MEDAN, SUMUTPOS.CO-Lambannya progress revitalisasi Stadion Teladan Medan, mendapat perhatian dari Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti.
"Hari ini saya, Pak Gubernur, Pak Walikota meninjau progres untuk stadion Teladan Medan," ujar Diana saat meninjau Stadion Teladan Medan, Rabu (19/3).
Usai melakukan peninjauan, Diana pun mengungkapkan tentang menemukan sejumlah kendala pada progres penyelesaian revitalisasi Stadion Teladan Medan tersebut.
"Ternyata stadion ini seharusnya selesai di April 2025 ini, tapi ada beberapa kendala makanya kami hadir ke sini untuk melihat progresnya, sekaligus untuk membicarakan upaya-upaya untuk percepatannya seperti apa," ucapnya.
Mantan Dirjen Cipta Karya itu pun mengatakan sudah melakukan kordinasi kepada penyedia barang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan lainnya untuk percepatan pembangunan.
"Tadi saya sudah kordinasi ke teman-teman penyedia, PPK, agar upaya percepatan agar segera diselesaikan dan semoga tepat waktu. Tapi karena ini bangunan heritage (peninggalan) jadi harus ada perkuatan di struktur (bangunan) nya sehingga kami akan menghitung kembali," ucap Diana.
Meski begitu, Ia mengatakan komitmen Kementerian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan akan terus berjalan.
"Kami tetap komitmen ke Gubernur dan Walikota untuk menyelesaikan pekerjaan ini sampai selesai sesuai dengan perencanaannya,"ucapnya.
Wamen PU kelahiran Surakarta itupun membuka kemungkinan akan kembali menghitung ulang target penyelesaian proyek tersebut.
"Terkait pelaksanaan pembangunan ini kami akan duduk bareng lagi dengan penyedia jasa dan lainnya akan kita hitung lagi (targetnya), apakah di April atau ditambah lagi dua bulan atau sebagainya kita harus lihat dan putuskan bersama-sama," tuturnya.
Diana pun mengungkapkan sejumlah kendala lain yang ditemukannya saat meninjau progres revitalisasi stadion yang dibangun pada tahun 1952-1953 tersebut.
"Kendala lain paling di material, saya harus nge-push (dorong) terus dari penyedianya, kemudian terkait dengan adanya perubahan desain, karena itu tadi bangunan ini heritage jadi kita tidak tahu apakah kuat atau tidak strukturnya, kemudian kecepatan juga harus kita dorong,"ucapnya.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan