MEDAN, SUMUT POS.CO - Program makan siang bergizi gratis yang digagas Pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan dimulai awal Januari 2025. Program ini pun mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, elemen masyarakat, tak terkecuali dari DPRD Kota Medan.
Dukungan tersebut datang dari salah satu Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini. Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan itu, program makan siang gratis akan sangat membantu meringankan beban masyarakat tidak mampu dalam memberikan makanan bergizi untuk keluarga.
"Kita sangat mendukung berjalannya program makan siang gratis ini mulai Januari 2025 nanti, sebab program ini akan sangat membantu masyarakat kurang mampu. Bayangkan saja bila warga kurang mampu tersebut punya dua atau tiga orang anak, maka bebannya untuk memberi makan keluarga akan sangat terbantu," ucap Tia, Minggu (1/12/2024).
Tia berharap agar perjalanan program makan siang gratis ini tidak hanya bisa membantu warga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarganya. Akan tetapi, juga mampu membantu pemberdayaan UMKM di Kota Medan.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPRD Medan Tia Ayu Anggraini, berharap pemberian makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia khususnya di Kota Medan melibatkan pelaku UMKM lokal Kota Medan. Karena dengan begitu, program nasional dan program Pemko Medan yang ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor UMKM lokal bisa berjalan maksimal.
"Saya menerima beberapa masukan dan usulan soal program makan siang gratis ini dari para pelaku UMKM di Kota Medan. Mereka berharap, mereka dapat diberdayakan dalam menyiapkan makan siang gratis tersebut. Saya pikir pelaku UMKM memang harus diberdayakan, jadi program ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak. Selain mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, juga dapat meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM di Kota Medan," ujarnya.
Diterangkan Tia, agar program makan siang gratis ini tak terlepas dari sisi kesehatan, Pemko Medan harus melibatkan Dinas Kesehatan Kota Medan dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan untuk pengawasannya. Sehingga, bahan baku makanan yang disajikan pelaku UMKM rumahan tersebut benar-benar memiliki nilai gizi sesuai standard kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
"Kalau ini bisa dikolaborasikan, maka mutu kesehatan anak-anak penerima bantuan program makan bergizi gratis bisa merata di tiap daerah. Dengan begitu, wacana menuju Indonesia Emas 2045 akan dengan mudah tercapai," pungkasnya.
Seperti diketahui, program makan siang gratis telah dianggarkan pemerintah pusat melalui dana APBN 2025. Diperkirakan satu orang anak akan menerima Rp10 ribu setiap harinya. Di dalam satu porsi makanan tersebut akan berisi nasi, lauk protein, sayur, buah dan susu. Namun angka Rp10 ribu per porsi bukanlah angka yang dipaku mati. Setiap daerah boleh meningkatkannya sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakatnya dan kemampuan masing-masing anggaran daerah. (map/tri)
Editor : Redaksi