MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Anggota Komisi D DPRD Sumut, Hasyim SE, mendorong direalisasikannya wacana pembangunan underpass di kawasan Simpang Dobi, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Pasalnya, kondisi kemacetan di Simpang Dobi dinilai sudah terlalu parah sehingga menyulitkan masyarakat dalam melakukan mobilitas.
"Kemacetan di Simpang Dobi itu sudah terlalu parah. Tentunya sebagai Anggota DPRD Sumut, saya mendukung penuh dan mendorong wacana pembangunan Underpass di Simpang Dobi tersebut," ucap Hasyim SE kepada Sumut Pos, Kamis (24/7/2025).
Dikatakan Hasyim yang merupakan wakil rakyat dari Dapil Sumut I itu, rencana pembangunan sejumlah Underpass di Kota Medan kembali mencuat di Tahun 2025 ini. Mengingat saat ini, Pemko Medan tengah membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2025-2029.
Dalam pembahasan di RPJMD Kota Medan itu disebutkan, underpass tersebut ada yang akan dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui APBN, dan ada juga yang akan dibangun oleh Pemko Medan melalui APBD.
"Simpang Dobi ini termasuk Underpass yang rencananya akan dibangun melalui APBN. Tentunya memang ada beberapa lokasi di Kota Medan yang sedang dikaji untuk dibangun underpass oleh Kementerian PUPR melalui APBN, bukan hanya Simpang Dobi," ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu.
Untuk itu, Hasyim mendorong semua pihak, baik Pemprov Sumut maupun Pemko Medan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar berkenan kembali mengucurkan APBN ke Kota Medan untuk membangun underpass.
"Bilapun pada akhirnya Pemerintah Pusat menilai ada titik lain yang lebih mendesak untuk dibangun underpass di Kota Medan, ya tidak masalah. Tapi yang pasti, kita harus mendorong agar pembangunan underpass di Kota Medan bisa kembali terealisasi dalam waktu dekat," kata Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Sumut itu.
Terlepas dari terpilihnya atau tidak kawasan Simpang Dobi sebagai lokasi yang akan dibangun underpass, Hasyim tetap meminta semua pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah kemacetan di Simpang Dobi.
Menurut Hasyim, selain pembangunan underpass, ada solusi lain yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah kemacetan di Simpang Dobi. Salah satunya, dengan melakukan pelebaran jalan di kawasan tersebut.
"Lebar jalan di Simpang Dobi itu cukup sempit. Kalau kita amati, jalan menuju Simpang Dobi itu kan mengecil. Jadi sebenarnya, perlu adanya pelebaran jalan di Simpang Dobi tersebut. Kalau jalannya dibuat lebih lebar, masalah kemacetan di Simpang Dobi itu dapat diatasi, atau setidaknya dapat diminimalisir," ungkapnya.
Untuk itu, Hasyim meminta agar pelebaran jalan di Simpang Dobi dapat segera dilakukan dengan segera melakukan pembebasan lahan di wilayah tersebut.
"Karena kalau misalnya pun underpass jadi dibangun di Simpang Dobi, kan tetap saja nanti harus dilakukan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan. Untuk itu, saat ini fokus saja dulu untuk pelebaran jalan di Simpang Dobi," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan DPRD Medan tengah membahas RPJMD Kota Medan Tahun 2025-2029. Pemko Medan mengatakan, akan ada pembangunan dua underpass di Kota Medan yang akan dibangun hingga tahun 2029.
"Paling realistis hanya dua underpass yang bisa dibangun di Kota Medan hingga tahun 2029. Satu dari APBN, satu lagi dari APBD," ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT kepada Sumut Pos, Rabu (23/7/2025).
Diterangkan Benny, Pemko Medan akan terus berusaha berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat agar APBN dapat dikucurkan kembali untuk membangun underpass di Kota Medan. Diharapkan, underpass itu dapat dibangun melalui APBN pada tahun depan ataupun di tahun 2027.
Benny menyebutkan, Pemko Medan akan mengusulkan sejumlah lokasi kepada Pemerintah Pusat untuk dibangun underpass.
"Diantaranya di Simpang Kampung Lalang (Medan Sunggal), Simpang Dobi (Medan Deli), dan beberapa titik lainnya," sebutnya.
Sementara itu, untuk lokasi rencana pembangunan underpass melalui APBD Kota Medan juga tengah dilakukan kajian mendalam. Adapun Diantaranya seperti Simpang Glugur (Jalan Yos Sudarso), Simpang Juanda (Jalan Juanda), dan sejumlah lokasi lainnya.
"Sekali lagi (lokasi-lokasi) itu belum fix ya, masih dikaji lagi," tutupnya.(map/han)
Editor : Johan Panjaitan