Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tersedia SPKLU di Rest Area Tol MKTT

Redaksi Sumutpos • Jumat, 21 Maret 2025 | 19:26 WIB
Rual tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggin. (dok Jasamarga).
Rual tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggin. (dok Jasamarga).

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Bagi pemudik yang menggunakan mobil listrik tidak perlu ragu untuk menggunakan kendaraannya melintasi jalan tol. Sebab, Jasamarga Nusantara Tollroad (JNT) Regional Division bakal menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).

Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT), Thomas Dwiatmanto mengatakan, pihaknya akan mengupayakan penyediaan layanan SPKLU di rus Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi (MKTT). “Kita akan melengkapi palayanan TIP Travoy 65 A arah Tebingtingi dan 65 B arah Medan. Kita akan segera merealisasikan SPKLU di kedua TIP dengan masing-masing ketersedian 2 dispenser SPKLU,” ungkap Thomas didampingi JNT Senior General Manager, Tyas Pramoda Wardhani dan Senior Manager RO1JNT, Ahmad Fikri, dan Marketing&Communication Dept Head JNT, Herald Galingga di Medan, kemarin.

Selain itu, JMKT juga akan melakukan penambahan petugas keamanan dan kebersihan di TIP tersebut. Kemudian mengatur zonasi alur pengunjung, dan berkordinasi dengan pihak ketiga untuk memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Thomas mengatakan, volume kenadaraan yang melintasi ruas tol MKTT diperkirakan naik 20,46 persen dari kondisi normal dan naik 2,63 persen dari arus mudik Lebaran tahun 2024 lalu. Sedangkan, Senior Manager RO1JNT, Ahmad Fikri mengatakan, ruas tol Belawan-Medan-Tanjungmorawa (Belmera) sudah siap menghadapi arus mudik Lebaran 2025. Pihaknya memberikan perhatian khusus di Gerbang Tol Amplas.

Diprediksi akan ada peningkatan volume lalin saat arus mudik sebesar 26,1 persen pada Gerbang Exit Amplas dan sebesar 26 persen pada Gerbang Entrance Amplas. Prediksi peningkatan volume lalin saat arus balik sebesar 39,4 persen pada Gerbang Exit Amplas dan sebesar 41,8 persen pada Gerbang Entrance Amplas. “Kami akan berusaha mengantisipasi antrean pajang di Gebang Tol Amplas,” sebutnya.

Adapun mitigasi yang telah disiapkan apabila terjadi antrean, petugas Mobile Customer Service (MCS) dan Satgas Belmera diperbantukan untuk pengaturan lalin bekerja sama dengan Polisi Jalan Raya, kepolisian resort dan kepolisian sektor setempat. Selain itu, akan dilakukan penempatan kendaraan derek dan ambulan di lokasi Gerbang Tol (GT) Amplas untuk percepatan penanganan dan menyiagakan mobile reader.

“Kami imbau masyarakat untuk dapat memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan di jalan tol. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kelancaran transaksi di gerbang tol,” himbau Fikri.

Sebelumnya, JNT Senior General Manager, Tyas Pramoda Wardhani menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi peningkatan volume lalin arus mudik balik Lebaran tahun ini. Mereka melakukan melalui 4 aspek pelayanan, yaitu pelayanan transaksi diantaranya dengan mengoptimalkan jumlah gardu operasi, menyiagakan mobile reader untuk percepatan transaksi di ruas tol dan pemanfaatan informasi digital dengan aplikasi Travoy.

Untuk ruas tol Jasa Marga Group di wilayah Sumatera Utara, yaitu Belmera dan MKTT, saat ini telah terintegrasi sepenuhnya dengan Ruas Tol Medan-Binjai, Ruas Indrapura-Kisaran (Inkis), Ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat), Ruas Tol Binjai-Langsa.

“Untuk Aspek pelayanan lalu lintas, kita bekerjasama dengan kepolisian dan instansi terkait dalam mendukung Cara Bertindak (CB) antisipasi kepadatan di lajur dan adanya posko terpadu operasi libur panjang di sekitar wilayah jalan tol,” ungkap Tyas.

Untuk aspek preservasi yaitu dengan memastikan perkerasan jalan tol dalam kondisi baik (siaga lubang) serta membatasi kegiatan rekonstruksi jalan tol dan kegiatan proyek pada rumija jalan tol yang berpotensi mempengaruhi kondisi jalan tol dan kepadatan lalu lintas periode 24 Maret 2025 (H-8) hingga 14 April 2025 (H+13).

Untuk menjaga kenyamanan selama di TIP, Regional Nusantara juga memastikan pelayanan TIP melalui manajemen TIP untuk memastikan kelancaran lalu lintas di dalam TIP serta berkoordinasi dengan pihak ketiga untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

“Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik, beristirahat di rest area maksimal 30 menit serta mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan,” imbaunya. (dek)

Editor : Redaksi
#rest area #tol MKTT #spklu