MEDAN-Aksi tawuran antar pemuda maupun antar warga lingkungan yang sering terjadi di Kawasan Medan Utara, dikarenakan adanya beberapa faktor penyebab. Belakangan ini terjadi aksi tawuran hingga menimbulkan korban jiwa tertembak polisi yang berniat melakukan pembubaran.
Demikian disampaikan Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Irham Buana Nasution kepada Sumutpos.jawapos.com, Senin (5/5) merespon kerapnya aksi tawuran di Kawasan Medan Utara, hingga berujung adanya korban jiwa.
Dikatakannya, kawasan Belawan sangat rawan dengan konflik horizontal seperti tawuran baik antar pemuda maupun antar lingkungan. Bahkan, baik Pemko Medan, kepolisian dan pemerintah kecamatan sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah aksi tawuran.
"Saya melihat hal tersebut masih terus terjadi pertama karena faktor kemiskinan ekstrem, faktor kemiskinan ekstrem terjadi di Kecamatan Belawan tersebut, yang kedua peredaran narkoba sehingga menyebabkan makin banyaknya tawuran dan kekerasan yang ada di Belawan. Hal ini di satu sisi tidak bisa dibiarkan, dan harus ada tindakan lebih keras dan lebih nyata dari aparat kepolisian untuk meminimalisir tawuran di sana," ucapnya.
Legislator dari Dapil Sumut I ini pun menyatakan, disisi lain hal tersebut penembakan yang dilakukan Kapolres Pelabuhan Belawan juga tidak dibenarkan, ketika kemudian terjadi penembakan yang menyebabkan kematian.
"Apa yang dilakukan Kapolres Pelabuhan Belawan sudah melampaui batas walaupun itu tujuannya dalam rangka pembelaan diri, itu tidak dibenarkan oleh hukum dan hak asasi manusia. Maka dari itu, harus ada investigasi secara menyeluruh sampai kepada kesimpulan, apakah tindakan yang berlebihan itu benar atau tidak,"pungkasnya.
Politisi Partai Golkar tersebut mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan Kapolda Sumut untuk menonaktifkan Kapolres Pelabuhan Belawan.
"Kita dukung langkah Kapolda Sumut yang secara cepat merespon apa yang terjadi di Belawan, dan menonaktifkan Kapolres Pelabuhan Belawan sehingga kemudian dilakukan pemeriksaan secara mendalam yang melibatkan Mabes Polri dan Kompolnas dan nanti bisa disimpulkan," ucap Irham.
Dirinya menyatakan jika merupakan peringatan akhir dan semua pihak, bahwa begitu hebatnya peristiwa tawuran dan kekerasan di Belawan ini.
"Perlu perhatian lebih dari DPRD Sumut, terutama saya dari Dapil Sumut I, untuk kemudian melihat secara langsung yang sudah sangat mengancam bagi kita semua, dari segi hukum harus ada rehabilitasi sosial untuk kemudian peristiwa ini tidka berulang terus," ucapnya.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan