Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Masyarakat Belum Rasakan Pelayanan Maksimal dari Puskesmas

Redaksi Sumutpos.co • Minggu, 15 Desember 2024 | 22:01 WIB
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan Agus Setiawan (5 dari kanan) foto bersama narasumber dan warga  usai sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan, Minggu (15/12/2024).
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan Agus Setiawan (5 dari kanan) foto bersama narasumber dan warga usai sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan, Minggu (15/12/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Masyarakat Kota Medan belum merasakan pelayanan maksimal dari Puskesmas. Padahal, Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Hal itu disampaikan sejumlah warga saat menghadiri Sosialisasi Produk Hukum Daerah Perda Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan yang dilaksanakan Anggota DPRD Medan, Agus Setiawan di Jalan Asia Nomor 143, Kelurahan Sei Rengas I, Kecamatan Medan Kota, Minggu (15/12/2024).

Seperti yang disampaikan Aini, yang mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari petugas kesehatan di Puskesmas Jalan Amaliun Medan Area. Saat itu, dia bersama anaknya hendak melakukan perawatan gigi.

Saat itu, katanya, oleh dokter gigi di Puskesmas itu, dia dan anaknya mendapatkan kata kasar terkait dosis bius pada saat melakukan pencabutan gigi.

"Saya pernah mengalami perilaku tidak enak di Puskesmas Jalan Amaliun, sewaktu hendak melakukan pemeriksaan gigi. Oleh dokter gigi yang melakukan pemeriksaan. Saat itu keluar kata-kata kasar yang tidak mengenakkan dari dokter gigi itu," kata Aini.

Karena mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, akhirnya hanya dirinya yang cabut gigi, sementara anaknya batal. "Saya pakai BPJS saat itu," sebutnya.

Sementara Gunawan, warga lainnya, mengaku kecewa dengan pelayanan rumah sakit saat anggota keluarganya mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat itu, dia membawa anaknya ke IGD salah satu rumah sakit pemerintah di Kota Medan.

Dia mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan, karena anaknya harus menunggu lama untuk mendapatkan perawatan. Selain itu, fasilitas di rumah sakit berplat merah itu juga tidak lengkap, sehingga mereka harus pindah rumah sakit swasta.

Namun di rumah sakit tersebut, mereka juga mendapat penolakan dengan berbagai alasan. Mulai dari tidak ada kamar, fasilitas kurang lengkap, dan lainnya.

"Akhirnya setelah saya melalui koneksi saya di rumah sakit tersebut, akhirnya anak saya bisa dirawat di rumah sakit tersebut. Yang saya kesalkan, kenapa melalui koneksi baru bisa dilayani?" ungkapnya.

Menyikapi keluhan itu, Anggota DPRD Medan Agus Setiawan mengaku banyak menerima keluhan serupa. Menurutnya, hal ini menunjukkan belum maksimalnya pelayanan kesehatan di Kota Medan, khususnya di fasilitas kesehatan di tingkat pertama.

Agus pun berharap, jangan ada lagi masyarakat yang diperlakukan seperti itu oleh Puskesmas maupun rumah sakit. "Pemko Medan melalui program UHC memberi jaminan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat Kota Medan. Jadi percuma saja gratis, kalau kualitas pelayanannya tidak baik. Makanya, kualitas pelayanan juga harus ditingkatkan," tegasnya.

Politisi muda PDI Perjuangan ini mengatakan, kesehatan merupakan hal yang paling utama. "Seberapa banyak pun uang kita, kalau kita tidak sehat, tidak ada gunanya," tegasnya.

Dia juga menyebutkan, isu kesehatan juga selalu menjadi "jualan" para kandidat kepala daerah dalam setiap kampanye, termasuk Pilkada Medan yang baru saja digelar. "Pilkada baru saja usai. Pada Februari tahun depan mereka akan dilantik. Jadi, nanti harus kita tuntut apa yang sudah mereka janjikan," serunya. (adz)

Editor : Redaksi