Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

BPBD Antisipasi Gempa di Pantai Barat Sumut

Johan Panjaitan • Rabu, 19 Maret 2025 | 16:10 WIB
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih.
Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menetapkan status tanggap arurat di beberapa daerah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.


Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih mengungkapkan perkembangan beberapa bencana yang terjadi di Kota Padangsidimpuan masih menerapkan status tanggap darurat dan masih dilakukan masa pemulihan.
"Kondisi air di lintasan Batang Air dan Batang Angkola Tapsel itu sudah mulai normal," ucapnya  kepada Sumutpos, Rabu(19/3).

Kemudian untuk bencana di Kabupaten Tapanuli Utara, pihaknya juga masih mengupdate situasi terkini karena masih terjadi beberapa gempa susulan.

"Tadi malam sekitar pukul 20.48 WIB, masih terjadi getaran dengan kekuatan 3,8 SR, namun belum ada laporan dari kawan-kawan di Taput adanya korban, dan adanya longsor susulan. Bencana yang terjadi di Taput itu ada empat titik Desa Pahae Julu dan Desa Pahae Jahe, semuanya sudah dibersihkan dari Jalan Nasional dan masih diberlakukan Siten buka tutup," ucapnya.

Lalu untuk Bencana di Parapat, Tuahta menjelaskan bahwa sempat terjadi air meluap dan adanya intensitas hujan yang sangat tinggi.
"Kemarin juga sudah dilakukan pembersihan dan mulai berangsur normal," ucapnya.

Adanya imbauan untuk mengantisipasi bencana kepada masyarakat, BPBD Sumut akan berencana mengadakan rapat pertemuan dengan beberapa pihak untuk membahas situasi kondisi kebencanaan dan cuaca di Sumatera Utara.

"Nanti akan kami jabarkan dalam surat edaran Gubernur Sumatera Utara untuk seluruh kepala daerah untuk menyikapi situasi bencana meteorologi, khususnya curah hujan yang tinggi dan kemungkinan akan terjadi gempa di wilayah Pantai Barat Sumut. Jadiuntuk bersiap siaga untuk berkoordinasi dengan stakeholder semua, sebagaimana sudah dilakukan Pemko Sidimpuan kemarin dalam pengawasan stakeholder masing-masing,"terang Tuahta.

Terkait tentang persiapan arus mudik lebaran, Tuahta juga menyarankan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk menghindari jalan-jalan lintasan Sumatera yang berpotensi adanya bencana.

"Kami menyarankan agar pemudik menghindari lintasan rawan longsor, dan untuk Pemerintah Kab/Kota agar menyediakan personel dan peralatan berat di setiap jalur yang memang rawan bencana,"pintanya.(san/han)

 

Editor : Johan Panjaitan
#bpbd sumut #gempa #bencana