Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bulog-Dinas Ketapang TPH dan PT Pos Launching Gerakan Pangan Murah

Johan Panjaitan • Jumat, 18 Juli 2025 | 21:30 WIB

BERSAMA: Pinwil Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto bersama Executive Vice President (EVP) PT Pos Indonesia Regional I Sumatera, Kepala Dinas Ketapang TPH Sumut,
BERSAMA: Pinwil Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto bersama Executive Vice President (EVP) PT Pos Indonesia Regional I Sumatera, Kepala Dinas Ketapang TPH Sumut,

MEDAN,Sumutpos.jawapos.com-Perusahaan Umum (Perum) Bulog Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama PT Pos Indonesia Regional I Sumatera dan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Ketapang TPH) Sumut melaunching Gerakan Pangan Murah Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), di Kantor Pos Kota Mesan, Jalan Pos, Kesawan Medan, Jumat (18/7).

Pimpinan Wilayah (Pinwil) Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto mengatakan, hal ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah, karena terkait per hari ini (Jumat) beras mengalami kenaikan harga. Beras SPHP ini memang tujuannya untuk menstabilkan harga. Bulog sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbapanas) ada empat saluran, yakni toko pengecer di pasar tradisional, toko binaan dari Pemerintahan Daerah (Pemda), gerakan pangan murah dan Koperasi Merah Putih.

"Hari ini kita memang melaksanakan gerakan pangan murah. Untuk wilayah Sumut bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Pupuk Indonesia (Persero) Holding Company (PIHC) dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

"Jadi ada empat BUMN yang bekerja sama dengan Bulog untuk melaksanakan SPHP. Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap hari hingga harga kembali normal," ujarnya.

Dijelaskannya, untuk penyaluran pangan murah ini, ada 26 titik, sedangkan 12 titik di antaranya adalah cabang PT Pos Indonesia, 3 titik ada di PTPN, 1 titik di PIHC dan 1 titik di RNI.

"Kita juga menyampaikan, bahwa di Gudang Bulog dan kantor cabang juga membuka gerai yang sama," jelasnya.

Sedangkan, sambung Budi, untuk penyaluran di Jumat ini, sebanyak 26 ton, tapi nanti jika ada peningkatan permintaan masyarakat, maka akan di koordinasikan dengan Dinas Ketahanan Pangan Sumut.

"Namun asumsi kami, perharinya masih menjual 500Kg-1 ton, dan per gerai maksimal menjual hingga 2 ton. Untuk harga, kalau belinya di Gudang Bulog Rp11.300. Di gerai-gerai BUMN maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.100. Semoga ini dapat mencukupi kebutuhan beras masyarakat. Semoga nanti cepat turun harganya, apalagi di tingkat petani akan panen raya," imbuhnya.

Adapun, lanjut Budi, selain beras, gerai BUMN juga menjual beras premium, minyak dan gula dengan harga yang murah.

Disinggung terkait beras oplosan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak), pada Senin (21/7) mendatang. "Kita akan melakukan sidak bersama instansi terkait dan Polda Sumut," tandasnya.

Executive Vice President (EVP) PT Pos Indonesia Regional I Sumatera, Raden Bagus M Yusuf menambahkan, bahwa sesuai instruksi Pemerintah, pihaknya mendukung Gerakan Pangan Murah Beras untuk mendistribusikan SPHP. "Target di seluruh Sumut, yakni 900 outlet, saat launching hari ini 51 outlet dan di Sumut 26 outlet," katanya.

Disinggung kenapa digelar di Kantor Pos, ia menjelaskan, bahwa pihaknya memiliki jaringan dan total mempunyai 1.300 cabang, sehingga sangat mudah mendistribusikan pangan murah. "Rata-rata jaringan kita adalah penerima bantuan sosial (Bansos), Bantuan Subsidi Upah (BSU), yang sudah kenal dengan petugas-petugas kita. Pangan murah ini, selain diperuntukkan kepada masyarakat juga kepada karyawan," pungkasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Ketapang TPH) Sumut, yang diwakili Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda, Abdul Mutalib Damanik menuturkan, bahwa bantuan pangan tersebut bersumber dari Dinas Ketapang TPH. Lalu diberikan penugasan ke Bulog dengan difasilitasi oleh PT Pos Indonesia.

"Ini karena PT Pos memiliki jaringan ke desa-desa dan pelosok di Sumut. Hingga saat ini persediaan pangan di Sumut masih aman untuk tiga bulan ke depan. Sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya. (dwi/han)

 

Editor : Johan Panjaitan
#melaunching #SPHP #beras #gerakan pangan murah #bulog