Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Lokot Nasution Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR di Medan, Ajak Masyarakat Perkuat Kebangsaan

Redaksi Sumutpos • Selasa, 11 Maret 2025 | 13:43 WIB

 

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Lokot Nasution menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Jalan Lukah, Medan Amplas, beberapa waktu lalu. (Dok pribadi)
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Lokot Nasution menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Jalan Lukah, Medan Amplas, beberapa waktu lalu. (Dok pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Lokot Nasution menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Jalan Lukah, Medan Amplas, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam paparannya, Lokot menegaskan bahwa 4 Pilar Kebangsaan harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang terus berkembang.

"Kita harus memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan ini tetap menjadi pegangan. Jangan sampai kita mudah terpecah oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Dia juga menyoroti peran aktif masyarakat dalam menjaga keberagaman dan memperkuat solidaritas sosial. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap 4 Pilar Kebangsaan akan membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk hoaks dan ujaran kebencian yang marak di media sosial.

"Banyak pihak yang mencoba menggoyahkan persatuan kita, baik melalui penyebaran berita bohong maupun narasi yang memecah belah. Kita harus cerdas dalam menyaring informasi dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila serta kebhinekaan," tambahnya.

Sosialisasi ini berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab antara Muhammad Lokot dan masyarakat yang hadir. Beberapa warga menyampaikan pertanyaan terkait penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari serta peran pemerintah dalam menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan sosial.

Salah satu peserta, Sulaiman, bertanya apakah demonstrasi termasuk cerminan masyarakat yang mampu bernegara dengan memperhatikan 4 Pilar Kebangsaan atau contoh perlawanan yang tidak sesuai dengan ruh 4 pilar kebangsaan?

Menganggapi hal itu Lokot Nasution mengatakan bahwa demonstrasi adalah upaya menyampaikan ekspresi dan pendapat atau suara. "Kebebasan berpendapat bahkan merupakan satu hal yang dijamin dalam UUD NRI Tahun 1945. Pasal 28E dalam konstitusi kita ini disebutkan bahwa 'Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat'. Demonstrasi jelas adalah salah satu cerminan bahwa kita memperhatikan 4 Pilar Kebangsaan," jelasnya.

Ditambahkan, pertama, diatur secara jelas dalam UUD NRI 1945, kedua menunjukkan bahwa massa demonstrasi bersatu atas kesamaan perasaan dan tujuan (Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika). Namun, perlu dipahami bahwa demi menjaga keamanan dan ketertiban, perlu melakukan demonstrasi yang sesuai dengan aturan.

"Hal ini untuk meminimalisir dari potensi adanya anarkisme. Anarkisme dalam demonstrasilah justru yang tidak mencerminkan 4 pilar kebangsaan dan berseberangan dengan ruh 4 pilar kebangsaan," jelasnya.

Di akhir kegiatan, Muhammad Lokot berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Negara ini besar karena kebersamaan. Dengan memahami dan mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan, kita semua dapat berkontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa," tutupnya. (dek)

Editor : Redaksi
#Lokot Nasution #reses