding father Indonesia membentuk negara ini dengan semangat persaudaraan dan gotong-royong. "Tidak ada yang dideskreditkan karena ia berbeda agama, suku, ras atau golongan," jelas politisi senior PKS ini.
Melalui forum ini, Tifatul tak bosan-bosan mengajak kepada para peserta sosialisasi yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda di Deliserdang ini untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan "tepo seliro" yang selama ini sudah baik. "Berkompetisi boleh, tetapi persatuan dan kesatuan tetap nomor 1," imbaunya.
Sebelumnya, pada pemaparannya tentang 4 Pilar MPR RI, Tifatul mejelaskan beberapa point penting yang terkandung didalamnya yakni; Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. (adz)
Editor : Redaksi