MEDAN-Berbekal kerja keras dan kesabaran yang kuat, Fadli Hariadi dan istrinya Arbainah, mewujudkan impian mereka untuk menunaikan ibadah Rukun Islam Kelima.
"Alhamdulillah penantian panjang menjadi Tamu Allah bisa terwujud,” ujar Fadli dan Arbainah saat ditemui Sumutpos.jawapos.com di Asrama Haji Medan, baru-baru ini.
Pasutri asal Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) ini merupakan salah satu calon jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 14 Embarkasi Medan. Sebelum jadwal pelepasan keberangkatan, Sumutpos.jawapos.com sempat bercerita tentang perjuangan mereka untuk bisa berangkat haji.
Diawali tahun 2005, Fadly Bersama istrinya memulai berjualan pisang goreng pinggiran di Jalan Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai.
“Setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore saya berjualan bersama istri. Setiap hari kami jualan tidak ada hari libur, jika merasa lelah kami baru libur,” ungkapnya, Sabtu (17/5/2025).
Dari hasil penjualan gorengan, pasutri dua anak inipun pun rutin menyisihkan uang sebagai tabungan untuk berangkat haji. Namanya pun menjual gorengan, suka duka saat berjualan pasti ada.
“Pendapatannya tidak menentu. Terkadang ramai, namun juga terkadang sepi, apalagi kondisi ekonomi sekarang ini susah mencari uang. Pun begitu, kami menjalaninya dengan penuh kesabaran karena rezeki sudah diatur Allah SWT,”tandasnya.
Sebagai seorang istri penjual gorengan, Arbainah tetap tabah mendampingi suaminya. Apalagi saat itu, anaknya masih bayi dan harus dibawa saat menjual gorengan.
“Saat anak kami masih bayi, saya bersama suami memasang kain gendong dan mengayunkan anak kami di ranting sebatang pohon di dekat kami berjualan. Saat itu tempat berjualan kami masih berupa tenda bongkar pasang,” kata Arbainah.
“Anak kami besar-besar di jalan lah Pak,”sambung Arbainah sambal tersenyum mengenang suka duka menjual gorengan.
Pasutri yang sebelumnya pernah melaksanakan umrah ini jua bersyukur bisa melaksanakan ibadah suci ke Baitullah. Mereka berharap dalam perjalanan hajinya nanti, agar selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji dan kembali ke Tanah Air dan mendapat predikat sebagai haji mabrur.
Di tanah suci nanti, Pasutri ini ingin mendoakan keluarga yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji agar bisa menunaikan Rukusan Islam Kelima.
Melalui kisah Pasutri ini kisa bisa mengambil pelajaran, bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita bekerja keras diiringi doa dan kesabaran, jika Allah SWT berkehendak segala jalan akan dimudahkan. (mag-2/han)
Editor : Johan Panjaitan